Archive for November, 2011

It’s All Started by Antilles

Hari Rabu yang lalu saya sempat ngobrol-ngobrol sembari makan siang bersama bu bos saya dan seorang profesor dari Belanda, sebut saja prof O. Sang profesor mengeluh salah menata jadwal karena beliau akan kembali ke Belanda pada hari Minggu, dan Seninnya harus mengadakan rapat di Breda dengan perwakilan dari beberapa negara. Rapatnya membahas tentang penggunaan eksonim (nama lokal untuk tempat asing, misal Jepang dalam Bahasa Indo atau Japan dalam English untuk Nippon) di negara-negara berbahasa Belanda. Perwakilan yang ikut rapat adalah dari Belanda, Belgia, Suriname, dan Aruba. Saya bertanya apakah Kepulauan Antilles masih merupakan wilayah Belanda. Ternyata kepulauan tersebut sudah lama menjadi negara-negara dengan status special municipalities.

Beliau menambahkan, meskipun menggunakan hukum Belanda, masyarakat di special municipalities itu masih sedikit tradisional. Sebagai contoh, mereka menolak legalitas pernikahan sesama jenis, yang mana dilindungi oleh hukum Belanda. Ketika Ratu Belanda berkunjung ke situ, masyarakat beramai-ramai berunjuk rasa menolak hukum tersebut. Kami pun terlibat pembicaraan hangat soal itu.

saya: “I can understand why they did that. Many people still could not accept these phenomenon. I myself feel strange with them.”

bu bos: “Yes, me too. I once take a walk in New York, and walking into gay area, but I was with companion so no problem for me”

prof O: “Well, it’s not contagious at all. My wife’s brother is a gay, and he’s the best uncle for all of my children and nephew. And their parents never told them to avoid him.”

saya: “I know.Β I’m not against nor dislike them.Β It just deep inside my heart I simply don’t want to be like them”

prof O: “Well, to be honest, deep inside my heart I was relieved that my son didn’t turn like them ^^”

πŸ˜† wuooo…… πŸ˜† πŸ˜†

Beliau pun menambahkan, “It’s all started by Antiles :mrgreen:”

πŸ˜›