Archive for November, 2010

Indo – English

Nemu artikel konyol di forum humor, langsung copas aja di sini 😛

In English: “Would you care to validate your previous statement?”
In Indonesian: “SUMPE LO?!

In English: “Sorry, I think you miscalculated your own capabilities to handle the task at hand.”
In Indonesian: “Nenek lu kiper!

In English: “Would you care to elaborate on that statement?”
In Indonesian: “MAKSUD LOH?!”

In English: “There’s a 75% chance I won’t make it, I’m far too busy for ur stupid event.”
In Indonesian: “Insya’allah gw dateng!”

In English: “The meeting will start at 9:15 AM. Please be there 15 minutes beforehand.”
In Indonesian: “Rapatnya jam 8!”

In English:”Let’s try this new scam and see if those carbo-ladden brains buy it”
In Indonesian: “Mama minta pulsa”

In English: “Please stop by our outlet. There might be stuff you’ll find interesting.”
In Indonesian: “Giordanonya, Kakaaak!”

In English: “I’ve stumbled upon something that might be of interest to you. You might find it useful.”
In Indonesian: “CEKIDOT GAN!”

In English: “I’m so overwhelmed by this turn of event that I’m speechless and in awe.”
In Indonesian: “ANJROT!”

In English: “This is a very interesting topic that everybody should stay updated about this.”
In Indonesian: “Sundul, Gan!”

In English: “I definitely won’t make it. You guys go and have fun without me.”
In Indonesian: “Ntar gue nyusul.”

In English: “You’re absolutely, positively 100% correct. But I knew that already.”
In Indonesian: “EMBEER!”

In English: “That’s so profound. I can’t contribute anything further but I need to say something to sound equally smart.”
In Indonesian: “Dalem.”

In English: “Oh God, please have some mercy.”
In Indonesian: “Yaolo tolong!”

In English: “This time you have crossed the line and you went too far!”
In Indonesian: “Terlalu..” *bang Rhoma*

In English: “What? Are you kidding? Please tell me you’re not serious!”
In Indonesian: “Bok, plis!”

In English: “Hurry up! Don’t wait any longer, you must come now!”
In Indonesian: “Cus!”

In English: “As the president of the U.S.A., I’m fully aware of what’s going on and I’m deeply sorry.”
In Indonesian: “Saya prihatin..” (ˇ_ˇ’!)

English: My head is about to explode into a thousand little pieces of splat brain.
Indonesian: aseli capedeh X_X

 

:mrgreen:

credit to gondrung 😉

Advertisements

Densha Kodomo

peron

Beberapa hari yang lalu saya naik KRL ekonomi siang-siang dari Stasiun Mangga Besar menuju Bogor. Tidak usah ditanya ngapain saya di Mangga Besar, yang jelas bukan untuk pelesir 😛 hehe…

Di perjalanan itu saya bersama teman saya, sambil berdiri (karena ga kebagian tempat duduk) iseng ngobrolin berbagai hal tentang transportasi di Indonesia. Salah satunya ya tentang KRL ekonomi yang ga punya daun pintu ini :P. Tentang kenapa bisa ada kelas ekonomi (dan pernak-pernik pedagang keliling maupun pengamen maupun pengemisnya), kenapa di stasiun yang aslinya bangunannya bagus jadi berkesan kumuh, kenapa di sekitar jalan kereta di kota besar kebanyakan permukiman kumuh, kenapa di beberapa ruas jalan selalu macet, kenapa angkot suka ngetem, dan kenapa-kenapa lainnya… 🙄

Kemudian, di stasiun Cikini, naik serombongan keluarga yang dari tampilannya sepertinya (maaf) dari kalangan ekonomi lemah. Keluarga itu terdiri dari ayah, ibu, kakak perempuan (paling sekitar 8 tahun), adik laki-laki (sekitar 6 tahun), dan adik perempuan (sekitar 4 tahun). Nah, karena tidak mendapat tempat duduk, mereka lesehan di lantai gerbong beralaskan koran, kebetulan jam segitu memang kereta ngga penuh-penuh amat. Di dekatnya ada dua mbak-mbak yang duduk di bangku di sebelahnya. Lewat satu-dua-tiga stasiun, salah seorang mbak-mbak menawarkan tempat duduk bagi si ibu yang tampak kewalahan berganti-ganti menggendong dan memangku si adik perempuan sambil lesehan. Si ibu dan kakak perempuan bersuka hati dengan tawaran itu, tapi si adik laki-laki dan adik perempuan tampak enggan berpindah tempat sampai berteriak-teriak. Akhirnya proses pertukaran tempat duduk pun batal, tapi si mbak-mbak itu berbaik hati memberikan camilan kepada si adik laki-laki 😀

Nah, kebetulan teman saya juga melihat adegan itu, dan spontan dia langsung berbisik menjelaskan panjang lebar ke saya,

“Nah, itu dia gambaran rakyat Indonesia kebanyakan saat ini. Susah diajak menjadi lebih baik. Padahal daripada duduk nglekar di lantai yang kotor mending duduk di bangku yang memang sudah disediakan. Soalnya dia udah merasa nyaman dengan nglekar di lantai, dia ngga mau keluar dari zona nyamannya, padahal itu untuk kebaikannya sendiri. Itu juga yang menjelaskan kenapa banyak orang tinggal di daerah kumuh di kota besar, atau di bantaran sungai yang jelas-jelas daerah banjir”

Saya cuma manggut-manggut membenarkan.

“Kadang-kadang, di Indonesia itu sarana-prasarana maupun infrastruktur sudah bagus, tapi masyarakatnya sendiri yang ngga mau diajak maju. Susah juga sih,” lanjutnya lagi menyimpulkan.

Dan lagi-lagi saya juga manggut-manggut mengiyakan. Kemudian pembicaraan beralih ke hal lain.

Keluarga itu kemudian turun di stasiun Pondok Cina.

..

.

p.s. judul dibuat gitu karena kebetulan saya lagi iseng nonton ulang Densha Otoko 😛