Cerita Asep

Ini adalah cerita saya sebagai Asep, alias Anak Sepoer :mrgreen:

Hari Minggu kemarin, saya naik KRL rute Bogor-Jakarta Kota, untuk turun di Gambir mengantar teman pulang naik kereta. Tentu saja kami berdiri karena jalur ini ngga pernah ngga rame bahkan di kala weekend :P

Dalam perjalanan di KRL itu, naiklah serombongan anak muda di stasiun Depok Baru. Mereka heboh sekali, bercerita dan bercanda dengan suara keras. Sepertinya sih bukan penduduk Depok atau sekitarnya, dan hendak main ke Kota Tua di dekat Stasiun Jakarta Kota. Salah satu dari mereka menjelaskan rute dan stasiun-stasiun yang disinggahi selama perjalanan, sembari menunjuk ke peta jalur KRL di atas pintu keluar. Salah satu temannya (sepertinya orang Medan) nyeletuk,

“Oo jadi sebelum Manggarai kita masuk Tebet (dengan pelafalan ‘e’ seperti pada ‘tempe’) dulu ya?”

Saya otomatis ngakak tertahan, sementara teman-temannya pun beramai-ramai menertawakan :lol: :lol:

Bukan kenapa-kenapa, saya dah lama aja ngga denger secara langsung celetukan primordial yang polos, seperti halnya ketika mendengar teman saya yang orang (m)Bantul menyebut Bogor dengan ‘mBogor, atau teman lainnya yang dari Kuningan mengucap ‘peripikasi’ ketimbang ‘verifikasi’ :P

Kami turun di Stasiun Gambir. Sembari menunggu jadwal kereta, iseng-iseng kami ngemil di Dunkin. Ada beberapa orang asing di gerai tersebut. Di arah kiri kami ada ibu-ibu (dari perkiraan umurnya, ngga tau beneran ibu-ibu ato single :P ) yang duduk seorang diri, sementara di arah kanan ada serombongan anak muda yang entah dari Prancis atau Belgia, yang jelas buku petunjuk mereka berbahasa Prancis. Si ibu itu tampilannya dekil, kumal, dengan kulit kecoklatan terbakar sinar matahari dan sepasang tatto di 2 punggungnya. Sedangkan serombongan anak muda itu relatif berpenampilan bersih dan rada gaya, seolah-olah baru pertama kali ini keluar rumah :P . Dasar iseng, saya nyeletuk ke teman saya,

“Tuh perhatiin si ibu itu, itulah petualang sejati, tas carrier, bawaan netbook yang enteng, kulit kasar dan kecoklatan terbakar sinar matahari. Bandingin ama rombongan ‘hipster’ di sebelah, kulit masih pucet, sampe Indonesia pun masih mainan hape dan gadget, coba liat tasnya apaan, jangan-jangan koper berroda lagi..” :P

Tapi ternyata tas rombongan anak muda itu berupa backpack, jadi sayanya aja yang sotoy nebak-nebak plus nuduh kalo mereka hipster, hehehe :P

Setelah teman saya naik keretanya, saya kembali ke arah Bogor menggunakan KRL lagi. Di dalam kereta, terdapat fenomena mental ‘ekonomi’ yang pernah saya bahas di postingan terdahulu. Sudah jelas di KRL ada aturannya tidak boleh duduk di lantai atau menggunakan kursi lipat, tapi ada aja serombongan keluarga yang dengan santainya duduk ngelekar di pojok gerbong karena ngga kebagain kursi. Saya sih cuma bisa memaklumi, ketimbang capek berdiri mereka memilih untuk duduk di lantai. Tapi menurut saya itu tindakan yang cukup egois, karena dengan duduk di lantai maka akan membuat space mereka lebih banyak (yang artinya membuat sesak) dan mengganggu penumpang lainnya yang berdiri. Fenomena yang mirip terjadi juga di kereta jarak jauh, biasanya di perjalanan malam di kelas ekonomi dan bisnis (karena saya belum pernah naik kelas eksekutif jarak jauh jadi ngga tau di eksekutif ada ato ngga fenomena semacam ini :P ). Banyak penumpang tidur di selasar lorong gerbong kereta beralaskan koran dan selimut ketimbang duduk manis di bangkunya masing-masing. Saya maklum, apalagi kalo di kelas ekonomi yang bangkunya tegak lurus ngga enak pisan, tapi ya tetap saja saya terganggu kalo ketemu yang beginian :P

Itu cerita dari saya sebagai anak sepoer musiman. Jadi pengen naik kereta kelas Argo yang jarak jauh :mrgreen: :P

Foto di Tahun 2011

Sejujurnya saya lagi males posting banyak kalimat, tapi kok ya pengen aja ini blog ada update-annya, ya udah iseng pajang aja beberapa foto yang saya ambil di tahun 2011 :mrgreen:

waktu foto2 cosplay mbak Feli dan temen2nya di Taman Menteng

 

waktu ke Gorontalo bareng dosen killer :P

 

waktu nonton LPI Bogor Raya vs Real Mataram

 

waktu pergi ke martil, eh, Palu :P

 

GBK, waktu nonton Indonesia-Turkmenistan

 

Pulau Putri, deket Batam, gedungnya Singapura keliatan di kejauhan :D

 

difotoin, waktu kondangan bareng dia :">

 

di stasiun yang tidak terpakai deket kosan

 

2011 Summary

2011 is about to end, it’s not uncommon for people to write summary about what has happened to them during this year, and I’m no exeption of it :mrgreen:

OK, so this is what has happened to me during 2011:

  • My notebook were broken, right after the warranty has expired. Its monitor and battery pack need to be replaced, but I’m too lazy to deliver it to service counter :P . I have senior at office who’s temporary leave office for study, so I use her office notebook to do my work :P .
  • For entertainment purpose I bought PS3 this year, but I manage to bought only 2 original games, and one of them remains unfinished :P
  • Meet new people this year, particularly blogger. I did several “terrestrial coffee” with some bloggers, whom I already met before (lambrtz, grace, dnial, yud1, mizzy, emina, lumiere) or haven’t meet yet (felicia, jensen, riefu, gentole, danalingga, oelpha, catshade, ai, nasi, and you!! :D )
  • Given responsibility to handle 2 project this year. With my natural talent of procrastination, it all went topsy turvy by the end of the year. Although there were some other external distraction for that delay, but I give no excuse that biggest share of mistake is upon me. Even until now it hasn’t finished yet, though I’m working on it to be finished by the first week of January. Obviously, that’s not something to proud of. Sorry boss, perhaps you can start with not appointing me as project leader next year, I find it’s hard for me to handle project that I don’t really have passion on it ^^
  • On the other hand, I managed to travel abroad for the very first time. Meet and introduct myself and then talk about everything with professor (and assistant professor) whose literature I used on my undergrad thesis is quite something ^^. Also learned that during this digital era, especially in my field, digital products are great in terms of advanced technology, but pain in the arse in terms of profit because it is easily copied. Products of my field, since it’s first occurence in 16th century, is still considered as a colletcable item, and highly valued especially if packed beautifully. For this purpose (as collectable item), printed version is better than its digital counterpart ^^
  • A slight of pride fruits in my heart when I told a certain Belgian (whom I met in Tual) about my profession, and she said it’s cool :cool: (no wonder of it, ’cause weight of the earth on our shoulder :lol: ). FYI, my unit’s field of job’s rarely looked at twice by our fellow co-worker in the office because mostly we play in generalisation rather than specialisation :P . Plus, if your unit just doing some compilation of secondary data, MEANWHILE other units flying with plane to do gravity measurement or collecting primary data of TEWS or levelling with total station thingy or processing an image with some stereo stuff or diving deep in the sea or digging soil in the jungle to collect samples and analyse it or crossing the boundary of our nation even with handheld GPS, that’s when you just need to play it low :mrgreen:
  • Went to Menado but didn’t reach Bunaken, went to Medan but didn’t reach lake Toba :P
  • Still unable to drive a car :P I think I was too buisy (or lazy) to take some course :P hopefully next year :mrgreen:

That’s my summary of 2011, and I’m looking forward a cheerful 2012 (with you!) :mrgreen:

Next Page »



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.