Engkong-engkong di bandara

Di jam-jam terakhir tahun 2017, saya mendadak pengen posting sesuatu, hitung-hitung buat mengisi satu-satunya postingan di tahun 2017 😆

Jadi bulan November kemarin, saya berkesempatan untuk berkunjung ke China. Bukan, saya bukan mau cerita soal gimana perjalanan saya selama di China. Saya pengen cerita pas perjalanan pulangnya saja. Saya pulang dari Nanning, di Provinsi Guangxi, provinsi paling selatan di China. Pesawatnya delay lumayan lama, sampai 6 jam. Nah, di bandara tersebut saya ketemu dengan engkong-engkong berusia sekitar 60-an tahun. Awalnya beliau hanya memandang saya yang ngobrol dengan teman saya (dalam bahasa Indonesia), kemudian ketika saya duduk di sebelahnya beliau menyapa saya dalam bahasa Mandarin. Tentu saja langsung saya jawab kalau saya tidak bisa bahasa Mandarin dalam bahasa Inggris. Eh beliaunya langsung ngajak saya ngobrol dalam bahasa Indonesia :lol:.

Si engkong ini adalah pensiunan pegawai provinsi Guangxi, meskipun dia tidak bilang apakah pegawai negeri atau bukan. Dia bercerita kalau dia dulu lahir di Malaysia, dan tumbuh besar di situ sampai umur 18 tahun. Kemudian dia sempat merantau ke Jakarta untuk bekerja selama beberapa tahun. Lalu di umur 20-an dia pergi ke China untuk bekerja di sana, dan akhirnya menjadi warga negara China. Macam-macam hal dia ceritakan, mulai dari sejarah hidupnya (yang sudah saya tuliskan di awal paragraf ini), apa pekerjaannya, apa kegiatannya setelah pensiun, bagaimana pemerintah China memperlakukannya, bagaimana pembangunan di China yang begitu ambisius, dan tak lupa nasihat khas orang tua terhadap anak muda matjam saya :lol:.

Dalam pekerjaannya dulu dia sering bertemu dengan orang Indonesia. Menurut dia banyak orang Indonesia (biasanya pengusaha atau mahasiswa) yang datang ke Guangxi, dan biasanya dia diminta oleh pemerintah Guangxi sebagai penterjemah. Dia menunjukkan beberapa nama orang Indonesia di buku catatannya untuk meyakinkan saya. Setelah pensiun, dia lebih banyak pelesir dan bersilaturahmi dengan saudara-saudaranya (dia masih punya banyak saudara di Malaysia dan Indonesia) untuk mengisi hari tuanya. Dia bilang dia ke Indonesia untuk mengunjungi saudaranya di Jakarta, Sumbawa, dan Timor-Leste. Menurutnya pemerintah China sangat generous terhadap para pensiunan pegawainya. Pelesiran dia kali ini menurut dia dibiayai dari dana pensiunnya.

Mengenai pembangunan di China, menurut dia pemerintah China benar-benar menggenjot pembangunan infrastruktur. Penduduk-penduduk yang tinggal di lokasi proyek direlokasi ke gedung apartemen, sehingga lahan yang ditinggalkan bebas dibangun atau dikerjakan sesuatu oleh pemerintah. Saya iseng bertanya apakah penduduk tersebut pindah dengan sukarela? Kata dia, “Ya yang meminta pindah dan membeli lahannya memang perusahaan, tetapi di belakangnya ada pemerintah jadi ya warga menurut-menurut saja. Lagipula pembayarannya pantas, kok.” Saya cuma nyengir saja :P.

Saya jadi teringat salah satu mahasiswa di Wuhan yang menjadi panitia selama kegiatan saya di China. Dia tinggal di Wuhan dari lahir, dan menurut dia kota tersebut berubah sangat banyak dalam 5 tahun terakhir. Ketika kecil keluarganya tinggal di rumah di pinggiran sungai Yangtze, kemudian ketika dia berusia sekitar 6 tahun mereka pindah ke gedung apartemen yang disediakan oleh pemerintah, dan tinggal di situ sampai sekarang.

Nah, soal wejangan khas orang tua, dia mencontohkan dirinya sendiri yang masih tampak sehat dan masih lincah di usia mendekati 70. Nasihatnya mirip-mirip wejangan yang familiar di sini: jangan minum (alkohol), jangan berjudi, dan jangan main perempuan. Menurutnya itu rahasia sehat sampai tua. Saya manggut-manggut saja.

Akhirnya kamipun naik pesawat ketika tiba waktunya, dan kami berpisah ketika pesawat mendarat di Jakarta keesokan harinya.

Demikian postingan satu-satunya di tahun 2017 ini, selamat datang 2018 :mrgreen:

Advertisements

1 Response to “Engkong-engkong di bandara”


  1. 1 TamaGO January 2, 2018 at 08:20

    6 jam itu mah udah bukan lumayan lagi -_-
    hebat juga si engkong udah 60an masih bisa keluyuran sendiri ke luar negeri


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s




Advertisements

%d bloggers like this: