Archive for May, 2009

Membaca Manhua

Terpengaruh postingan Mas Jensen yang ini, iseng2 saya ikutan ah bikin postingan sejenis :mrgreen: hehe.. Jadi, 2 minggu terakhir ini saya iseng nyewa komik di rentalan, yg berjudul Legend of The Condor Heroes (LoTCH) dan Pendekar Hina Kelana. Dua seri tersebut merupakan manhua (komik China/Hongkong/Taiwan) karya Lee Chi Ching yg dibuat berdasarkan novel cersil karya Jin Yong, dan dua-duanya sudah diterbitkan oleh m&c! beberapa tahun silam.

Mengenai garis besar ceritanya, sepertinya sih benar2 mengikuti novel2 Jin Yong tersebut yg terbit di tahun 1960-an. Saya ngga tau pasti karena memang belum membaca novel2nya πŸ˜› hehe..

LoTCH berlatar di akhir jaman Dinasti Song Selatan, di awal kebangkitan kekuatan Temujin dan bangsa Mongolnya. Bercerita mengenai Kwee Ceng, bocah negeri Song yang karena suatu perjanjian antara ayahnya dan saudara angkatnya tanpa sengaja terlibat dengan urusan politik luar negeri Song-Jin dan terdampar hingga tumbuh besar di padang gurun Mongolia. Setelah tumbuh besar, Kwee Ceng masih harus bertemu dan bertanding dengan Yo Kang, anak saudara angkat ayahnya, untuk memenuhi perjanjian guru2nya dengan rahib Khu Chi Kie, orang yg melibatkan ayah Kwee Ceng dan Yo Kang dalam urusan luar negeri kerajaan Jin-Song, dan juga menjadi guru Yo Kang. Untuk selanjutnya, diceritakan tentang perjalanan hidup Kwee Ceng mulai dari dia menjadi orang kepercayaan Temujin, kisah cintanya dengan Oey Yong Jie, dan perjalanannya menemukan kembali rasa nasionalisme Song-nya ketika akhirnya Mongol mencoba menaklukan Song setelah Jin. Untuk lebih jelasnya baca aja sendiri, dan maaf saya males ngasih skrinsyut gambarnya, gugling aja πŸ˜› hehe..

Saya ngga akan berpanjang lebar menjabarkan ceritanya, cuma ada hal menarik yaitu ada beberapa karakter dari komik itu yang memang benar2 ada dalam sejarah, di antaranya :

Jenghis Khan, dan kroni2nya (maksudnya jenderal2 dan keluarganya :mrgreen: ) yg menganggap Kwee Ceng sebagai keluarga sendiri, bahkan Tolui (anak ke-4 Jenghis) mengangkat saudara dengan Kwee Ceng, dan Jebe (salah satu jenderal andalan Jenghis) adalah guru pertama Kwee Ceng dalam ilmu memanah.

Rahib Khu Chi Kie dari aliran Coan Cin yg kemudian dipanggil mengunjungi Jenghis Khan untuk memberi saran awet muda memang benar2 ada, dikenal juga sebagai Ch’ang Ch’un dari aliran Ch’uan Chin (salah satu sekte Tao).

Setahu saya itu sih, kalo ada yg mau nambahin silakan :mrgreen:

Novel LoTCH sendiri merupakan bagian awal dari trilogi Condor Heroes karya Jin Yong. Bagian kedua adalah Return of The Condor Heroes (yg saya yakin banyak di antara Anda sekalian yg familiar dengan judul ini) dengan Yo Ko, anak Yo Kang, sebagai tokoh utama. Sedangkan bagian ketiga adalah Golok Pembunuh Naga (To Liong To) dengan Thio Boe Kie (yg kebetulan mewarisi Golok Pembunuh Naga buatan Kwee Ceng) sebagai tokoh utama.

Komik berikutnya, yaitu Pendekar Hina Kelana (PHK), dengan judul asli novel yaitu XiΓ o Γ€o Jiāng HΓΊ (arti harfiahnya “menertawakan dunia di Jiang Hu”), atau dalam versi Inggris-nya disebut Smiling Proud Wanderer. Latar waktu yang digunakan tidak jelas, tetapi sepertinya terjadi pada masa Dinasti Ming (kata wiki sih πŸ˜› ). Menceritakan Linghu Chong, murid pertama perguruan pedang Hua Shan (sebuah perguruan lurus), yg jujur dan baik hati dan hobi minum arak dan bertingkah slengehan πŸ˜† hehe.. Linghu Chong kemudian terlibat dengan berbagai intrik antar perguruan2 pedang aliran lurus sendiri dan juga bentrokan dengan aliran sesat, yang membuat kita bertanya-tanya sendiri mana yg aliran lurus dan mana yg aliran sesat πŸ˜‰ hehe.. Selanjutnya diceritakan juga perebutan kitab silat sakti bikinan kasim πŸ˜† , juga kisah cinta Linghu Chong sampai dia menemukan jodoh sejatinya. πŸ™‚

Setelah menuntaskan membaca PHK, ada beberapa hal yg berkesan buat saya, yaitu (hati2 spoiler, skip aja kalo ga mau tau πŸ™‚ ) :

Di volume 12-13, diceritakan tentang pertemuan Linghu Chong dengan Ren Yingying melalui kecapi dan bagaimana Yingying mulai menyukai Linghu Chong. Menurut saya, Ren Yingying ini benar2 tipe tsundere, dia menyukai Linghu Chong tapi selalu menyangkal, malah awalnya menolak diketahui wajahnya sampe disangka nenek2 πŸ˜† , dan menggunakan berbagai alasan untuk menahan Linghu Chong agar selalu di sisinya 😎 (luv u Yingying-chan :mrgreen: hehe). Atao malah bisa jadi masuk kategori yandere, karena tidak segan2 membunuh murid Shaolin untuk melindungi dirinya dan Linghu Chong sebagai bentuk rasa cintanya (seyem)..

Kitab Bunga Matahari yg disebut sebagai kitab ilmu silat terkuat diciptakan oleh kasim di jaman Dinasti Tang. Karena dibuat oleh dan diperuntukkan kepada kasim, maka orang yg mempelajari kungfu tersebut lama-kelamaan kehilangan maskulinitasnya dan menjadi feminin = =’. Contohnya adalah Dongfang Bubai sang ketua aliran sesat yg jadi cowok melambai dan menyukai laki2, atau Lin Pingzhi si murid termuda perguruan Hua Shan yg sudah menguasai kungfu tersebut sebelum menikahi Yue Lingshan sehingga tidak sempat “menggarap” istrinya karena kehilangan “keperkasaan” πŸ˜† hihihi… Sampai mati juga saya ngga bakal mau mempelajari kungfu kaya’ gitu πŸ˜†

Masih tentang “keperkasaan”, di volume 20, Tian Bo Guang, pendekar dari aliran sesat yg dijuluki “Pendekar Pemetik Bunga” karena suka mencabuli gadis2 dan wanita2 cantik, bertobat dan menjadi biksu atas paksaan anjuran biksu Bu Jie. Nah, cara biksu Bu Jie “menganjurkan” Tian Bo Guang untuk menjadi biksu adalah… merobohkannya, menarik celananya, dan mengambil sebilah pisau.. dalam sekejap Tian Bo Guang sudah menjadi biksu πŸ˜† (silahkan terka sendiri apa maksudnya, yg jelas saya ngakak guling2 pas baca bagian ini πŸ˜† πŸ˜† πŸ˜† )

Mengenai artwork kedua manhua tersebut, menurut saya sih biasa2 saja, seperti manhua China/Hk/Tw pada umumnya yg susah dibedakan muka karakter2nya πŸ˜† . Tapi jujur saya lebih suka artworknya Lee Chi Ching yg simpel ini ketimbang Tony Wong, yg karakter2 cowoknya digambar terlalu berotot :mrgreen:

Oh iya, sebagai catatan tambahan, sepertinya dalam penterjemahan LoCTH pihak m&c! masih menggunakan nama2 dalam dialek Hokkian yg memang banyak digunakan warga keturunan Tionghoa di Indonesia, misalnya Kwee Ceng kalau dalam dialek Pinyin adalah Guo Jing. Sedangkan untuk penterjemahan PHK sudah menggunakan nama2 dalam dialek Pinyin yg lebih populer dan lebih banyak digunakan dalam bahasa Mandarin.

Jadi, anda membaca apa akhir2 ini? :mrgreen:

bukan untuk ditiru

jangan ditiru

jangan ditiru

Tidak melanggar aturan siih, aturannya kan dilarang corat-coret, bukan dilarang seolah-olah kencing… tapi sebaiknya jangan ditiru πŸ˜†

p.s. yang di foto itu bukan saya 😎

The Last Shadow Puppet – Meeting Place

Cuma iseng coba2 masukin salah satu lagu favorit :mrgreen:

Sebenernya mp3-nya dah lama punya (yea piracy πŸ˜† kayanya mereka masih indie kok, hehe πŸ˜› ), cuma pas lagi iseng gugling liriknya nemu blog [ini], dan kebetulan benwit lagi waras karena jam kalong, sekalian aja posting ini πŸ˜€ hehe..

*iseng combo 2 post sehari :mrgreen: *

*iseng sekali2 boros benwit πŸ˜› *

Women and Nation (again)

Women is an important part of nation
no women no sex?
no sex no happiness?
no happiness no stability?
no stability means chaos in the country?

Kutipan di atas saya copas langsung dari sebuah postingan di forum beberapa waktu lalu, dan jujur saya lupa tentang apa topiknya πŸ˜› hehe..

Sebelumnya, saya pernah iseng membuat postingan tentang wanita cantik penghancur kekuasaan. Nah, kalo dihubung-hubungkan dengan semena-mena dengan kutipan di atas, kayanya masuk akal juga kalo dilihat dari sudut pandang laki-laki. Jadi, selain bisa menghancurkan suatu negara, wanita juga merupakan bagian penting dari suatu bangsa untuk menjaga kestabilan negara. πŸ˜‰

Tetapi kalo dari sudut pandang wanita, kayanya kata-kata “women” bisa juga diubah jadi “men”, kalau hanya merujuk pada aktivitas seksual. Dan sepertinya saya bakal segera disambit pake sendal oleh para aktivis perempuan (dan perempuan pada umumnya πŸ˜† ) kalau mereka mendengar saya mengucapkan kutipan tersebut :mrgreen: πŸ˜›

Nah, bagaimana menurut Anda? πŸ™„

PG Astray Red Frame

Jadi begini, 2 hari yg lalu (1 Mei 2009) senior saya dateng ke kosan sambil membawa beberapa stok anime. Dia mengabarkan bahwa plamo Perfect Grade (PG) Gundam Astray Red Frame telah tersedia di sebuah toko hobi terkenal di kota kami. Kebetulan, malamnya saya cetingan ama lambrtz tentang keinginannya memiliki figurine (yg akhirnya dia ngga jadi beli), jadi iseng2 saya melihat-lihat scan majalah Hobby Japan karena pengen tau figurine kaya’ apa yg dia pengen. Nah, selagi melihat-lihat (karena ga bisa baca πŸ˜› ) scan majalah itu, saya rada terkesan dengan gambar gunpla PGΒ  Astray Red Frame berskala 1:60 itu

Red Frame front

Red Frame front

red frame back

Red Frame back

PG ini dirilis di Jepang tanggal 27 Maret 2009, dan dibanderol seharga 18900 yen, silakan di cross sendiri ke rupiah dengan yen sekitar 120-150an rupiah πŸ˜›

Ngga, saya bukan mau nge-review plamo tersebut πŸ˜› kalo mau review plamo ada yg lebih dewa soal ini, contohnya Dalong atau Mark, bisa dilihat di blog mereka masing-masing πŸ˜‰ πŸ˜›

Saya cuma mau komentar, kalau hari berikutnya (2 Mei 2009) saya iseng2 main ke toko hobi yg disebutkan senior saya itu. Maksud hati cuma pengen tanya harga (nanya doang) dalam rupiah dan melihat serta menyentuh secara langsung barang seharga nyaris 19ribu yen itu. Apa daya, ternyata itu plamo sudah laku terjual, dan ketika saya tanya harganya dilepas seharga 2.5 juta rupiah 😯 . Maka untuk kesekian kalinya saya merutuki nasib sebagai orang yg belum berpenghasilan = =’

p.s. gambar dicomot secara semena-mena dari Hobby Japan edisi April 2009 πŸ˜› dan kabarnya edisi Mei ini Hobby Japan akan mengulas PG Red Frame tersebut

*menunggu senior yg mendonlot scan HJ 05-2009 :mrgreen: *