Archive for December, 2009

Wanita Petarung

Sesuai judul, saya ingin berbagi kesan terhadap beberapa seri manga/anime/novel dengan tokoh utama wanita petarung. Entah kenapa “fighter women” itu tampak keren dan seksi di mata saya ๐Ÿ˜ณ :mrgreen:. Tentu saja, genre dari anime/manga/novel ini adventure fantasy, yang paling memungkinkan munculnya karakter wanita petarung :mrgreen:

World Destruction – Sekai Bokumetsu no Rokunin (anime)

Anime ini diangkat dari game untuk Nintendo DS keluaran Sega berjudul “Sands of Destruction (World Destruction – Michibikareshi Ishii)”, dikerjakan oleh Production I.G. dan tayang pada musim panas tahun lalu di Jepang.

Menceritakan Morte Asheera, seorang wanita manusia pengembara yang berniat untuk menghancurkan dunia dengan sebuah benda bernama “Destruct Code” yang konon mempunyai kekuatan untuk menghancurkan dunia, hanya belum diketahui bagaimana cara mengaktifkannya. Dunia yang menjadi latar World Destruction ini berada dalam kondisi manusia dijajah oleh ras hewan berakal yang disebut “Feral”, dan bumi diselimuti oleh lautan pasir di permukaannya. Morte, yang bersenjatakan semacam bumerang raksasa, memiliki ambisi untuk menghancurkan dunia yang dihuni oleh Feral karena di masa lalu adiknya tewas dalam suatu pertempuran antara manusia-Feral. Dia adalah anggota satu-satunya dari World Destruction Committee yang bertujuan menghancurkan dunia dan merupakan buronan nomor satu oleh para Feral. Morte kemudian bertemu dengan Kirie Illnis, seorang manusia yang terkesan penakut dan pengecut :lol:, dan Toppi Topran, seekor Feral dari ras beruang (yang tampilannya mirip teddy bear :lol:) yang berprofesi sebagai pemburu hadiah. Mereka berdua akhirnya (dipaksa :P) menjadi anggota World Destruction Committee.

Secara keseluruhan temanya umum, khas RPG, beberapa orang membentuk party untuk kemudian bertualang. Jalan cerita juga standar saja, sudah umum dan rada mudah ditebak. Humor-humor yang bertebaran lumayan menghibur sih, apalagi meskipun tidak sampai membuat tertawa terbahak-bahak. Mungkin disain karakter yang menurut saya menjadi poin plus, khas shonen :mrgreen:. Dan, yang membuat saya tertarik tentu saja karakter Morte (seiyuu-nya Sakamoto Maaya) yang menurut saya keren pisan, galak-galak cool gimanaaa gitu :mrgreen: ๐Ÿ˜†

Claymore (manga – anime)

Manga ini dibuat oleh Norihiro Yagi, diterbitkan mulai bulan Mei 2001 dan masih berlanjut sampai sekarang, terakhir sampai volume 17. Di Indonesia diterbitkan oleh Elex Media Komputindo dan baru sampai volume 14. Pada tahun 2007 anime-nya yang diproduksi oleh studio Madhouse tayang dari bulan April sampai September sepanjang 26 episode. Secara umum alur cerita antara manga-anime sama sampai episode 24, hanya di 2 episode terakhir anime-nya mengambil ending yang berbeda (jelas karena manga-nya belom tamat :lol:)

Dunia di Claymore berlatar seperti abad pertengahan, di mana terdapat makhluk yang disebut Yoma, yaitu semacam iblis yang memakan organ dalam manusia. Manusia tidak berkutik karena secara kekuatan yoma jauh lebih kuat dibandingkan manusia. Untuk melawan yoma, dibentuklah sekumpulan prajurit wanita yang merupakan separuh yoma separuh manusia. Hanya wanita yang bisa ditransplantasikan kepala yoma untuk menjadi prajurit tangguh yang mampu bertarung melawan yoma tersebut. Ciri khas prajurit wanita itu adalah memiliki rambut dan mata yang berwarna keperakan dan menggunakan pedang besar sebagai senjata, sehingga oleh masyarakat menyebut mereka “Claymore, Penyihir Wanita Bermata Perak“. Untuk menyewa seorang prajurit claymore, sebuah desa harus mengeluarkan bayaran yang cukup mahal, ditambah dengan unsur separuh yoma di tubuh mereka, kebanyakan masyarakat benci-benci-butuh terhadap keberadaan prajurit wanita tersebut.

Clare, salah seorang claymore, sedang bertugas ke sebuah desa untuk membasmi yoma. Di desa tersebut dia bertemu dengan Raki, bocah manusia yang ternyata kakaknya adalah yoma yang menyamar. Seluruh keluarga Raki telah dimakan oleh yoma tersebut, dan ketika yoma itu sudah terbantai oleh Clare, penduduk desa menolak mengurus Raki karena keluarganya terjangkit yoma. Akhirnya Clare membiarkan Raki mengikutinya mengembara keliling benua untuk melaksanakan tugas membunuh yoma. Sepanjang perjalanan mereka bertemu dengan berbagai tipe yoma, dijelaskan pula alasan dari Clare menjadi prajurit claymore, serta berbagai intrik yang terjadi di dalam organisasi itu sendiri.

Yang membuat saya tertarik menonton adalah setting cerita yang bergaya Eropa abad pertengahan, dan (tentu saja) tokoh utama cewe jagoan yang cool :mrgreen:. Jalan cerita cukup serius dan kelam, hampir tidak ada humor. Adegan action juga tergambar lumayan rapi, khas manga shonen ;). Mungkin bagi anda yang tertarik dengan jalan cerita yang rada-rada angst gitu, silakan baca manga-nya atau tonton anime-nya ๐Ÿ˜‰

Seirei no Moribito / Moribito, Guardian of The Spirit (novel)

Novel karya Naoko Uehashi ini adalah seri pertama dari 10 seri Moribito karyanya. Diterbitkan pada tahun 1996 sebagai bacaan anak-anak, tetapi juga memiliki banyak penggemar dewasa. Pada tahun 2007 novelย  ini diterbitkan ulang dalam format bunkobon. Di Indonesia novel ini diterbitkan oleh Penerbit Matahati pada bulan November 2009 kemarin.

Pada bulan April 2007 novel ini diangkat menjadi anime oleh Production I.G. sepanjang 26 episode. Konon kabarnya terdapat banyak perbedaan antara versi manga dan versi anime, tapi karena saya belum menonton anime-nya, maka saya belum bisa berkomentar mengenai animenya, yang saya bahas novelnya saja :mrgreen:. Gambarnya aja yang diambil dari animenya ๐Ÿ˜› hehe…

Latar cerita adalah dunia antah berantah di mana dunia kasat mata dan dunia tak kasat mata berjalan beriringan. Di sebuah benua terdapat kerajaan yang bernama New Yogo, yang dihuni oleh orang-orang Yogo, yang merupakan suku pendatang, dan orang-orang Yakoo, yang merupakan penduduk asli daerah tersebut. Chagum, pangeran New Yogo yang masih berusia 10 tahun, mengalami “kecelakaan” yang disinyalir sebagai percobaan pembunuhan di sebuah jembatan.ย  Balsa, seorang wanita ahli tombak dari negeri Kanbal yang kebetulan lewat, berhasil menyelamatkan jiwa sang pangeran. Ternyata di dalam tubuh Chagum terdapat sebuah makhluk dunia tak kasat mata yang belum diketahui kejelasannya. Karena dianggap aib dan mebahayakan stabilitas negara jika diketahui sang pangeran kesurupan, maka Chagum beberapa kali telah dicoba untuk dihabisi dengan disamarkan sebagai kecelakaan. Oleh ibu Chagum yang merupakan permaisuri kedua, Balsa disewa sebagai pengawal pribadi Chagum yang nyawanya beberapa kali terancam. Kemudian Balsa dan Chagum harus melarikan diri dari lingkungan kerajaan, dan menghadapi , dan menghindari, kejaran para Pemburu yang diutus oleh ketua Penafsir Bintang kerajaan New Yogo. Ketua penafsir bintang sendiri berfungsi sebagai penasihat spiritual merangkap perdana menteri bagi kerajaan New Yogo. Cerita berlanjut dengan masa-masa persembunyian Chagum bersama Balsa di hutan dan gua selama musim dingin, dan musuh lain yang mengincar Chagum selain dari pihak istana New Yogo, dan pengungkapan berbagai misteri dunia tak kasat mata yang berjalan berdampingan dengan dunia kasat mata.

Jalan cerita cukup lumayan, tidak terlalu berat tidak terlalu enteng, dan tidak terlalu sulit dicerna. Yang menarik terdapat manuver politik yang sepertinya cukup sering dilakukan juga di dunia nyata, terkait dengan mitologi dan legenda. Istilah-istilah dan karakter-karakter di dunia “Moribito” dijelaskan di halaman tersendiri di bagian akhir novel ini. Dan pada catatan penulis dijelaskan bahwa ide awalnya dari adegan seorang wanita menggandeng seorang bocah di sebuah film yang dia sendiri lupa judulnya :lol:. Dalam hal ini, saya sependapat dengan sang pengarang bahwa adegan seperti itu bisa menghasilkan cerita wanita pengelana menggandeng tangan seorang bocah di sebuah dunia antah berantah :mrgreen: *dasar anekon* ๐Ÿ˜†

..

gambar diambil dari sini, sini, dan sini ๐Ÿ˜‰

Sands of Destruction

Advertisements

Nonton Konser Musik Jazz ~xD

Yak, saya baru saja pulang dari nonton UGM Mandiri Jazz di GSP tadi ;). Jangan salah, saya tidak begitu suka musik jazz, malah bisa dibilang saya kurang bisa menikmati musik jazz :P. Tapi karena diajak oleh teman-teman saya (yang kebetulan juga ngga suka musik jazz ๐Ÿ˜† ) maka saya terima saja ajakannya. Lagipula mumpung masih di Jogja saya masih bisa main dengan teman-teman saya itu :D.

Musisi yang tampil antara lain Barry Likumahua Project feat Benny Likumahua, Bertha, Ello, Syaharani, dan Java Jazz. Ya paling tidak saya pernah denger nama-nama itu, meskipun yang Likumahua saya taunya dari rekaman acara radio-nya Warkop yang menyinggung-nyinggung Uta Likumahua :mrgreen: hehe… Dari semua lagu yang dibawakan, saya cuma kenal lagu-lagu yang dibawakan Ello :lol:. Itu juga saya hanya suka lagu pertama, yaitu Wonderwall-nya Oasis yang dibawakan secara jazz oleh kolaborasi Barry Likumahua Project dan Ello :mrgreen: :lol:. Bahkan ketika Benny Likumahua tampil, dia dan anaknya (Barry) tampaknya hanya asyik memainkan alat musiknya sendiri saja mengabaikan kebosanan penonton yang datang dari genre musik pop-rock (maksudnya saya ๐Ÿ˜› ๐Ÿ˜† ) hehehe… Meskipun begitu, solo drum Gilang Ramadhan dan musik penutup berjudul Bulan Di Atas Asia dari Java Jazz cukup menyenangkan menurut saya ๐Ÿ˜‰

Kalo mengamati penonton yang hadir tadi, saya jadi teringat dengan buku seri Lupus yang pertama, yang judulnya Tangkaplah Daku Kau Kujitak. Di buku itu ada bab yang menceritakan Lupus yang bekerja sampingan sebagai wartawan lepas majalah Hai meliput konser jazz di sebuah sekolah. Ternyata ABG-ABG yang menonton konser itu tidak bisa menikmati musik jazz dan ikut tepuk tangan dan goyang2 sebagai formalitas saja :P. Mereka menonton konser tersebut karena ingin mengangkat gengsi saja, berselera musik tinggi dengan menonton konser jazz (yang katanya musik untuk kalangan elit).

Nah, sepertinya penonton yang hadir tadi terbagi menjadi penonton yang benar-benar suka musik jazz, penonton yang tidak tahu musik jazz tapi ingin mengangkat gengsi, atau penonton yang datang karena beberapa musisi pop pendukung (Ello atau Syaharani) ikut tampil. Saya sendiri masuk kelompok yang keempat, yaitu penonton yang tidak suka jazz tapi saking ga ada kerjaannya iseng nonton konser jazz ๐Ÿ˜† :mrgreen: hehehe…

Yah, pesan sayaย  sih, selera musik orang kan beda-beda. Mau musik dangdut, pop, rock, melayu, jazz, klasik, rap, R&B, blues, atau bahkan musik daerah, tidak usahlah kita saling mencela selera musik orang, senorak apapun itu menurut anda, OK! ๐Ÿ˜‰

facepalm

……………….________
………………………………,.-โ€˜โ€……………….“~.,
………………………..,.-โ€……………………………..โ€œ-.,
…………………….,/………………………………………..โ€:,
…………………,?………………………………………………\,
………………./…………………………………………………..,}
……………../………………………………………………,:`^`..}
……………/……………………………………………,:โ€………/
…………..?…..__…………………………………..:`………../
…………./__.(…..โ€œ~-,_…………………………,:`………./
………../(_….โ€~,_……..โ€œ~,_………………..,:`…….._/
……….{.._$;_……โ€=,_…….โ€œ-,_…….,.-~-,},.~โ€;/….}
………..((…..*~_…….โ€=-._……โ€œ;,,./`…./โ€…………../
…,,,___.\`~,……โ€œ~.,………………..`…..}…………../
…………(….`=-,,…….`……………………(……;_,,-โ€
…………/.`~,……`-………………………….\……/\
………….\`~.*-,……………………………….|,./…..\,__
,,_……….}.>-._\……………………………..|…………..`=~-,
…..`=~-,_\_……`\,……………………………\
……………….`=~-,,.\,………………………….\
…………………………..`:,,………………………`\…………..__
……………………………….`=-,……………….,%`>–==“
…………………………………._\……….._,-….`\
……………………………..,<`.._|_,-&“…………….`\

ngetes ๐Ÿ˜› :mrgreen:

saos

Ctrl + Z

While I was lurking in a certain forum, I’ve stucked at this thread. It talks about how to reverse porridge (the TS didn’t explain what kind of porridge, but I assume it is rice porridge) back into rice. As almost all Indonesian knows, there are proverb said,

nasi sudah menjadi bubur (the rice’s already became porridge)

which means things that already change into another condition that can’t be undone.

Yet, I read this post, and I spontaneously laugh out loud, literally ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†

makes me wonder if there are such button in this real life ๐Ÿ™„ ๐Ÿ˜›

New ID : Arm Kai ~xD

After idly tried FB application “What’s Your Chinese Name”, it turned out that my Chinese name is “Kai” which means “victory” :mrgreen:

So, inspired by lambrtz‘s post comment here, I try to use “Kai” as my last name here in blogsphere ๐Ÿ˜Ž :mrgreen:

Maybe I’ll use this name for couple weeks, or months, or untill whenever I wish to change it ๐Ÿ˜›