Archive for September, 2012

Keterikatan dengan Benda Duniawi

Akhir-akhir ini saya kepikiran untuk mengurangi keterikatan saya dengan benda-benda duniawi. Ngga, saya bukan mau menjadi biksu atau menjalani kehidupan ala pertapa :P. Tentu saja, saya ngga akan dan ngga mau tidak terikat sama sekali dengan benda-benda duniawi. Itu terlalu ekstrim dan hidup saya bakal susah kalo ngga punya satupun benda duniawi :lol:. Maksud saya itu mengurangi keterikatan saya dengan benda-benda semacam furnitur, barang elektronik, gadget, kendaraan, barang koleksi, buku, dll.

Pemikiran begitu nyentil di kepala saya sekitar setahun yang lalu, pas saya diajak teman dateng ke acara bedah buku Garis Batas-nya Agustinus Wibowo di sebuah kedai di Bogor. Ada seorang peserta bedah buku yang bertanya, saya lupa tepatnya pertanyaannya apa tetapi sepertinya tentang souvenir khas negara-negara Asia Tengah. Oleh mas Agus dijawab bahwa dia tidak membeli souvenir, dan sedang berusaha mengurangi keterikatan dengan benda-benda :).

Berangkat dari jawaban itu, ditambah fakta bahwa dulu saya adalah anak kos dengan okupansi ruang terbatas, maka saya jadi kepikiran untuk mengurangi barang-barang yang saya punya. Setidaknya saya berusaha untuk tidak menambah benda-benda yang saya tidak perlu. Tetapi tentu saja tidak mudah, apalagi sekarang status hunian saya adalah rumah kontrakan, bukan lagi kamar kos, yang tentu saja memiliki ruang lebih luas. Dalam hal furnitur, barang elektronik, gadget, barang koleksi, pakaian, maupun kendaraan, saya bisa mengerem dengan baik dengan hanya membeli seperlunya. Tetapi untuk buku, lumayan susah karena biasanya sebulan 2 kali saya (dan istri) suka nongkrong di toko buku dan seringnya berakhir dengan membeli beberapa buku :P. Akhir-akhir ini hal itu bisa diatasi dengan masuk ke ruang buku obral, mencari-cari buku yang ngga laku dan untuk menghabiskan stok diobral habis-habisan :D. Tentu saja pemikiran untuk menjual atau menghibahkan buku-buku koleksi sudah terbersit, hanya belum ada kesempatan saja untuk menyortir buku-buku mana yang ingin dilepas. Biarpun begitu, waktu saya tanya ke istri saya, “mau ngga suatu saat jual koleksi bukumu?” langsung dijawab “ngga” :P. Wajar sih, untuk buku-buku tertentu saya juga pengen suatu saat nanti anak saya bisa ikut membacanya ^^

Jadi ya untuk bisa lepas dari keterikatan dengan benda-benda duniawi ini bisa dibilang gampang-gampang susah. Tentu saja ngga bakal bisa lepas sepenuhnya, tapi setidaknya yang bisa saya lakukan adalah membatasi pembelian barang yang ngga begitu perlu dan mencoba hidup minimalis 🙂

*padahal baru dapet kiriman game yang beli di kaskus = =’ 😛 😆

August with Movies

Selain dengan serial TV, saya mengisi liburan bulan Agustus kemarin dengan menonton beberapa film, baik di bioskop maupun di laptop :P. Berikut ini beberapa film yang saya tonton bulan Agustus kemarin:

Step Up Revolution

Ditonton saat malam terakhir puasa, aslinya sebagai lanjutan dari acara bukber bareng teman (dan istrinya) di botani. Menonton ini juga karena diajak istrinya teman tersebut ^^. Menceritakan sekumpulan anak muda yang mencoba mengekspresikan dirinya menggunakan koreografi modern dance yang kemudian direkam dan diunggah ke you tube demi hadiah besar jika mencapai jumlah view tertentu.

Komentar sotoy saya: no brainer movie, cerita standar, plot mudah ditebak, cuma nari-nari doang, tapi ya itu, emang di nari-nari-nya itu yang ditonjolkan :lol:. Mana nontonnya adanya yang 3D pula, jadi ya bisa dibilang 50rb buat nonton modern dance show berbalut drama aja nih :P. Dance-nya IMO emang keren sih (as in plenty of complicated moves), meskipun saya juga bukan penyuka modern dance macem itu :P. Sebenernya rada rugi sih, tapi ya gapapa juga, itung-itung biaya bersosialisasi lah dengan rekan sejawat :mrgreen:

Rating sotoy saya : 2/5

The Expendables 2

Ditonton karena diajak istri :P. Secara pribadi saya pengen nonton karena ada dewa dunia maya dalam bentuk Chuck Norris 😎

Komentar sotoy saya: Karena dah nonton yang Expendables yang pertama, kurang lebih saya tau bakal gimana sekuelnya, ngga beda-beda jauh :P. Ngga usah berharap ada cerita yang bagus, full action aja sepanjang film, tembak-tembakan dan bunuh-bunuhan yang rada IMBA sampe-sampe kasian ama musuhnya :lol:. Emang misinya mengumpulkan bintang-bintang laga lawas dalam 1 proyek film sih, jadi ya isinya pasti penuh aksi laga :mrgreen:. Banyak inner joke one liner juga di film ini macem Arnold yang sering banget ngomong “I’ll be back!” sampe-sampe ama Bruce Willis disemprot “you’ve been back enough!” :lol:. Btw, film ini ratingnya M alias untuk dewasa, tetapi konon Sylvester Stallone sempat pengen menurunkan jadi untuk remaja setelah nonton The Raid ^^

Adegan favorit saya pas para anggota Expendables dikepung di sebuah kota di Eropa timur yang suasananya mirip Amerika, dengan amunisi dah hampir habis dan sepertinya bakal berakhir tewas/tertangkap, tau-tau nongol Chuck Norris yang membantai sepasukan pengepungnya hanya dengan satu serangan :lol:. Itu sampe pada melongo anggota Expendables-nya :lol:. Well, it is said that Chuck Norris was once bitten by king cobra, after five days of excruciating pain, the king cobra died 😎 😆

Rating sotoy saya : 3,25/5

God Bless America

Ditonton karena direkomendasikan di sebuah forum yang saya ikuti, hasil donlotan :D. Ceritanya cukup keren, bisa dibilang dark/angst comedy. Mencetitakan tentang pria 40-an (duda cerai dengan 1 anak) yang merasa muak dengan kondisi moral masyarakat Amerika (dan televisinya) saat ini. Puncaknya ketika dia dipecat oleh kantornya hanya karena ngasih buku ke cewek front office. Setelah divonis tumor otak mematikan oleh dokternya, dia memutuskan untuk melakukan apa yang menurutnya harus dilakukan untuk “memperbaiki” masyarakat Amerika, yaitu menghabisi orang-orang yang dianggap merusak masyarakat Amerika. Dalam perjalannya dia bertemu seorang cewek ABG yang kabur dari rumah dan memergoki aksinya, dan kemudian melakukan misi-nya itu bersama-sama.

Komentar sotoy saya: bener-bener dark comedy, bahkan penyelesaiannya pun satir-satir ironis gitu. Cocok buat yang sudah muak dengan acara-acara reality show di televisi (halah :P). And the scene of mocking a failed idol/superstar contestant, that was exactly what er-ce-te-i did during their final idol show couple months ago 👿

Rating sotoy saya : 3,65/5

Hodejegerne (Headhunters)

Film Norwegia, ditonton karena rekomendasi dari forum, donlotan juga :mrgreen:. Menceritakan seorang eksekutif yang mencari orang untuk mengisi posisi pimpinan di perusahaannya. Dengan tinggi 1,68 cm yang dirasa ngga bagus untuk penampilannya, dia merasa perlu menyenangkan istrinya dengan berbagai barang mahal dan kemewahan. Bagaimana cara dia memperoleh berbagai kemewahan itu? Dengan cara mencuri berbagai benda seni (utamanya lukisan) dan menjualnya di pasar gelap. Sampai suatu ketika dia kena batunya ketika klien yang mau melamar posisi pimpinan (sekaligus target korban pencuriannya) ternyata adalah mantan tentara bayaran dan pernah bekerja di perusahaan navigasi untuk militer. Bagaimana kelanjutannya sebaiknya anda tonton sendiri :mrgreen:

Komentar sotoy saya: ini film keren, meskipun belum istimewa. Bagaimana si tokoh utama berubah posisi dari pengincar menjadi yang diincar digambarkan dengan baik. Begitu juga hubungannya dengan istrinya dan seberapa besar cinta di antara mereka.

Aktor yang memerankan si mantan tentara itu yang jadi “prince charming” alias Jamie Lannister di seri Game of Thrones, emang cocok kayaknya doi jadi peran antagonis 😛

Rating sotoy saya : 3,85/5

Jadi, nonton apa belakangan ini? :mrgreen: