Quentyn Martell, Semacam Eddard Stark-nya Dorne

Sekitar seminggu yang lalu saya selesai membaca A Dance With Dragons, buku kelima dari seri A Song Of Ice And Fire karya George R.R. Martin. Di buku kelima ini, ada POV karakter yang bernama Quentyn Martell. Quentyn adalah anak kedua dari Doran Martell, penguasa Dorne. Di serial tv-nya Quentyn tidak dimunculkan, di season 5 ini malah Trystane Martell (adiknya Quentyn) yang banyak nongol.

Disclaimer: selanjutnya akan penuh dengan spoiler dari buku kelima!

Kenapa mendadak saya posting tentang Quentyn Martell? Karena saya merasa terhempas setelah sebelumnya berharap banyak terhadap karakter ini 😂😅.

Quentyn dijadikan karakter POV oleh mbah GRRM. Dia mendapat tugas khusus dari ayahnya untuk mencari Daenerys Targaryen, guna mewujudkan persekutuan lama antara Dorne dan Targaryen. Di akhir pemberontaan Robert Baratheon, dengan diam-diam Dorne membuat pakta perjanjian dengan Ser Willem Darry (loyalis Targaryen) untuk menikahkan Viserys Targaryen dan Arianne Martell (kakak perempuan Quentyn). Pakta tersebut ditandatangani oleh Oberyn Martell, Ser Willem Darry, dan beberapa penguasa Braavos. Dengan tewasnya Viserys tanpa menyadari adanya pakta tersebut, Doran Martell mengirim anaknya Quentyn untuk menikahi adiknya, Daenerys Targaryen.

Nah, petualangan Quentyn untuk menemui Dany boleh dibilang cukup seru. Awalnya berenam, Quentyn cs tinggal bertiga ketika tiba di Volantis. Tiga kawan lainnya tewas di tangan perompak dalam pelayaran dari Lys ke Volantis. Jauh di timur, di Slaver’s Bay, Dany sudah mengukuhkan diri sebagai ratu di Mereen, dan sedang bersiap menghadapi kepungan dari pasukan kota tetangganya Yunkai. Dany juga menghadapi ancaman Son of Harpy di dalam kota Mereen, sehingga posisinya benar-benar sedang terjepit luar dalam. Ditambah lagi Volantis sedang siap memberangkatkan pasukan bayaran untuk turut serta mengepung Mereen. Dengan kondisi sedemikian tidak aman, tidak ada kapten kapal waras yang bersedia mengangkut Quentyn cs ke Mereen ataupun Slaver’s Bay.

Quentyn akhirnya menemukan cara yang tidak terlalu “terhormat” untuk mencapai Mereen, yaitu dengan mendaftar sebagai pasukan bayaran di bawah panji The Windblown. The Windblown sedang terikat kontrak dengan Yunkai dan akan berangkat ke Slaver’s Bay untuk menggempur Astapor dan Mereen. Sebagai prajurit bayaran The Windblown, Quentyn cs ikut serta dalam penaklukan Astapor.

Setelah penaklukan Astapor, Quentyn masih bingung bagaimana agar bisa mencapai Dany. Tak disangka pimpinan The Windblown berhasrat untuk mengamankan kemenangan. Dia bermaksud menempatkan sebagian orang-orangnya membelot ke pihak Mereen. Orang-orang tersebut adalah yang berasal dari Westeros, dengan pertimbangan Daenerys adalah orang Westeros sehingga lebih mudah diterima. Sebagai orang Westeros, tentu saja Quentyn cs dimasukkan sebagai pasukan “pembelot” tersebut.

Setelah berhasil masuk Mereen dan menemui Daenerys, Quentyn membuka identitasnya dan menyampaikan pakta pernikahan rahasia. Sayangnya Daenerys sudah berjanji untuk menikahi Hizdahr no Loraq, bangsawan Mereen, untuk meredam pembunuhan dari Son of Harpy dan berdamai dengan Yunkai. Tak ingin pulang dengan tangan hampa, Quentyn mencoba menyelesaikan misinya dengan berusaha “menaklukan” naga-naga Daenerys di kurungannya. Quentyn merasa dirinya memiliki sedikit darah Targaryen sehingga bisa menjinakkan naga. Dia pernah membaca buku tentang naga, dan sempat diajak Dany untuk melihat dua naga yang dikurung yaitu Rhaegal dan Viserion. Quentyn pun meminta bantuan pasukan The Windblown untuk menculik naga, dengan imbalan penaklukan kota Pentos.

Sampai bagian tersebut saya merasa “Wow, keren sekali kalau ada penunggang naga baru!”

Ternyata harapan saya sirna belaka 😅. Ketika sudah berhasil menyusup ke kurungan naga, Quentyn berusaha menjinakkan Viserion. Dia tidak sadar kalau membelakangi Rhaegal dan terkena semburan api dengan telak. Dua naga tersebut akhirnya berhasil kabur dari kurungan. Setelah tiga hari penuh derita luka bakar di sekujur tubuhnya, akhirnya Quentyn Martell tewas di hari keempat.

Perasaan ini mirip ketika saya menonton serial tv-nya yang season pertama. Eddard Stark yang sepertinya bakal menjadi tokoh utama akhirnya tewas dipenggal di King’s Landing. Karena season 1 tidak berbeda jauh dengan bukunya, ketika saya membaca buku pertama mental saya sudah siap dengan kematian Eddard. Berbeda dengan buku kelima, yang alur ceritanya sudah cukup berbeda dengan serial tv season lima. Pantas saja di serial tv karakter Quentyn tidak perlu repot-repot ditampilkan. Bahkan Ser Barristan Selmy yang masih hidup di novelnya pun dimatikan di serial tv-nya. Seharusnya saya sadar bahwa tidak ada karakter yang “aman” di dunia A Song Of Ice And Fire 😑. Apalagi bab sebelum Quentyn tewas adalah bab di mana Jon Snow ditikam berkali-kali oleh anggota Night’s Watch. Saya lupa bahwa serial tv Game of Thrones lah yang membuat saya beranggapan bahwa semua karakter cerita bisa dimatikan 😤😆.

Valar morghulis😎

1 Response to “Quentyn Martell, Semacam Eddard Stark-nya Dorne”


  1. 1 TamaGO June 17, 2015 at 16:51

    Waktu Eddard Stark mati di awal2 aja udah keliatan kalo pengarangnya model2 adachi yg suka ngasih twist dan ga sungkan2 matiin karakter yang kayanya penting, jadi udah siap dan nggak kaget hehehe

    filmnya agak beda sama novel ya akhir2 ini (Sansa misalnya), jadi penasaran apa semua stark mau dihabisi sama pengarangnya ato ada yg survive sampe akhir dan jadi imba.Bran jadi grand seer ato Arya jadi master assasin gitu misalnya :hammer: (kebanyakan main RPG)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: