Archive for September, 2010

Ngertos Mboten Panjenengan?

Semalem saya diajak temen nonton Sang Pencerah, film tentang K.H. Ahmad Dahlan, pendiri MU alias Muhamadiyah, bukan Manchester United apalagi MIPA Utara πŸ˜› :mrgreen:. Bioskopnya sepi banget, yang nonton ngga ada sepertiganya πŸ˜› mungkin karena nonton di jam 9 malem. Tapi kayaknya di jam biasa juga sepi-sepi aja πŸ˜› hehe..Β Nah, saya bukan mau mereview kok, cuma mau menceritakan kesan-kesan saya aja yang bikin saya dan teman-teman saya ketawa-ketawa πŸ˜›

(awas spoiler!)

Continue reading ‘Ngertos Mboten Panjenengan?’

Jiwa Yang Terikat Gravitasi

Sabtu kemarin, saya iseng main ke Dufan bersama 2 orang teman. Terakhir kali saya ke Dufan, sepertinya pas masih SMP (berapa tahun yang lalu ya? :P), dan juga ngga naik semua wahana :P.Β Nah, kemaren ini saya kemaruk pengen aja nyobain beberapa wahana ekstrim. Awal mula kami langsung mencoba Kicir-Kicir alias Power Surge.

Dengan pongahnya saya bilang ke temen saya, “Gini nih kalo mau belajar jadi pilot Gundam”. Temen saya cuma nyengir :mrgreen:.

Dan kamipun diputar-putar, berayun-ayun dan memasrahkan diri sepenuhnya pada gravitasi :mrgreen:

Hasilnya, saya buru-buru cari toilet buat ngeluarin isi perut πŸ˜† πŸ˜† 😳 πŸ˜›

Setelah agak puas muntah, oleh teman saya diajak naik wahana yang lebih santai, jadilah kami masuk ke Istana Boneka. Rupa-rupanya efek ikatan gravitasi ala Kicir-Kicir masih nyisa, sehingga saya sempat jackpot juga di perahu di jalur Istana Boneka πŸ˜† 😳 :P. Temen saya cuma nyengir antara pengen ketawa dan kasian ngeliat saya :P. Untung aja di bangku belakang kami itu pasangan yang lagi asik dengan dunianya sendiri, jadi kayaknya sih ga merhatiin kalo saya jackpot :P. Ato mungkin tau tapi ngga terlalu peduli karena dunia hanya milik berdua :P.

Setelah selesai naik Istana Boneka, kami beristirahat dulu. Akhirnya saya duduk-duduk dulu mengembalikan efek gravitasi, sementara dua teman saya pergi mencoba berbagai wahana lainnya :P. Setelah sekitar setengah jam duduk dan agak-agak tidur, saya merasa bosan dan akhirnya iseng foto-foto orang yang lewat maupun wahana-wahana lainnya.

ga kenal, asal moto aja ;p

ga tau nama wahananya ;p

gatau nama wahananya, tapi sering liat di anime ;p

Akhirnya saya menyusul dua teman saya, masuk ke wahana Perang Bintang. Dan saya langsung motong antrian ke sebelah temen saya yang sudah deket pintu masuk :P. Di wahana ini kita menembakin monster2 yang ada lampu ijo-nya. Meskipun cuma 8900, saya dapet skor paling tinggi dibandingkan dua temen saya, sayang ga sempat saya foto :P.

Setelah itu, kami bareng-bareng mencoba Arung Jeram, Niagara-gara, dan Rumah Miring, tapi males foto-foto soalnya basah-basahan :P.

Akhirnya, teman saya mengajak mencoba Tornado. Saya yang masih kena efek mabok gravitasi langsung pass :P. Saya merelakan diri jadi tukang foto aja buat dua teman saya πŸ˜›

Ada juga bocah, kayaknya SMP, yang disuruh jadi tukang foto ama keluarganya, tapi iseng-iseng moto bunga πŸ˜›

Akhirnya kami naik Hysteria. Saya sudah merasa sehat, jadi pe-de aja naik wahana tersebut :cool:. Komentar temen saya, “Antrinya sejam naiknya ga ada semenit” πŸ˜›

Setelah Hysteria, dua teman saya naik Kora-Kora. Seperti biasa saya pass untuk wahana yang menimbulkan mabok gravitasi :P. Kemudian kami mencoba masuk Journey to The Center of The Earth. Kata temen saya, “Ngga berkesan, sama aja kayak nonton filmnya” :P. Saya sih cuma ngiyain aja :P.

Akhirnya kami pulang juga karena waktu sudah jam 7 malam.

Kesimpulan: saya pilih jadi pilot Gundam 08th MS Team aja, operasinya di darat dan di hutan belantara, karena saya termasuk orang-orang yang terikat gravitasi 😎 *ga nyambung* πŸ˜›

Gundam Gulana

Because a picture tells thousand words

ozma's vf-25

hajime!!

anooo...

camille's gundam

oye!

fu..!

urryyaa!!!

nyawn...~


Hayase Fanboy

Saat ini saya sedang menonton ulang seri Macross Frontier, gara-gara beli barang di bawah ini semingguan yang lalu πŸ˜›

VF-25 Ozma

VF-25 Ozma-2

Seperti diketahui, Macross Frontier bersetting sekitar 50 tahun dari seri Macross pertama. Nah, di episode 13, menceritakan tentang Macross generasi pertama, dengan kaptennya Captain Global. Di Macross pertama, tokoh utama adalah Ichijo Hikaru, Lynn Minmay, dan Β Hayase Misa. Seri Macross ini pernah ditayangkan di Indosiar dulu, sekitar tahun 90-an.

Nah, saya jadi inget sebuah perdebatan konyol antara saya dan temen kos saya dulu. Kami bernostalgila sekaligus berdebat tentang mana yang lebih cakep, Minmay ato Hayase πŸ˜† :P. Teman saya ngotot kalo Minmay yang ceria dan muda dan idol pula adalah wanita tercantik di dunia Macross, sementara saya lebih terpesona oleh kedewasaan dan ke-tsundere-an Hayase :lol:. Karena ketika diputer di Indosiar kami sama-sama tidak menonton sampai tamat, maka kamipun berspekulasi akan jadi dengan siapa si Hikaru. Seperti diketahui bersama, syarat tidak tertulis dari seri Macross adalah: dogfight seru, mecha fighter-gerwalk-battroid, musik dan lagu yang selalu mengalun, dan triangle love :mrgreen:. Nah, untuk poin terakhir ini, teman saya sampe bela-belain nonton DVD bajakan van Mataram Macross The Movie: Do You Remember Love untuk mengetahui endingnya. Tentu saja saya menjagokan Hayase, dan ternyata memang benar Hikaru akhirnya menikah dengan Hayase yang merupakan atasannya dan beberapa tahun lebih tua :mrgreen:. Β Dia cuma mrengut ketika selese menonton movie tersebut saya berkomentar, “gadis muda memang menarik untuk dilihat dan menyegarkan layaknya bunga, tapi kematangan wanita dewasa tetap lebih ranum dan enak untuk dipanen 😈 “. Oleh teman saya cuma dikomentarin begini, “itu bukan mateng, tapi udah kelewat mateng sampe busuk” :lol:. Dan sejak saat itu, dia selalu “menghina” selera saya akan wanita dewasa :P, menyebut cewek lebih tua yang tampak dewasa dengan sebutan Hayase, dan sepertinya dia kena karma ketika dia sempat naksir temennya yang lebih tua πŸ˜†

Well, cerita masa lalu yang menyenangkan dikenang, dan sepertinya saya bakal nonton ulang Macross TV Series gara-gara ngutak-atik barang di bawah ini πŸ˜›

VF-Roy