Archive for November, 2009

Cornerstone and Whistle For The Choir

Akhir-akhir ini saya sedang suka ndengerin salah satu single Arctic Monkeys yang berjudul Cornerstone, yang diambil dari album terbarunya Humbug yang rilis pertengahan tahun 2009 ini.

Nah, setelah PV-nya rilis, saya penasaran bakal kayak apa klip-nya, karena liriknya sendiri rada mencari pelampiasan alternatif :mrgreen:. Iseng-iseng cari di yutub, ketemu, cuma…. PV-nya nggilani, bapuk banget 😆 😆 :lol:. Si Turner gayanya kaya bishie ga genah 😆

saos

dan ngomong-ngomong, dari semua PV Arctic Monkeys, saya cuma suka 1 PV, yaitu yang lagunya Leave Before The Lights Come On :mrgreen:

PV-nya IMO bikin ngikik sendiri kalo liat dari awal sampe akhir 😆 dan mengingatkan ke pembicaraan saya dengan teman kos saya beberapa tahun yang lampau :mrgreen:. Waktu itu teman saya tanya, “mau sampe kapan ngejomblo, sampe dilempar sepatu?” 😆 😆 😆

dan karena PV lagu itu di yutub tidak bisa di-embed, maka saya kasih saosnya aja, enjoy :mrgreen:

leave before the lights come on

Nah, lain lagi dengan Whistle For The Choir-nya The Fratellis. Ini lagu saya tau dari temen saya, dan temen saya ini kebetulan tau band tersebut karena namanya sama kayak keluarga penjahat di film The Goonies :mrgreen:

Karena lirik lagunya itu ngarep ke cewe cakep, saya mengharapkan di PV-nya bakal ada model cewek cakep yang nongol. Ternyata oh ternyata, tidak ada sama sekali model cewek di PV itu 👿

dan sama seperti lagu di atas, PV di yutub ga boleh di-embed, jadi saya kasi link yutub-nya aja 😉

Whistle For The Choir

Meskipun begitu, PV-nya IMO cukup relevan sih ama lagunya, cuma ya itu kekurangannya, ga ada model cewek (cakep) nya 😛

..

..

Tapi, dari semua itu, sepertinya saya bakal dengerin lagu ini dulu deh penghiburan menuju Europa League 😛

(ninja)

Advertisements

Quick Review Books and Anime

Langsung saja, memanfaatkan waktu liburan akhir pekan untuk menyamarkan postingan sebelumnya 😎 , ini saya review singkat beberapa judul hiburan (buku dan anime), siapa tahu Anda tertarik untuk menikmatinya :). Sebenernya bukan review sih, cuma kesan-kesan saya aja setelah membaca/menontonnya :mrgreen:

Kitchen – Banana Yoshimoto – di Indonesia diterbitkan oleh KPG (novel)

Buku ini terdiri dari 2 cerita, Kitchen dan Moonlight Shadow. Berlatar Tokyo tahun 80an akhir, Kitchen bercerita tentang Mikage Sakurai, perempuan yang menjadi sebatang kara setelah neneknya meninggal. Dia kemudian ditawari tinggal di rumah keluarga Tanabe, kenalan neneknya, bersama Yuichi Tanabe dan Eriko Tanabe, ibu Yuichi yang merupakan perempuan transeksual yang aslinya adalah ayah kandung Yuichi. Mikage yang kesepian sepeninggal neneknya menganggap dapur adalah tempat di mana dia tidak merasa kesepian, dan di dapur keluarga Tanabe perlahan-lahan dia menemukan kembali keluarganya. Ketika Eriko meninggal, hubungan antara Mikage dan Yuichi menjadi kaku. Dan dalam cerita ini diperlihatkan bagaimana mereka mencairkan kembali hubungan mereka.
Sedangkan Moonlight Shadow bercerita tentang Satsuki, yang baru saja ditinggal mati kekasihnya, Hitoshi, karena kecelakaan mobil. Ketika sedang berjalan-jalan di tepi sungai, dia bertemu dengan wanita aneh bernama Urara, yang tiba-tiba meminta tehnya. Karena menghilangkan botol minum Satsuki, Urara berjanji untuk menggantinya dan malah mengajaknya bertemu lagi di hari tertentu di jembatan tersebut. Ternyata Urarapun baru saja ditinggal mati kekasihnya, dan dia mengajak Satsuki untuk menerima ucapan selamat tinggal terakhir di hari Tanabata.
Kesan saya setelah membacanya, ceritanya biasa-biasa saja, temanya juga biasa-biasa saja, tapi ada sesuatu yang membuat saya betah membaca cerita ini :D. Yang paling berkesan (awas spoiler!) dari Kitchen tentu saja perjalanan antarkota Mikage untuk mengantarkan katsu donburi untuk Yuichi yang kelaparan di kota I karena selalu disuguhi masakan tahu oleh pengurus penginapannya. Sedangkan dari cerita Moonlight Shadow, inti pesan dari cerita ini adalah untuk selalu melangkah ke depan, untuk tidak terpaku di masa lalu karena aliran waktu tidak bisa dihentikan.

kitchen - banana yoshimoto

gambar diambil dari sini 🙂

Kisah Langit Merah – Bubin Lantang – Gagas Media (novel)

Menceritakan tentang Langit Merah, mantan wartawan koran terkemuka di Indonesia, yang juga mantan anggota tim external economist di New York, Amerika, yang meneliti tentang efek privatisasi BUMN di negara-negara berkembang. Saat ini Langit hanya bekerja secara ilegal sebagai tenaga laundry di daerah pecinan di New York. Alur cerita ini bolak-balik, kebanyakan berupa flashback perjalanan hidup Langit yang keras yang terlahir sebagai keturunan Cina tapi bukan berasal dari keluarga yang mapan secara ekonomi. Sedari kecil Langit bercita-cita menjadi wartawan, dan ketika ia akhirnya berhasil menggenggam cita-citanya, kedua orangtuanya sudah tiada untuk diberi kabar gembira. Ketika memasuki dunia jurnalistik itu pula, dia mengetahui berbagai siasat, suap, korupsi, dan berbagai kecurangan yang melanda dunia jurnalistik nasional. Diceritakan juga bagaimana pertemuan awalnya dengan Daria, kekasihnya, ketika sedang ujian Kalkulus, dan bagaimana dia menjalani hidup terkatung-katung di New York setelah kontraknya sebagai external economist habis.
Kesan saya setelah membacanya, saya suka karakter si tokoh utama :mrgreen: \m/. Cuma saya kurang suka saja dengan cerita cintanya, rada-rada berbau CLBK gitu ^^. Namanya juga bumbu, beda orang beda selera :mrgreen:

Mengenai pengarangnya, dapat dilihat blog-nya di sini 😉

kisah langit merah

gambar diambil dari sini

Oiya, banyak-banyak terima kasih buat mbak yang jauh di sana yang sampe ngirim buku ini, really appreciate it 🙂

Higashi no Eden – Kenji Kamiyama – Production IG (anime)

Saki Morimi sedang menikmati masa liburannya di Washington DC. Ketika sedang berfoto di dekat gedung putih, dia bertemu Akira Takizawa yang kehilangan ingatannya dan dalam keadaan bugil memamerkan Johny-nya :lol:. Karena suatu hal, akhirnya Saki terpaksa terlibat dengan urusan Akira, yang ternyata adalah seorang selecao di antara 12 orang terpilih (yang disebut selecao) untuk melakukan semacam permainan. Permainan ini dicetuskan oleh Mr. Outside, orang misterius di luar selecao tersebut, dan cara kerjanya adalah menghabiskan uang 10 miliar yen dengan cara apapun asal bisa berkontribusi besar terhadap Jepang. Para selecao itu dibekali dengan hape khusus yang tersambung ke Juiz, asisten Mr. Outside, yang akan memberikan segala informasi yang dibutuhkan dan mengurus transaksi uang 10 milyar yen itu. Awalnya Saki tidak tahu perihal selecao tersebut, tapi lama-kelamaan dia tahu juga, begitu juga teman-temannya di klub universitasnya.
Kesan saya setelah menonton anime ini, opening-nya keren, yang nyanyi Oasis soalnya :mrgreen:. Anime ini sepanjang 11 episode, dengan setting di masa depan yang dekat (tahun 2011), dan di episode terakhir dikonfirmasikan bakal ada movie di bulan November 2009 (11). Sepertinya tidak salah kalo dibilang pembuat anime ini benar-benar menyukai nomor 11, seperti terlihat pada karakter selecao no. 11 😈 :lol:. Terus, software pengenal benda yang dikembangkan Higashi no Eden (nama klub universitas tempat Saki menjadi anggotanya) benar-benar keren, bisa mendeteksi dari nama benda sampe muka orang, basis datanya benar-benar hebat \m/

Dan terus terang awalnya saya tertarik gara-gara opening-nya menggunakan single Falling Down-nya Oasis :mrgreen:. Tapi setelah melihat ceritanya, saya jadi tertarik mengikuti anime-nya. Meskipun yang rada menyebalkan terdapat beberapa adegan mengumbar “johny”, terutama di episode akhir ketika ribuan NEET tanpa busana berhamburan di musim dingin 😆
Ini anime iseng saya bahas karena sekarang sudah bulan 11, dan seharusnya bulan ini nongol movie-nya :mrgreen:

higashi no eden

gambar diambil dari forum 😆

Sebagai tambahan, saya sisipkan OP scene dari anime Higashi no Eden ini 😉

masa kekelaman

nasib jadi pendukung tim ecek-ecek 😆