Useless

I was in the supermarket this afternoon, for weekly grocery shopping.

I was looking at some breads and croissants, when suddenly a boy-with 5 euro bills on his hand-approached me and called me.

“Meneer!”

“Ja?”

“Ik adaldh klalfhalhfl  lkfhalhflahf alskfhalfhal lafsdfowe? (speaking in Dutch)”

Here’s the thing, I think he asked about the price of the breads, or maybe he asked me to pick some breads for him since he’s still too short to pick by himself. But I didn’t know how to answer, well, to be fair I didn’t really understand what he said :| .

My respond was just shrugging and said, “I don’t know…”

adam-lallana-liverpool-1

Gosh, I feel so useless, even I can’t explain simple thing like that to kid -_-. Luckily there were two ladies who want to buy breads as well. So the boy turned to those ladies as I didn’t give him expected respond.

Well, I realised that being foreigner here in Netherlands, I rarely have a chance to speak Dutch, except basic cashier-chat in the shop or supermarket. Even them (the cashiers), just like most people here, switch to English when they see doubt or nervousness in my face. I guess that’s OK for teenagers or adults, but that doesn’t work with kids. I recall that when I played badminton with my friends, suddenly three kids came in and playing around with unused rackets and shuttlecocks.

I wanted to explain them how to play it, but I didn’t know how to tell them ^^. In the end I just gave them example and tried my best to explain in silly-sounded-Dutch-mixed English ^^.

So, I think it’s better to learn local language if you live in a place whose language unfamiliar to you, even if they can communicate with you in another common language. To be fair, I know that’s quite obvious. I write that just because I want to put something here for closing this post.😛

For the Future

Another unimportant post😛. First, take a look/listen to this song:

For The Future – Do As Infinity

I can’t embed since it has “Embedding disabled by request” for this video. However, I managed to embed lower quality video of this song as shown below:

I used to listen to this song around ten years ago. Somehow I felt sentimental back then since I somewhat understand some of the lyric, yet I’ve never really checked the actual lyric nor its meaning. Recently I’ve tried to listen to it, and trying my best to reconstruct the lyric in romanji based on what I heard. The result are below:

daredatte ichido wa
aozora wo toberu sa
kyou kara kimi no
genkai mezase for the future

yaritai koto mo gaman shitetari
yosebaii no ni otona buttari
kotowaru koto mo dekinakattari
hontou no kimi wa doko e itte no

kyou ka shoudo ari no jinsei nante
unzari sono dashou saa ikou

daredatte ichido wa
aozora wo toberu sa
hontou no kimi wa
ima misete yo for the future

ato sukoshi ne
mata tsuyoku nareru sa
kagayaku toki wo
kakeruke yo wo for the future

boku wa jiyuu nanda
saa ikou yo

daredatte ichido wa
aozora wo toberu sa
kyou kara kimi no
genkai mezase for the future

saa ichido wa
ano sora wo tobou yo
kyou kara kimi no
genkai mezase for the future

saa ichido wa
ano sora wo tobou yo
furusubi itode
genkai mezase for the future

Then I compare with the actual lyric in romanji from globemoon.net, as shown below:

Daredatte ichido wa oozora o toberu sa
Kyou kara kimi no genkai mezase
For The Future

Yaritai koto o gaman shitetari
Yoseba ii no ni otona-buttari
Kotowaru koto mo dekina kattari
Hontou no kimi wa doko e itta no

Kyoukasho doori no jinsei nante
Unzari sore deshou
Saa ikou!!

Daredatte ichido wa oozora o toberu sa
Kyou kara kimi no genkai mezase
For The Future

Tameiki tsuku hima nante nai no sa
FURU SUPIIDO (Full Speed) de genkai mezase
For The Future

Jinsei to yuu na no SUTOORI (Story)
Kono SHINARIO (Scenario) wa kimi ga shuyaku da
Nanika fuman ga aru no dattara
Douzo katte ni kaki naoshichae

Nanimo yaranaide tsubekobe yuu no wa
Tanoshikunai desho
Saa ikou!!

*the yellow part above were not found on the clip that I’ve listen to*

Daredatte ichido wa oozora o toberu sa
Hontou no kimi o ima misete yo
For The Future

Ato sukoshi de mata tsuyoku nareru sa
Kagayaku toki o kakenuke yo
For The Future

Bokura jiyuu nanda
Saa ikou yo!!

Daredatte ichido wa oozora o toberu sa
Kyou kara kimi no genkai mezase
For The Future

Saa ichido wa ano sora o tobou yo
Kyou kara kimi no genkai mezase
For The Future

Saa ichido wa ano sora o tobou yo
FURU SUPIIDO (Full Speed) de genkai mezase
For The Future

And the verdict is, not too shabbyğŸ˜›ğŸ˜Ž

I made some minor mistakes in o as mo, or kakenuke as kakeruke, but the most irritating mistake was FURU SUPIIDO as furusubi itode😆😆

I was tricked by Engrish!😆

Alright, after submit relaxing time is over, now I better back to work on my slide😛

It’s not their hobby

One fine morning, in a bright, clement room, sat four people. Prof K, Miss P, Student A, and Student B. Prof K explaining some new things, well, not entirely new since those two students have attended his class about it in the previous month.

Prof K : “So, as I have explained, you will need tools to visualize it properly. You will need to code as well”

Miss P : “How’s your programming skill?”

Student A (grinning with full of guilt) : “…Err…”

Student B (grinning with even more guilt) : “…Ahahahaha…”

Prof K (smiling condescendingly in comical way) : “It’s not their hobby, I can tell by looking at their face”

Miss P (giggling condescendingly in even more comical way) : “Don’t worry! It’s not everyone’s hobby, nobody like it, but you MUST learn it! Hahaha”

Then everyone laughing, with two main different reasons.

—0—

So that’s it. For the next two weeks this song will be heard frequently😆

While for the next six months this song will be the routine

Senbonzakura

Belakangan ini saya sedang suka mendengarkan Senbonzakura, lagu orisinil Vocaloid yang aslinya dinyanyikan suara Hatsune Miku. Entah kenapa akhir-akhir ini suka nyetel lagu ini lagi, mungkin karena sudah bulan Maret (masuk musim semi) meskipun di sini ngga ada sakura😛.

Ada banyak versi cover dari Senbonzakura ini, cuma yang saya suka tonton/dengerin ada empat versi, dua dengan vokal dan dua lainnya hanya instrumen.

1. Lindsey Stirling (biola)

link yutub

Pertama kali saya denger Senbonzakura dari mbak Lindsey ini, sekitar setahun yang lalu. Saya emang ngikutin channel-nya Lindsey sih, sejak nemu video cover Skyrim-nya dia dan Peter Hollens beberapa tahun lalu waktu masih asyik main Skyrim😛.

2. Hatsune Miku (vokal orisinil)

link yutub

Versi vokal asli, saya suka liat video ini sambil menikmati “keimutan” suara Hatsune Miku😛

3. Wagaki Band (vokal band -sepertinya- indie Jepang)

link yutub

Versi fusion instrumen musik klasik Jepang dan band rock disertai vokal yang agak “mengklasik”. Sepertinya sih band ini memang alirannya fusion instrumen klasik-rock atau semacam itu. Suara mbak-nya mendayu-dayu mencoba “meng-kuno” gimana gitu.

4. Ga tau namanya, berdasar komentar yutub kemungkinan namanya Muoyun (Chinese ghuzheng)

link yutub

Versi favorit saya, datang dengar musik, pulang liat kucing😀

 

Playlist of The Day

Dame! – Izumi You

Alive – Raico

Quite representative with today’s mood😐

Quentyn Martell, Semacam Eddard Stark-nya Dorne

Sekitar seminggu yang lalu saya selesai membaca A Dance With Dragons, buku kelima dari seri A Song Of Ice And Fire karya George R.R. Martin. Di buku kelima ini, ada POV karakter yang bernama Quentyn Martell. Quentyn adalah anak kedua dari Doran Martell, penguasa Dorne. Di serial tv-nya Quentyn tidak dimunculkan, di season 5 ini malah Trystane Martell (adiknya Quentyn) yang banyak nongol.

Disclaimer: selanjutnya akan penuh dengan spoiler dari buku kelima! Continue reading ‘Quentyn Martell, Semacam Eddard Stark-nya Dorne’

Seandainya Bangsa Eropa Tidak Datang ke Nusantara

Preambule:

Beberapa minggu lalu saya mengikuti sebuah diklat, dan tulisan di bawah ini adalah salah satu tugas diklat tersebut. Iseng-iseng saya posting aja di blog ini, biar ada postingan:mrgreen:

————–

Indonesia menganut azas uti possidetis juris, prinsip di mana suatu negara yang baru merdeka mewarisi wilayah bekas penjajahnya. Indonesia adalah bekas wilayah jajahan Belanda. Wilayah Indonesia saat ini merupakan bekas wilayah Hindia Belanda. Belanda pernah menyepakati traktat perjanjian (treaty) dengan Inggris di Pulau Kalimantan dan Papua dan dengan Portugis di Pulau Timor terkait pembagian wilayah jajahannya. Itulah mengapa Indonesia memiliki batas darat dengan negara lain, yaitu Malaysia di Pulau Kalimantan, Papua Nugini di Pulau Papua, dan Timor-Leste di Pulau Timor (meskipun yang disebut terakhir sepertinya agak sensitif di mata beberapa kalangan).

Apa yang kira-kira terjadi jika bangsa Eropa tidak pernah datang ke Nusantara? Bangsa Eropa pertama yang datang ke nusantara adalah Portugis. Pada tahun 1511 Portugis bahkan berhasil menguasai Malaka, yang pengaruhnya terbentang dari Semenanjung Malaya ke sebagian Pulau Sumatera. Mari kita asumsikan tahun 1511, atau sekitar awal abad XVI, sebagai titik awal perandaian kita.

Bagaimana kondisi geopolitik di nusantara pada sekitar tahun 1511? Di Pulau Jawa terdapat beberapa kerajaan, baik lama maupun baru. Di bagian timur, Kerajaan Majapahit sudah berada di ujung keruntuhannya. Agak ke barat Kerajaan Demak sedang bersiap memberi pukulan penghabisan kepada Majapahit. Lebih ke barat lagi terdapat Kesultanan Cirebon yang baru melepaskan diri dari Kerajaan Sunda.

Di Pulau Sumatera, Kerajaan Samudera Pasai dan Kesultanan Aceh bersaing berebut pengaruh di bagian utara. Di bagian tengah terdapat Kerajaan Pagaruyung (Minangkabau) dan Kerajaan Palembang. Sebagian besar wilayah di bagian tengah Sumatera berada di bawah pengaruh Kesultanan Malaka. Sedangkan di bagian selatan berada di bawah pengaruh Kerajaan Sunda.

Di Pulau Kalimantan, Kerajaan Brunei menguasai bagian utara pulau tersebut. Pengaruh Brunei saat itu juga mencapai pesisir Kalimantan dan sebagian Filipina. Selain Brunei, terdapat Kerajaan Kutai Kertanegara dan beberapa kerajaan Melayu lainnya. Suku Dayak yang bermukim di bagian pedalaman pulau relatif tidak terlalu tersentuh oleh pengaruh kerajaan-kerajaan di pesisir pantai Kalimantan.

Di bagian timur nusantara relatif sedikit memiliki catatan sejarah sebelum abad keenambelas. Kerajaan Gowa masih baru tumbuh di Sulawesi bagian selatan. Di sebelah timurnya Kesultanan Ternate sudah memiliki pengaruh sampai ke bagian timur Sulawesi dan bagian barat Papua.

Dengan gambaran geopolitik yang demikian, terdapat beberapa skenario yang mungkin terjadi jika bangsa Eropa tidak pernah datang ke nusantara. Pertama, kerajaan-kerajaan tersebut akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan kekayaan alamnya masing-masing. Kerajaan dengan sumberdaya alam miskin akan runtuh dengan sendirinya dan mungkin “bergabung” dengan kerajaan di sekitarnya yang lebih kaya. Kerajaan kaya akan tumbuh menjadi kekuatan besar dan menarik kerajaan-kerajaan di sekitarnya untuk tunduk dalam sistem upeti (tributary vassal) atau melebur ke wilayahnya. Hasilnya adalah akan ada banyak sekali negara di nusantara, dengan kekuatan maupun ukuran yang bervariasi.

Kedua, kerajaan dengan sumberdaya tinggi akan menguasai kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya. Politik penaklukan cukup lazim dilakukan di zaman itu. Kerajaan-kerajaan kecil akan tersapu dengan sendirinya. Ketika kondisi sudah mencapai status quo di mana kerajaan-kerajaan yang tersisa memiliki kekuatan relatif seimbang, kemungkinan akan terjadi aliansi antarkerajaan. Aliansi ini bisa didasarkan pada kesamaan bahasa, budaya, ataupun agama. Hasilnya di nusantara akan terdapat beberapa negara yang cukup besar, setidaknya seukuran lima sampai sepuluh provinsi.

Ketiga, kelanjutan ekstrim dari skenario kedua. Kerajaan dengan kekuatan paling tinggi akan berusaha menaklukan seluruh nusantara. Dalam usaha penaklukannya bisa saja keraajan tersebut menggandeng kerajaan lain dalam suatu aliansi. Setelah seluruh nusantara disatukan barulah kue kekuasaan dibagi di antara dua (atau lebih) kerajaan tersebut. Hasilnya akan ada satu negara besar di nusantara ini.

Dari ketiga skenario tersebut, manakah yang menurut Anda paling mungkin terjadi?