Archive for July, 2009

Goonies dan Nostalgila

Ketika melihat-lihat isi file lama di komputer saya, saya menemukan file emulator nintendo dan banyak game-game nintendo jadul. Salah satunya adalah The Goonies. Game ini dirilis di tahun 1986 untuk platform nintendo, dan dibuat berdasarkan film dengan judul sama yang dirilis di tahun 1985. Kebetulan, di folder saya yang lain juga ada file film tersebut dalam format avi :mrgreen:

Saya bukan mau membahas game ataupun film tersebut. Mengenai game-nya, cukuplah dikatakan bahwa game ini ber-genre adventure dan lumayan susah (oke, saya bukan gamer :P), ditambah lagi seperti game nintendo kebanyakan, tidak disediakan save point di berbagai tempat sehingga kalau mati terus sampai “nyawa”-nya habis otomatis harus mengulang dari awal :P. Mengenai film-nya, ada teman saya yang sudah membahas film tersebut di sini dan di sini. Saya hanya mau sedikit bernostalgila dengan game dan film tersebut, dan berbagi sedikit trivia :mrgreen:

Saya pertama kali kenal game ini ketika masih SD, di konsol nintendo di rumah nenek saya :mrgreen: . Saat itu kalau lebaran tiba dan seluruh saudara mudik ke rumah nenek saya, biasanya kami (saya dan sepupu-sepupu saya) berebut untuk main nintendo πŸ˜† . Biasanya kami berkompromi untuk bergantian main. Nah, game The Goonies ini termasuk yang dilarang untuk dimainkan, karena selain dimainkan sendirian (tidak bisa berdua) biasanya matinya lama sehingga yang lain keburu bosan πŸ˜› . Tapi karena memang saya tertarik dengan game tersebut, tentu saja saya tetep pengen memainkannya. Biasanya saya akalin dengan bangun paling pagi sebelum sepupu-sepupu saya bangun dan memainkan game tersebut sepuasnya sendirian :mrgreen: . Sialnya selama main di rumah nenek saya saya belum pernah tamat sekalipun, dan baru tamat ketika saya (lebih tepatnya teman saya) memainkannya di rumah teman saya πŸ˜›

Sedangkan pertama kali saya menonton filmnya, juga ketika SD. Saya ingat, saat itu diputar di Indosiar hari Sabtu jam sepuluh malam. Mengingat saat itu saya masih SD, normalnya saya ngga bakal dijinkan untuk menonton TV sampe malem oleh orangtua saya. Tetapi saya nekat, dan karena malam minggu maka alasan saya untuk begadang lebih kuat dan ibu sayapun akhirnya mengijinkan :P. Waktu itu saya tidak begitu memperhatikan gambar maupun detilnya karena terlalu fokus pada cerita. Tetapi ketika beberapa waktu lalu menonton ulang, saya baru menyadari betapa 80-an-nya film ini πŸ˜† . Mulai dari model rambut karakter cewe, model jaket, musik, sampai pengambilan gambar yang kadang ngga fokus (2 orang berhadapan, tapi fokus kamera di tengah-tengah keduanya, sementara 2 orang tersebut hanya tersorot separuh πŸ˜› biasanya umum dijumpai di film-film Indonesia jaman Barry Prima dan Suzanna :P). Tapi ngga begitu bermasalah buat saya, karena yang penting spirit Goonies tetap merasuk ke dalam jiwa saya 😎 *ditimpuk*

Gara-gara film The Goonies itulah ketika SD dan SMP saya rada tergila-gila dengan petualangan mencari harta karun *sekarang juga masih ding*. Pernah suatu ketika salah seorang teman saya menyimpan “harta” di berbagai tempat di komplek tempat tinggalnya dan membuat peta untuk menemukannya. Tentu saja saya sangat bersemangat mencarinya πŸ˜€ dan meskipun “harta”-nya hanya berupa beberapa duit 500 dan 1000-an (waktu itu lumayan buat jajan :P) tapi saya tetap menikmatinya dan tak lupa berterimakasih kepadanya :mrgreen: . Sisi petualangan lainnya terjadi di masa SMP, ketika saya pergi ke sekolah dengan bersepeda. Biasanya sepulang sekolah saya dan teman-teman yang rumahnya sejalur menjelajah berbagai gang sempit sepanjang perjalanan pulang. Saking bersemangatnya pernah suatu ketika saya tercebur ke dalam got besar ketika menyeberangi sebuah jembatan kecil. Alhasil saya pulang dalam kondisi basah kuyup 😳 . Oleh teman saya gang tersebut secara informal dinamai “gang cegur” untuk mengenang peristiwa tersebut πŸ˜†

Jika Anda perhatikan, pemeran Mikey di film The Goonies adalah Sean Astin yang di tahun 2000 berperan sebagai Samwise, hobbit teman Frodo dalam trilogi Lord of The Rings. Selain itu, seperti sudah dibahas oleh teman saya di sini, film ini menjadi inspirasi band The Ataris dalam membuat albun dan lagu So Long Astoria. Maka sayapun sedikit ketularan beraliran sedikit nge-punk dengan mencoba mendengarkan lagu-lagunya :mrgreen: . Ada juga band Scotland bernama The Fratellis yang sepertinya terinspirasi dari nama keluarga penjahat yang juga memburu harta karun dalam film The Goonies :mrgreen: . Lagi-lagi saya iseng mencari lagu-lagunya, dan kebetulan banyak yang masuk selera saya :mrgreen: (Britania rules the wave 😎 )

Kalau diperhatikan lagi, dalam film The Goonies ini para tokohnya benar-benar kosmopolit :D. Ada Chunk yang keturunan Yahudi (mengingat dia merayakan Hanukah), Mouth yang keturunan Perancis (sepertinya, dari nama keluarganya “Deveraux”), Data yang keturunan China (atau Vietnam atau Korea, ngga begitu jelas :P), para penjahat The Fratellis yang keturunan Italia, sampai si pembantu Rosalita yang orang Hispanik-Meksiko :mrgreen: . Hehe.. yang begitu sih sudah sewajarnya ya di Amerika ^^’

Yak.. begitu saja kesan dan nostalgila saya bersama Goonies. Mungkin saja ada di antara Anda sekalian yang memiliki nostalgila serupa? ^^’

p.s. tadinya saya mau naroh gambar skrinsyut dari game nintedo jadul tersebut, tapi ternyata susah meng-capture gambar dari emulator 😐 jadi ya terpaksa kali ini tanpa gambar ^^

Burjopun Punya Cerita

Tadi sore ada teman saya yang bilang akan datang ke kosan saya untuk numpang menyetrika malam ini. Setelah sudah lama ditunggu dan dia tak kunjung datang juga, sementara naga di perut saya sudah mulai berdemo, maka sayapun ngesot ke warung burjo dekat kosan saya untuk makan malam :P. Sengaja saya ke burjo yang letaknya agak jauh, karena tadi siangnya sudah makan di burjo baru di depan kosan saya persis :D. Nah, ternyata keputusan saya tepat, karena saya mendapat sebuah cerita yang cukup menghibur di sana ;).

Berawal dari saya dan bapak (ternyata masih lumayan muda, meskipun mukanya sudah bapak2 :P, karenanya selanjutnya saya sebut Aa’ saja ^^’) penjaga burjo itu yang terpingkal-pingkal menonton acara Opera van Java di TV, yang kebetulan temanya memparodikan kisah Manohara dan prahara Malaysia-nya. Ketika jeda iklan, sang sinden melantunkan lagu lama yang dulu dinyanyikan oleh band Malaysia-an bernama Exist yang judulnya saya lupa :P. Saya nyeletuk, “Ini lagu Malaysia-an jaman dulu kan?” Kata si Aa’, “Iya. Dan saya inget banget lagu ini karena ada kenangan sedih.” Singkat kata, dia menceritakan di masa SMA-nya (ketika lagu tersebut sedang populer) dia itu anak yang tidak suka musik dan tidak bisa menyanyi. Tetapi entah mengapa dia dipaksa untuk menyanyikan lagu tersebut, dan berakhir dengan dia terpaksa menyanyikannya sampai menangis karena saking ngga bisa dan ngga maunya. Nah, kemudian cerita berlanjut, kalau dia itu termasuk orator saat masa sekolah, dan berlanjut ketika kuliah di Jogja.
Ketika kuliah di Jogja inilah, si Aa’ mulai berkenalan dengan dunia aktivis kampus. Ketika itu suhu politik Indonesia sedang panas-panasnya, tahun 1998. Dia menceritakan pengalamannya beberapa kali diskusi dengan tokoh-tokoh aktivis, demo di sana-sini, diciduk aparat, menyaksikan gugurnya seorang mahasiswa :|, sampai jadian dan bermesraan dengan cewe’nya saat berdemo ^^.

Beberapa pengalaman uniknya yang cukup berkesan buat saya di antaranya (bisa jadi tidak berurutan kronologisnya) :

Dalam suatu perkumpulan merencanakan demonstrasi, dia diberitahu oleh temannya bahwa ada 2 orang intel polisi yang menyusup di antara para aktivis tersebut. Maka berita itupun disebarkan dengan diam-diam ke seluruh aktivis tanpa melibatkan si intel. Ketika tiba kesempatan, 2 intel tersebut “diciduk” dan digebukin rame-rame oleh para aktivis tersebut πŸ˜†

Dalam suatu demonstrasi, si Aa’ sempat bercakap-cakap dengan salah seorang mahasiswa, meskipun belum kenal namanya. Kemudian, ketika terjadi bentrok dengan aparat dan dimulai “pembersihan”, merekapun lari kocar-kacir cari selamat lebih dulu. Si Aa’ pun tak ketinggalan. Ketika dia berlari, dia mendengar ada seseorang yang jatuh di belakangnya. Dia hendak menolong, tapi ditarik oleh temannya yang mengatakan, “Yang penting selamat dulu! Nanti kalau sudah aman baru kita balik lihat keadaan!” Diapun terpaksa ikut lari diseret oleh temannya itu. Ketika keadaan sudah aman, tersebarlah kabar bahwa ada mahasiswa yang meninggal. Si Aa’ pun merasa, jangan-jangan itu tadi orang yang jatuh di belakangnya. Dan ketika dia melihat wajah sang korban, ternyata itu adalah mahasiswa yang sempat bercakap-cakap dengannya sebelum ada “pembersihan” oleh aparat. Dan sepertinya memang dia yang jatuh di belakang si Aa’ ketika kabur tadi.
Mahasiswa itu bernama Moses Gatotkaca. Kalau tertarik dengan kisah Moses, bisa baca-baca di sini. Untuk menghormatinya sebagai salah satu pahlawan reformasi, ruas jalan Kolombo diubah namanya menjadi Jalan Moses Gatotkaca mulai tanggal 20 Mei 1998. (Tapi setau saya kok jalan Sagan ya yg jadi jalan Moses Gtotkaca πŸ˜• πŸ˜› Dan saya bener-bener baru tau waktu itu ketika diceritain oleh Aa’ burjo itu tentang sejarah jalan Moses Gatotkaca itu ^^’)

Dalam setiap demonstrasi, si Aa’ selalu membawa tas kecil yang berisi ban tangan berlambang PMI :P. Jadi kalo situasi memburuk, cepat-cepat dia kenakan ban itu dan dia bisa kabur dengan tenang, terutama di tengah hujan peluru karet dan gas air mata ^^’. Awalnya teman-temannya menyindir dan menghina taktiknya, tetapi setelah terbukti efektif malah teman-temannya pada ikut-ikutan memakai taktik itu :P.

Dalam suatu demonstrasi besar-besaran di alun-alun kidul/selatan (dia bilang demo sejuta umat), para mahasiswa bergerak dari balairung UGM menuju alkid (alun-alun kidul) dengan berjalan kaki, kira-kira ada 6-7 km. Di sepanjang jalan banyak masyarakat yang memberikan minuman maupun makanan untuk para mahasiswa. Kata si Aa’, kalau yang diberikan oleh warga sih gampang ngambilnya, karena sudah ditata di meja dan tinggal ambil saja di pinggir jalan. Nah, katanya yang repot kalau mengambil yang diberikan oleh pegawai kantor dan bank. Harus masuk-masuk dulu ke kantornya, terkadang sampai naik-naik 2-3 lantai :P. Toh namanya diberi ya diterima saja. Si Aa’ dan ceweknya bertugas sebagai seksi konsumsi, yang mengurusi perbekalan dan konsumsi para mahasiswa yang berupa nasi bungkus. Bekal dan bantuan dari warga pun dibagikan, sementara itu cewek si Aa’ ini menyisakan 2 bungkus nasi untuk mereka. Ternyata ada satu orang yang belum kebagian, sehingga diberikanlah satu bungkus kepadanya, biar si Aa’ dan cewe’nya sebungkus berdua ^^’. Nah, ketika mahasiswa lain memasuki alkid, si Aa’ dan cewe’nya sudah duduk di sebuah taman untuk menikmati nasi bungkus. Tiba-tiba seorang mahasiswa yang mengenalinya sebagai seksi konsumsi meminta jatah bagiannya. Yowis, nasi yang tinggal satu bungkus dan belum sempat dimakan itupun diberikannya. Akhirnya demo besar-besaran itupun bubar juga, dan si Aa’ digamit cewe’nya untuk kabur dari situ ke kos-kosan si cewe, untuk masak mie rebus karena sedari pagi belum makan ^^’. Kos-kosan si cewe’ ada di daerah Jetis, dan mereka berjalan kaki dari alkid sampai daerah Jetis, kira-kira ada 5 km. Dan si Aa’ pun kemudian diantar sampai ke kos-kosannya di daerah Pogung menggunakan kendaraan. Wew, romantisme memang jarang tepat waktu :P.

Ini kejadian yang paling membuat saya ngakak. Konon nama si Aa’ sudah termasuk daftar orang yang berpotensi diciduk oleh aparat. Suatu ketika di masa reformasi itu, Jogja sedang musim kering. Air kekurangan di mana-mana. Si Aa’ pun terpaksa menumpang mandi di kampus dekat kos-kosannya dengan diam-diam, demi menghindari cidukan aparat juga. Ternyata salah seorang teman aktivis si Aa’ sudah tertangkap, dan dia “bernyanyi” menyebut nama dan alamat si Aa’ ini. Otomatis dilacak ke kos-kosan si Aa’ dan ketahuanlah kalau dia sedang mandi di kamar mandi kampus dekat kosannya. Pintu kamar mandi digedor-gedor oleh aparat, sementara si Aa’ yang belum menyadari cuma menyahut, “Iya, tar dulu! Airnya masih banyak kok!”
Ketika gedoran di pintu bukannya berhenti tetapi semakin banyak, diapun membuka pintu sedikit dan menongolkan kepalanya keluar. Seketika itu laras senapan sudah ditodongkan ke kepala dan lehernya. Tentu saja dia kaget, dan setelah menyadari sitausinya diapun minta ijin meneruskan mandi dulu. Mulanya oleh aparat penciduk tidak boleh, tapi si Aa’ bersikeras, “Emangnya ini jaman PKI, masa mandi aja ngga boleh? Saya ngga bakal kabur ke mana juga, orang di kamar mandi ini kok!” Akhirnya dia dibolehkan menyelesaikan mandinya.
Sesampainya di pos penjagaan aparat, dilihatnya teman yang tadi “bernyanyi” itu, dan si Aa’ langsung paham kalau temannya itu yang membocorkan alamatnya. Temannya itu mengaku kalau memang dia “bernyanyi” setelah digebukin, tapi dia juga mengatakan akan bertanggung-jawab. Ketika diberi kesempatan menelpon keluarga dan kerabat, si teman itu menelpon kakaknya, yang ternyata tentara berpangkat sersan di Solo ^^’. Akhirnya sang sersan datang membereskan masalah dan merekapun “dibebaskan” setelah diperingatkan dengan keras oleh aparat dan dimarahi habis-habisan oleh sang sersan ^^’.
Di lain waktu ketika si Aa’ sedang membeli susu, tiba-tiba saja ada razia aktivis, dan diapun ikut keciduk meskipun sudah beralasan “tidak sedang demo”. Sesampainya di pos penjagaan, sang kepala pos sudah hapal dengan si Aa’ sehingga tanpa ragu dia langsung membebaskan dia karena malas berurusan dengan sang sersan kakak temannya :P.
Lucunya, ini yang bikin saya ngakak, beberapa waktu kemudian muncul lagu “Waktuku Mandi” dari Jamrud yang menceritakan penangkapan di kamar mandi :lol:. Si Aa’ sampe komentar, “Ini lagu meniru kisah siapaa ini?” dan dia selalu saja merasa aneh dan lucu kalau mendengar lagu itu πŸ˜†

Nah, sepertinya itu saja yang dapat saya ceritakan ^^. Sayang si Aa’ tidak melanjutkan kuliahnya. Katanya sih dia ambil kuliah di 3 kampus (entah bebarengan atau tidak), tapi tiga-tiganya tidak ada yang diselesaikan. Katanya sih terlalu egois ambil 3 kuliah sementara orangtua masih terbebani. Maka dia pun lebih suka mencari duit ketimbang kuliah, dan sekarang menjadi pengusaha burjo ^^. Yah, pengalaman hidup tiap orang memang beda-beda, tinggal bagaimana kita mengambil pelajaran darinya πŸ˜‰

Welcome to The Real World ^^’

class ranking and society ^^

class ranking and society ^^

Somehow I kinda agree with Yukari-sensei πŸ˜†

Welcome to the real world! πŸ˜›

– picture taken from Azumanga Daioh vol. 1 chapter 10

Kenapa Harus Budi? :P

Pertanyaan saya jelas, kenapa harus Budi? πŸ˜›

Saya Ini Baik Atau Cuek?

Tadi sore saya menaiki bus Trans Jogja dalam perjalanan menuju kos-kosan saya dari terminal. Saya menaiki jalur 3A turun di shelter/halte sebelum perempatan ring-road utara – jalan Kaliurang. Nah, dalam bus tersebut ada seorang bapak-bapak yang sudah cukup sepuh yang kebetulan duduk di sebelah saya. Nah, 3 halte sebelum saya turun, beliau menanyakan di mana untuk turun di daerah Kuningan. Setahu saya daerah Kuningan ya daerah perempatan itu. Memang, jarak halte ke perempatan itu masih ada sekitar 300 meter. Saya kemudian, sambil tersenyum tentunya, menjawab di halte yang sama seperti saya turun, tetapi kalau kurang yakin silakan tanyakan petugas di bus tersebut. Bapak itu pun mengiyakan dan kemudian diam. Kemudian satu halte sebelum halte tujuan saya, iseng-iseng saya tanyakan mau ke mana tujuan si bapak itu. Dijawabnya kalau dia akan ke jalan Kaliurang, tapi tidak dia jelaskan secara spesifik di kilometer berapa. Dan kami pun kembali diam.

Nah, kemudian sampailah saya di halte tujuan. Sesuai petunjuk saya tadi, bapak itu benar-benar menanyakan pada mas-mas petugas bus, dan dijawab memang di situlah turunnya. Saya kemudian turun dari bus dan keluar halte, sementara bapak tadi saya lihat masih bertanya kepada petugas halte. Saya jadi agak iba dengan bapak itu. Umurnya kira-kira sudah 50-an lewat, tampak ringkih (dengan bau napasnya yang kurang sedap :P), dan tampak kurang mengenali area sekitar. Apalagi hari sudah malam, sekitar jam 19.30 malam di mana transportasi umum yang berhenti di mana saja sudah jarang. Saya bertanya-tanya sendiri apakah tidak ada kerabat yang menjemputnya, apakah dia bisa sampai ke tujuannya, dan pertanyaan semacam itu. Sempat pula terpikir untuk mengantarkan bapak itu, misalnya mengajak dia ke kosan saya dulu kemudian mengantarnya menggunakan motor ke tempat tujuannya. Atau kalau tidak mengajaknya ke kosan saya, setidaknya menemaninya berjalan kaki ke perempatan Kentungan itu untuk kemudian menelponkan kerabatnya. Tapi pada akhirnya saya hanya diam saja dan berlalu. Logika saya mengatakan, saat itu saya sedang kebelet pipis (beneran, susah ditahan dari terminal) dan pulsa hape saya tinggal Rp 85,-, tidak akan banyak berguna kalaupun saya memaksakan menemaninya. Setelah memandangi bapak itu diberi penjelasan oleh petugas halte, saya hanya berlalu menuju kosan saya. Dan berusaha melupakan kejadian barusan…

Jadi, ini saya yang terlalu baik atau saya yang terlalu enggan membantu orang? πŸ˜•

Time Has Come Again

Iseng bikin postingan tentang musik, terpengaruh postingan lambrtz yang ini πŸ˜‰ . Kebetulan saya lagi males bikin postingan banyak-banyak, dan ybs juga pernah menyarankan saya sekali-sekali bikinlah postingan tentang musik πŸ˜› . Maka, jadilah postingan ini menggunakan file-file lagu di hape saya :mrgreen:

===

SOMEONE SAYS β€˜ARE YOU OKAY’ YOU SAY?
The Fratellis – Ole Black and Blue Eyes
hmmm…? mata saya item coklat sih, khas Asia πŸ˜›

HOW WOULD YOU DESCRIBE YOURSELF?
Arctic Monkeys – Bigger Boy and Stolen Sweetheart
Asem!! menohok ini = =’

WHAT DO YOU LIKE IN A GUY/GIRL?
Sixpence None The Richer – Don’t Dream It’s Over
πŸ˜• Cewe pemimpi? :mrgreen:

HOW DO YOU FEEL TODAY?
The Ataris – Saddest Song
Saya memang lagi rada sedih… 😦

WHAT IS YOUR LIFE’S PURPOSE?
K-On’s seiyuu – Tsubasa wo Kudasai
Ah, I need a pair of wings :mrgreen:

WHAT’S YOUR MOTTO?
Ranka Lee (Megumi Nakajima) – Seikan Hikou
Ga nyambung kayanya πŸ˜† itu lagu OST Macross Frontier

WHAT DO YOUR FRIENDS THINK OF YOU?
Chiaki Ishikawa – Squall
Dan saya akan memilih Quistis ketimbang Rinoa kalo jadi Squall Leonhart :mrgreen: *btw itu lagu dari OST Gundam 00 lho, bukan FF VIII* πŸ˜›

WHAT DO YOUR PARENTS THINK OF YOU?
Flow – Colors
Saya memang berwarna 😎

WHAT DO YOU THINK ABOUT VERY OFTEN?
K-On’s seiyuu – Don’t Say Lazy!
Menohok juga, ketauan kalo males πŸ˜›

WHAT DO YOU THINK OF YOUR FRIENDS?
Haru & Sayaka – Dual
Menduakan teman? πŸ™„

WHAT IS 2+2?
Asian Kung-Fu Generation – 21
πŸ˜†

WHAT DO YOU THINK OF YOUR BEST FRIEND?
Sheryl Nome (May’n) – Lion
:mrgreen:

WHAT IS YOUR LIFE STORY?
Miho Komatsu – Kaze ga Soyogu Bashou
Hmm… hidup saya memang penuh terpaan angin 😎

WHAT DO YOU WANT TO BE WHEN YOU GROW UP?
Oasis – She’s Electric
Lha… jadi tukang setrum cewe? 😈

WHAT DO YOU WANT TO HAVE WHEN YOU GROW UP?
Arctic Monkeys – Still Take You Home
I want home!! \m/

WHAT DO YOU THINK WHEN YOU SEE THE PERSON YOU LIKE?
Oasis – I’m Outta Time
Euww…. Selalu merasa kehabisan waktu inih 😐

WHAT WILL YOU DANCE TO AT YOUR WEDDING?
Ranka Lee (Megumi Nakajima) – What ’bout My Star
πŸ˜• bisa aja sih dipaksain πŸ˜›

WHAT SONG WILL PLAYED AT YOUR FUNERAL?
Mongol800 – Chiisana Koi no Uta
Lagu semangat \m/

WHAT IS YOUR HOBBY/INTEREST?
Miriam vocaloid (The Stroke) – 12.51
Ngapain saya di jam segitu? πŸ˜•

WHAT IS YOUR BIGGEST FEAR?
ELISA – Euphoric Field
Euforia? Juara aja ngga pernah πŸ˜›

WHAT IS YOUR BIGGEST SECRET?
Arctic Monkeys – A Certain Romance
😎 :mrgreen: ehehehe…. romansa laki-laki πŸ˜›

WHAT DO YOU WANT RIGHT NOW?
Ranka Lee (Megumi Nakajima) – Aimo
Ai tte nandesuka? Halah, lagu bahasa ngga genah itu πŸ˜†

WHAT WILL YOU POST THIS AS?
The Last Shadow Puppet – Time Has Come Again
Hohoho… akhirnya tiba juga waktunya saya mengakhiri postingan ini πŸ˜€

===