Xiang Yu, Han Xin, Tariq ibn Ziad, dan Lelouch Lamperouge

Dua kisah pertama terjadi pada masa penggulingan dinasti Qin dan perang Chu-Han dalam pendirian dinasti Han.

Sekitar tahun 207 SM, bekas wilayah negara bagian Zhao

Saat itu, wilayah yg tadinya negara bagian Zhao sedang memberontak terhadap Dinasti Qin yang baru 15 tahun menyatukan China. Ketika pasukan Qin menyerbu masuk wilayah Zhao, penguasa Zhao meminta bantuan terhadap negara Chu. Penguasa Chu menunjuk penasihatnya, Song Yi, sebagai pemimpin pasukan, dan Xiang Yu, keponakan jenderal Chu sebelumnya, sebagai komandan kedua untuk membantu Zhao melawan Qin. Selama sebulan lebih Song Yi hanya menunggu, sementara Xiang Yu sudah tidak sabaran ingin menyerang. Song Yi beralasan dia ingin menunggu pasukan Qin dan pasukan Zhao saling bertempur dulu sehingga ketika pasukan Qin sudah kepayahan dapat dengan mudah dikalahkan.

Ketika cuaca berubah menjadi sering hujan dan lembap, pasukannya menjadi kelaparan dan kedinginan. Xiang Yu kemudian berinisiatif bahwa mereka harus menyerang sekarang, sebelum moral dan bekal pasukannya habis. Ia berargumen bahwa Zhao bukanlah tandingan Qin karena pasukannya masih baru dan minim pengalaman. Jika Zhao jatuh maka Qin akan semakin kuat dan mengancam Chu. Besoknya Xiang Yu membunuh Song Yi atas nama raja Chu, tanpa ada yang berani melawan. Raja Chu yang diberitahu kabar ini terpaksa mengangkat Xiang Yu sebagai komandan utama, dan kendali pasukan Chu ada sepenuhnya di tangannya.

Nah, selanjutnya Xiang Yu bergegas membawa pasukannya menyeberangi sungai perbatasan Zhao-Chu. Sesampainya di seberang, ia memerintahkan semua kapal dihancurkan dan masing2 pasukan hanya boleh membawa perbekalan untuk 3 hari. Dengan demikian pasukannya sadar betul bahwa untuk bisa bertahan hidup adalah dengan memenangkan pertempuran. Pada akhirnya pasukan Chu bertarung dengan ganas sampai2 1 prajurit Chu dapat bertarung melawan 3 prajurit Qin. Pasukan Chu kemudian memenangkan 9 pertempuran berikutnya dengan pasukan Qin, sehingga moral pasukan Qin semakin merosot dan akhirnya mereka mundur. Apalagi pasukan2 dari wilayah lain yang juga anti-Qin telah tiba dan bergabung dengan pasukan Chu. Ketika pasukan gabungan itu merayakan kemenangannya atas pasukan Qin, Xiang Yu telah menjadi orang yang paling disegani dan ditakuti di antara para jenderal anti-Qin tersebut.

Sekitar tahun 205 SM

Dinasti Qin kemudian digulingkan dan rajanya dibunuh oleh Xiang Yu pada sekitar pertengahan tahun 206 SM. Ia kemudian membagi wilayahnya menjadi 19 kerajaan, mengambil wilayah terbesar untuk dijadikan kerajaan Chu, dan 18 sisanya diberikan pada para jenderal yang berjasa, satu di antaranya adalah Liu Bang yang diberi kekuasaan sebagai raja Han. Ketika terjadi konflik antara Chu dan Han setahun kemudian, raja2 lainnya terpecah menjadi sekutu Xiang Yu dan Liu Bang. Dalam suatu pertempuran pasukan Liu Bang kalah. Berita kekalahan ini menyebabkan raja2 sekutu Liu Bang meninggalkannya dan berbalik bersekutu dengan Xiang Yu. Oleh Liu Bang, diutuslah jenderal terbaiknya, Han Xin untuk menghancurkan raja2 yg mengkhianatinya itu.

Nah, dalam salah satu pertempuran, diceritakan bahwa Han Xin memimpin pasukan yang kalah jumlah 10:1 dari lawannya. Han Xin kemudian memerintahkan pasukannya untuk berbaris berjajar membelakangi sungai. Oleh jenderal lawannya Han Xin ditertawakan karena posisinya sangat rawan untuk dihancurkan. Tetapi karena pasukan Han melihat bahwa tidak ada jalan lain selain bertempur untuk bertahan hidup, maka mereka bertempur habis2an dan menjadi tidak terkalahkan, meskipun nyaris seluruh pasukan musuh mengepungnya.

Ketika pertempuran berlangsung, Han Xin memerintahkan pasukan kavalerinya untuk menerobos pasukan musuh dan menuju markas musuh yang hampir kosong. Di situ kemudian bendera lawan diturunkan dan diganti dengan bendera Han. Ketika pasukan utama musuh kembali karena frustasi tidak dapat mengalahkan pasukan Han Xin, mereka terkejut karena melihat bendera di markasnya telah berganti dan mengira markas mereka telah jatuh. Dalam kepanikan dan kemerosotan moral tersebut pasukan Han Xin dapat dengan mudah menghancurkan musuhnya.

p.s. pada akhirnya Liu Bang-lah yang keluar sebagai pemenang konflik Chu-Han pada sekitar tahun 202 SM dan menjadi penguasa Dinasti Han, dinasti yang paling lama berkuasa di China, yang model pemerintahannya menjadi acuan dinasti2 berikutnya.


Sekitar tahun 711 M, Selat Gibraltar

Maroko dikuasai oleh pasukan Islam di bawah pimpinan Musa ibn Nusayr pada tahun 709 M. Diceritakan bahwa penduduk asli Maroko (orang Berber) berbondong-bondong masuk Islam dan bergabung dengan pasukan muslim. Di antara mereka terdapat Tariq ibn Ziad yg dipercaya Musa ibn Nusayr sebagai kepala pasukan.

Sementara di seberang lautan, di semenanjung Iberia, Roderick, seorang bangsawan Visigoth, membunuh raja Witza dan mengambil tahtanya. Keluarga raja Witiza dan Julian, penguasa Spanyol selatan, mencari dukungan pasukan kepada Musa untuk mengalahkan Roderick. Musa adalah pejuang alami, dan dia melihat kesempatan untuk menguasai Spanyol dan menghilangkan ancaman Kristen Spanyol terhadap dunia Islam di Afrika Utara. Karena itu setelah mendapat ijin dari khalifah Al Walid ibn Abdul Malik, dia mengutus Tariq ibn Ziad untuk menginvasi Spanyol pada tahun 711 M. Ibarat kata, kesempatan dalam kesempitan, atau, kucing yg dikasi ikan goreng😀 .

Nah, ketika Tariq dan pasukannya mendarat di sebuah bukit, yg kemudian dinamakan Gibraltar (Jabal Tariq) sesuai namanya, ia memberikan pidato singkat yang menaikkan semangat pasukannya, dan membakar kapal2 yang digunakan sebelumnya. Dengan tiadanya jalan pulang, pasukannya menjadi paham betul pilihan hanya mati atau menang. Akhirnya Tariq dan pasukannya bertempur habis2an dengan pasukan Roderick dan berhasil bertahan sampai Musa mengirim tambahan 5000 pasukan dan mengalahkan Roderick di dekat Cordova. Pasukan muslim kemudian beberapa kali bertempur dan mengalahkan sisa2 pendukung Roderick dan secara efektif menguasai hampir seluruh semenanjung Iberia

p.s. pada akhirnya setelah Roderick dikalahkan, para keluarga Witiza tidak mendapatkan kembali tahtanya. Sebagai gantinya, Musa ibn Nusayr memasukkan Andalusia sebagai bagian dari kekhalifahan.


a.t.b. 2017, Narita Mountain Range, Area 11 (Jepang)

Jepang dikuasai oleh Holy Empire of Britannia, dan di Narita Mountain terdapat markas sisa2 Japan Liberation Front (JLF), yang menentang pendudukan Britannia. Selain 2 pihak tersebut, terdapat juga pihak penentang Brtitannia, yaitu The Order of Black Knights/Kuro no Kishidan (黒の騎士団). Pemimpin Black Knights, Zero alias Lelouch Lamperouge, sebenarnya adalah pangeran Britannia yang disia-siakan ayahnya, sang Raja Charles di Britannia.

Intinya, pihak Britannia sedang dalam operasi menggulung sisa2 JLF di Narita Mountain (bener2 markas di dalam gunung bersalju). Nah, Black Knights yg mendapatkan bocoran info operasi tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, karena pemimpin operasi tersebut adalah Cornelia, kakak lain ibu Lelouch yg ditengarai memiliki informasi yg dibutuhkan Lelouch.

Singkat cerita, operasi Narita ini dilakukan dengan mengepung gunung markas JLF dari berbagai sisi dengan ratusan Knightframe (mecha tempur Britannia). Zero yg tahu taktik yang bakal digunakan Cornelia, setelah memanfaatkan Geass-nya untuk mengelabui penjaga JLF, memposisikan pasukannya di tengah2 lereng gunung tersebut, sambil membawa beberapa tabung bom gelombang electromagnet dan alat pengacau gelombang electromagnet. Pasukannya (anggota Black Knight) tidak tahu-menahu soal taktik yang digunakan Cornelia. Ketika pasukan Britannia sudah memulai operasi, barulah pasukannya sadar akan kondisi mereka yang terkepung dari segala penjuru. Tentu saja, pasukannya sempat kaget dan meragukan Zero. Tetapi, kemudian Zero meyakinkan mereka bahwa semua jalan sudah tertutup, jika ingin bertahan hidup harus bertempur dan menang. Ia juga meyakinkan pasukannya bahwa jalan untuk menang adalah mempercayainya.

Pada awalnya pasukan Britannia mengatasi perlawanan JLF tanpa masalah. Tetapi ketika salah satu unit pasukan Cornelia hendak merangsek ke pintu masuk markas JLF, Zero memerintahkan pasukannya bergerak dan iapun menjalankan muslihatnya. Bom gelombang EM tadi digunakan untuk menggetarkan saluran air bawah tanah, yang berakibat gempa lokal dan terjadi longsor di lereng gunung yang menjadi jalur pasukan pendahulu Cornelia. Pasukan pendahulu dan pasukan JLF yg ada di lokasi itu pun hancur tersapu longsor. Selanjutnya, anggota Black Knights yang sudah tak punya jalan mundur pun bertempur habis2an, baik infantri maupun kavaleri (menggunakan Knightframe).

Pada akhirnya, pertempuran berakhir dengan kemenangan mahal untuk pasukan Britannia. Sisa2 kekuatan JLF kabur setelah bantuannya datang. Pasukan Black Knights kabur selagi pasukan Britannia sibuk dengan JLF, begitu tujuannya untuk menangkap Cornelia gagal. Pasukan Britannia yang tersisa pun mundur setelah kedua lawannya kabur, dan Cornelia, commander in chief, selamat.

p.s. nonton aja Code Geass eps 10-11, huehehe😛

Jadi, inti dari kisah2 di atas adalah sebuah istilah kuno “bertempur dengan membelakangi sungai”. Suatu kondisi di mana satu2nya jalan adalah maju ke depan, karena secara ekstrim pilihan hanya ada mati atau berjuang mati2an untuk hidup. Xiang Yu, Han Xin, Tariq ibn Ziad, maupun Lelouch Lamperouge secara sadar maupun tidak telah menjalankan salah satu nasihat Sun Zi yang terkenal, “ketika berada di medan kematian, bertempurlah habis2an”. Nasihat ini muncul dalam buku Sun Zi Bingfa (atau lebih dikenal Sun Zi Art of War) pada bab 8 tentang variasi dan adaptasi, dan diulang beberapa kali pada bab 11 tentang berbagai medan pertempuran. Nasihat ini memanfaatkan sifat alami manusia untuk mempertahankan diri, di mana ketika mereka terdesak dan tidak ada jalan keluar maka mereka akan menjadi buas dan cenderung habis2an.

Nasihat yang mirip juga terdapat dalam kumpulan sajak China kuno yang berjudul 36 Strategi, yaitu “欲擒故縱” (yu qin gu zong) – “Pada saat menangkap, lepaslah satu orang.”. Maksudnya, pada saat mengepung musuh pastikan mereka mempunyai jalan keluar, karena mangsa yg terdesak akan cenderung ganas dan akan menimbulkan lebih banyak korban di pihak kita. Hanya saja nasihat itu balik diterapkan ke pasukan kita sendiri, dengan memutus jalan keluar pasukan kita.

Menurut saya sendiri sih, dalam setiap kondisi yang seolah-olah tidak ada jalan keluarnya, dengan menjalani apa adanya sudah merupakan salah satu jalan. Dan biasanya dengan menjalani jalan itu (kok jadi banyak kata jalan ya😆 ) kita akan mendpati penyelesaian yang sesuai. Komentar saya mengenai kisah2 di atas :

Xiang Yu sebenarnya tidak benar2 terputus dari bantuan. Asal dia bisa bertahan maka cepat atau lambat pasti bantuan dari jenderal lainnya datang. Tetapi dia mengambil insiatif menyerang dan menang, sehingga menaikkan moral pasukannya dan meruntuhkan moral lawannya.

Han Xin memang benar2 gabungan jenius dan hoki. Dia benar2 terputus dari bantuan dan terkepung dalam perbandingan 9:1, tetapi dia bisa menaikkan moral “death or win” pasukannya, dan sempat pula memikirkan strategi ofensif memanfaatkan kavalerinya. Dan hokinya kavaleri itu bisa sampai ke markas lawan dengan selamat😀

Tariq ibn Ziad juga tidak benar2 terputus dari bantuan. Kasusnya mirip Xiang Yu, asal bisa terus menyerang dan menjaga pasukannya agar jangan habis, bantuan segera datang. Lagipula bagian belakang pasukan Tariq dijaga oleh Julian, dan kebetulan Roderick juga tidak dicintai rakyat Spanyol umumnya, terutama yang dari kalangan Yahudi.

Lelouch Lamperouge,… err… *mengucap ala si kriwil Charles : ”Ruruuuusshu”😆 *. Oke, sebenernya dia sudah memperhitungkan pintu masuk markas JLF, jalur yang bakal ditempuh pasukan Britannia, dan saluran air bawah tanah mana yang dapat digunakan untuk menciptakan gempa lokal dan longsoran mematikan. Karena longsoran itu setidaknya 20% pasukan Britannia hancur dan pasukan pendukung (yg dipimpin Orenji) menjadi kalap bernafsu menyerang begitu mendengar Black Knights sehingga mengacaukan formasi yg sudah disusun oleh Cornelia. Pasukan dengan formasi yang kacau akan mudah diobrak abrik, apalagi ketika bantuan JLF tiba dan memancing Cornelia untuk ditangkap Ruruuuuushu:mrgreen: . Beruntung si Suzapret dateng sehingga si Aneue seksi pun terselamatkan😎


sumber : Microsoft Encarta, Kisah Kebijaksanaan China Klasik (Michael C. Tang), Sun Zi Art of War (Chow Hou Wee), Sunrise😕😆

26 Responses to “Xiang Yu, Han Xin, Tariq ibn Ziad, dan Lelouch Lamperouge”


  1. 1 lambrtz March 18, 2009 at 12:05

    Kok rusak postingannya?😕

  2. 2 Arm March 18, 2009 at 12:33

    ^ sori, maklum, pake masukin huruf dewa segala, sementara konaksi lagi ngos2an:mrgreen: dah saya edit kok😉
    eniwei, another long post, so I won’t surprised if any of you feel a lil bit tl;dr symptom😆

    komen resmi nih, kayanya saya pernah denger Julius Caesar melakukan aksi pengrusakan kapal juga, cuma saya kurang tau detil peristiwanya. ada yg tau?😕

  3. 3 wildspeed March 18, 2009 at 19:45

    mbok..banyak amat..
    gw g kuat ngelihatnya ^^

    tapi postingannya tetep mantap ^^

    salam kenal ..

  4. 4 Ando-kun March 18, 2009 at 22:21

    Sedikit komentar, terutama tulisan awal ttg runtuhnya Qin dan berdirinya Han. Kebetulan saya suka baca cersil, jadinya jg tertarik baca sejarah kuno China.

    Xiang Yu kalah perang lawan Liu Bang lebih dikarenakan Xiang Yu lebih sering bertindak sendiri tanpa punya rasa percaya pada penasehatnya. Liu Bang punya penasehat 3 orang yaitu Zhang Liang, Chen Ping dan Xiao He dan mereka selalu berembuk utk mencari kata sepakat. Penasehat paling pintar jaman itu adalah Fan zeng si penasehat Xiang Yu. Masalahnya Xiang tidak selalu mendengar nasihat si pintar Fan zeng, dia malah lebih suka bertindak menurut pikirannya sendiri. Banyak nasehat bagus Fan zeng yg tak diidahkan Xiang Yu berbalik merugikan Xiang Yu.Sampai ada kalimat ejekan buat Xiang Yu, “Punya seorang Fan Zeng tapi tidak bisa menggunakannya”.
    Bisa dibilang satu otak Chu (punya Xiang Yu) lawan 4 otak Han. Yang satu main single fighter dan yang satu lagi kerja sama kelompok.

    Mengenai Han Xin, yang memperkenalkannya pada Liu Bang adalah penasihat Liu Bang sendiri Xiao He. Han Xin pada awalnya cuma prajurit infantri biasa. Xiao He melihat bakatnya dan mempromosikan pada Liu Bang sampai Liu Bang terkesan dan lsg mengangkat Han Xin sbg jendral besar.

    O iya, Han Xin yang hebat sekalipun tak pernah berani bertempur satu lawan satu lawan Xiang Yu. Tau sendirikan kekuatan Xiang Yu menakutkan siapa saja termasuk Han Xin. Karena itu Han Xin menaklukkan nya bukan dgn satu lwn satu melainkan taktik perang.

    Nasib Han Xin tragis sekali. Setelah dinasti Han berdiri dan Liu Bang jd kaisar, Han Xin dianugrahi pangkat militer paling tinggi, hanya kalah dengan kaisar. Permaisuri Lu, istri Liu Bang memerintahkan eksekusi Han Xin dan seluruh keluarganya karena dikhawatirkan memberontak (mengingat posisi dan kekuasaan militernya). Yang lebih tragis, Liu Bang sedang ada diluar kota, sehingga mengetahui kematian Han Xin sekeluarga justru setelah dia pulang beberapa hari kemudian.

  5. 5 fandi88 March 19, 2009 at 00:41

    Haduh panjangggggg,,, banget y?? intinya apa si,, ntar gw dikirim sinopsisnya aja deh,🙂

  6. 6 jensen99 March 19, 2009 at 02:02

    Ah, ya, kompilasi yang menarik, kisah2 misi mustahil seperti ini memang lebih inspiratif dibanding cerita umumnya perang tentang pasukan yang kalah jumlah, terkepung, bertempur habisan, dan kalah. Pertempuran Dien Bien Phu, misalnya.:mrgreen:

    komen resmi nih, kayanya saya pernah denger Julius Caesar melakukan aksi pengrusakan kapal juga, cuma saya kurang tau detil peristiwanya. ada yg tau?😕

    AFAIK tidak pernah. Itu hanya karena adanya kesamaan arti dari metafor “burning one’s bridges/boats” dengan “crossing the rubicon”, yang berasal dari kisah perang sipil Roma. Kedua kiasan punya arti sama, “point of no return.”
    Coba cek infonya disini atau disini. CMIIW😉

  7. 7 Arm March 19, 2009 at 09:19

    @ wildspeed : belajar baca banyak😆
    salam kenal juga🙂

    @ Ando-kun
    baiklah locianpwe, pinceng pun baru belajar:mrgreen:

    sepakat, Xiang Yu kalah karena terlalu individualis. kalo saja dia bisa memanfaatkan Fan Zeng, dikombinasikan dengan keberaian dan kekuatan Xiang Yu, mungkin Xiang Yu yang keluar sebagai pemenang. tetapi rupanya Langit berkehendak penguasa dinasti baru haruslah orang yg lebih rendah hati🙂 . pada akhirnya, Fan Zeng yg merasa tidak dibutuhkan Xiang Yu mengundurkan diri dan meninggal karena sakit.
    Xiang Yu memang luar biasa, Liu Bang pun selalu menolak tantangan Xiang Yu untuk duel, dan lebih memilih bertarung menggunakan taktik.

    Han Xin sebenarnya sempat dinasihati Kuai Tong untuk memberontak ketika Liu Bang masih sibuk melawan Xiang Yu, istilahnya memancing di air butek. tapi dia lebih milih setia dan membuang kesempatan itu. kecurigaan Liu Bang terhadap Han Xin pada awalnya disebabkan Han Xin melindungi temannya yg jenderal pasukan Xiang Yu yg jadi buron. masalah ini terselesaikan ketika Han Xin menganalogikan “setelah habis hewan buruan, giliran anjing pemburu yang dihabisi” dan Liu Bang kembali mempercayainya.
    kemudian, dia juga sempat membicarakan makar dengan Chen Xi. ketika Chen Xi memberontak, Liu Bang ikut turun tangan memadamkan pemberontakan. Han Xin pun menyiapkan pasukannya dan bersiap menuju ibukota untuk mengkudeta. tetapi malang, rencananya bocor ke permaisuri Lu sehingga dia dipanggil dan ditangkap oleh Xiao He. Xiao He yg merekomendasikan Han Xin, Xiao He juga yg menangkap dan akhirnya membunuh Han Xin. ironis.

    @ jensen
    yg Rubicon itu emang metafor.
    cuma yg saya pernah denger itu ketika Julius menyerang pulau Britania, armada mereka dihancurkan sehingga kapal2 mereka hancur semua. Julius Caesar sendiri akhirnya kalah dalam ekspedisi Britania itu dan berakhir dengan perjanjian damai. nah, apakah dalam ekspedisi itu sempat ada aksi perusakan kapal yg tersisa?😕

  8. 8 lambrtz March 19, 2009 at 09:30

    You should’ve facilitated tl;dr readers😆

    BTW…saya ga ngerti apa-apa nih😐
    Dah gitu aja komen dari saya😛

    Mmm…😕
    Barangkali kita memang butuh terancam DO biar skripsinya lancar:mrgreen:
    *dilempar skripsi*

  9. 9 jensen99 March 19, 2009 at 13:29

    Tidak ada perusakan kapal. Sejauh yang pernah saya pelajari, dulu, kemaren dan barusan, tidak ada cerita seperti itu.
    1] armada Caesar (dalam kedua ekspedisi) hancur karena badai, dan pasukannya malah menghabiskan banyak waktu dan upaya tuk memperbaiki kapal2 supaya bisa pulang ke Gallia.
    2] dua ekspedisi Caesar itu IMO tidak gagal, pasukannya tidak pernah kalah, tapi juga tidak menang dengan gemilang lalu menduduki Britania.
    Selain Wikipedia, link ini juga bisa jadi rujukan ringkas.😉

  10. 10 aNGga Labyrinth™ March 19, 2009 at 15:26

    Pertama2 sie baca dari awal,
    makin kebawah kok ngak abis2…??

    udah abis, kok ada judul lagi..??

    Jujur diriku ngak baca semua.. keren bisa posting kayak ginian
    Suatu saat pasti berguna🙂

  11. 11 Sukma March 19, 2009 at 16:19

    Liu Bang, Xiang Yu… jadi inget komik Legenda Naga😛

  12. 12 Ando-kun March 19, 2009 at 18:24

    @Arm
    Walah, sayah bukan locianpwe, umur masih jauh buat dibilang lo (tua). situ koq bilang2 pinceng, rupanya pendeta buddha yah? baru tau tuh kalo palanya Arm gundul plus balak enam di jidat😆

    Sampai skrg, cerita Han Xin berkhianat atau tidak, nggak ada sejarahwan berani memutuskan scr jelas. Tp yg jelas memang posisi Han Xin terlalu berbahaya bg kelangsungan dinasti Han. bayangin aja, bukan keluarga bukan famili kaisar, tp punya pasukan besar dan jagoan taktik perang. Keluarga kaisar mana yg nggak takut bakalan diserobot tahtanya?

    Yang pasti tipe pembunuhan politik beginian (menyingkirkan teman yg kuat dan berpotensi jadi saingan dimasa depan) sudah sering terjadi. Jaman Ming, Zhu Yuan Zhang balik menghabisi para jendral yg membantunya merebut tahta. Jaman Tang malah sesama saudaa saling bunuh spy hilang saingan naik tahta (kasus Li Shi Min menghabisi dua abangnya spy mulus jalannya jadi kaisar Tang)

    Dinasti Han, dinasti yang paling lama berkuasa di China, yang model pemerintahannya menjadi acuan dinasti2 berikutnya.

    Ngggg… anu boss, emang benar dinasti Han paling lama berkuasa di China (kalau ngitung semua turunan dari dinasti Han awal termasuk jaman Han barat, Han timur, dll).

    Tapi yg model pemerintahannya jadi acuan dinasti2 berikutnya itu setahu sayah dinasti Qin, baik sistem tata negara dan politik (sistem legalismenya Li Si dan Han Fei), pengaturan keuangan dan ekonomi (penetapan standar mata uang dan sistim hitung bersama), sosial budaya (penetapan bahasa nasional). Tanpa standarisasi dinasti Qin, dinasti Han mungkin kerepotan dalam hal administrasi pemerintahan. Misalnya, walaupun dinasti Han menetapkan filosofi Konfusius dlm sistem pemerintahan, tapi tanpa legalisme yg diterapkan sejak jaman Qin, sistem kembangan dinasti Han tidak bakalan mulus dilaksanakan. Kecuali dinasti Han mau memakai cara dinasti Qin yg sangat tidak populer, bunuh dan bantai bagi yang tidak sejalan!!!

    @Sukma
    Sori nih mbak, anuuuu……… Legenda Naga tuh cerita jaman Samkok(tiga negara). Nonton Red Cliff-nya John Woo deh:mrgreen:

    Jaman Liu Bang dan Xiang Yu sih ratusan tahun sebelum jaman Samkok, sekitar 200-an tahun sebelum masehi. Emang sih, raja Shu yg namanya Liu Bei khabarnya masih turunan lsg dari pendiri dinasti Han, Liu Bang. Bener nggak ya kurang tau.😳

  13. 13 Rukia March 19, 2009 at 22:06

    saya ga paham sejarah china😕 bis ga hobi baca buku sejarah:mrgreen:

  14. 14 Arm March 19, 2009 at 22:23

    @ fandi88 : intinya kalo kepepet bisa ngotot😀

    @ lambrtz :😆 *ngelempar sejilid skripsi*

    @ jensen : wah, thx link-nya:mrgreen:

    @ angga : ngga abis2 ya?😕

    @ Sukma : seperti dibilang Ando-taihiap, Liu Bei/Lao Pi/Ryuubi gentoku itu adanya di jaman Sam Kok, sekitar tahun 200an M. jadi Liu Bang hidup di awal dinasti Han, sedangkan Liu Bei di akhir dinasti Han, ada beda 400an tahun

    @ suheng Ando *halah*
    saya sempat botak sih, meskipun ngga gundul😎
    mengenai Han Xin, kalo di posisi Liu Bang emang keberadaannya membahayakan. terlepas dari dia bener2 memberontak ato ngga, yg pasti Liu Bang main aman (atau mungkin istrinya?😕 ).
    bener pepatah lama, begitu buruan habis maka anjing pemburu pun jadi sasaran😐
    tentang Qin-Han, nah itu. IMO dinasti Han mengambil apa2 yg bagus dari Qin (kesatuan, sentralisasi pemerintahan) dan membuang yg jelek (menjadikan konfusianisme menjadi filosofi negara). model ini kemudian ditiru oleh dinasti2 selanjutnya. tapi kalo dirunut ya dari Qin juga sih😛
    mungkin maksud saya saking suksesnya dinasti Han, orang2 China sejak saat itu sampe sekarang menyebut mereka sendiri orang Han untuk suku mayoritasnya🙂
    yg Liu Bei, kayanya sih emang bener keturunan kaisar Han (meskipun ngga tau apakah keturunan langsung dari Liu Bang). ini yang membuat dia mendapat gelar “paman kaisar” dari kaisar Han di awal2 periode samkok. lagian namanya sama2 Liu😛 *halah*

  15. 15 Arm March 19, 2009 at 22:29

    @ Rukia :
    yg sejarah Al Andalusiyah ngga demen bu?:mrgreen:
    ato yg sejarah Britannia vs Kuro no Kishidan juga ngga demen ya?:mrgreen:
    *dari kemaren belom ada yg komen 2 peristiwa itu😆 *

  16. 16 Sukma March 20, 2009 at 09:33

    @ Ando-kun & Arm:
    Oo, beda ya. Hehehehe, maap saya salah. Habisnya namanya sama2 Liu:mrgreen:

    Thanks buat koreksinya ^^

  17. 17 kenangamu March 20, 2009 at 12:16

    haah banyak banget…
    pusing jadinya..
    tapi keren..
    salam kenal yah..
    kunjungi blog aku yah

  18. 18 Emina March 20, 2009 at 17:42

    betul -betul fiuuuh…..
    hm, thariq bin ziyad adalah salah satu tokoh yang saya kagumi.
    tapi saya jg tak terlalu memahami sejarah sih, biasanya tau sekilas -sekilas aja, rumit baca buku sejarah ituu..
    kecuali berbentuk film..:mrgreen:

  19. 19 Reina Lunarrune March 20, 2009 at 22:52

    se… sejarah…
    *mabok*

    cuma tau yang terakhir~
    xD

    All hail Lelouch~
    *disambit bakiak*

  20. 20 andyan March 23, 2009 at 09:55

    hiya hiya
    sapa tu yang hail hail disini
    *lempar tong bensin*

  21. 21 Arm March 23, 2009 at 21:46

    @ Sukma : ya begitulah😉

    @ kenanganmu : salam kenal juga (kok ga ada url-nya?😕 )

    @ Emina : hee.. anggep aja baca novel:mrgreen:

    @ Reina : ooru heiru ruruuuuushu

    @ andyan : ngelempar tong sampah😆

  22. 22 andyan March 24, 2009 at 09:35

    padahal saya ngelempar ke lunarrune (annoyed)

  23. 23 wi3nd March 24, 2009 at 14:41

    panjan9 amaaaddd..🙂

    sejarah yaa…

    makasi uda sin99ah..🙂

  24. 24 kenangamu March 24, 2009 at 15:32

    gmana sih biar kliatan urlnya aku bingung..
    privatin dong..
    91787753

  25. 25 Asop March 26, 2009 at 06:36

    Hmmmm…. THariq Bin ZIad itu Jendral yang hebat….

    Menurut saya sendiri sih, dalam setiap kondisi yang seolah-olah tidak ada jalan keluarnya, dengan menjalani apa adanya sudah merupakan salah satu jalan. Dan biasanya dengan menjalani jalan itu (kok jadi banyak kata jalan ya😆 ) kita akan mendpati penyelesaian yang sesuai. Komentar saya mengenai kisah2 di atas

    Setuju….😀

  26. 26 diet April 14, 2013 at 16:45

    No, the reality reveals that we are totally ignorant
    towards our dietary habits. Yet its videos seem like
    infomercials, with the cook wearing an apron with the Whole Foods logo emblazoned
    on it, or subtly suggesting a store specialty of Yukon potatoes.
    The WHO definition of GMO’s should be the legal standard for food advertising and labeling.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: