Posts Tagged 'Muratomo no Yoritomo'

SHIKE

Entah mengapa saya sedikit teringat masa-masa KKN. Mungkin karena sekarang lagi musim KKN, harusnya dah masuk bulan kedua (dan mulai timbul friksi dan konflik 😛 ). Ya, tahun lalu, bulan Juli-Agustus 2007 saya mengalami KKN bertema Pemberantasan Buta Aksara di suatu desa di Jawa Tengah. Tapi sekarang saya bukan mau ngomongin KKN, meskipun ada hubungannya.
Waktu itu, untuk mengatasi kebosanan biasanya seminggu sekali kami pergi main ke kota terdekat. Nah, kesempatan itu tidak saya sia2kan untuk memenuhi hasrat belanja komik saya. Ketika berada di bagian buku di suatu “mal” di kota terdekat itu, saya melihat sebuah novel yang menarik minat saya. Judulnya “SHIKE”, pengarangnya Robert Shea. Pas saya baca sinopsisnya, saya langsung tertarik, “…petualangan Jebu dan Yukio di bawah Kublai Khan…”. Ngapain orang Jepang di daratan China bersama prajurit Mongol, pikir saya waktu itu. Ternyata itu sinopsis buku ke-2, dan untuk membunuh rasa penasaran saya pun membeli buku ke-1 dan ke-2nya sekaligus (tekor, sikap yg tak terpuji 😀 ). Setelah saya khatamkan, ternyata masih bersambung dan merupakan tetralogi. Saya hanya sempat membeli buku ke-3 di kota itu, dan buku ke-4 saya beli di Jogja (dapet diskon pastinya 😀 ).
Tokoh utama dalam novel ini adalah Jebu, biarawan petarung (shohei, di situ disebut “shike“) aliran sekte Zinja (di situ dibilang mirip Zen, kayanya fiktif), dan Shima no Taniko, putri keluarga bangsawan Shima yang hendak dinikahkan dengan Sasaki no Horigawa, pejabat pemerintahan keluarga Takashi. Nah, inti ceritanya itu percintaan terlarang antara Jebu dengan si Taniko itu, dengan ditambahi latar peperangan dan intrik yang lumayan oke. Nantinya Jebu akan mengabdi kepada Muratomo no Yukio menghadapi keluarga Takashi, kabur ke China, mengabdi pada dinasti Song, ganti mengabdi pada Kublai Khan, dan kembali ke Jepang untuk menghadapi keluarga Takashi sekali lagi.
Setting cerita itu pada akhir jaman Heian di Jepang, dan akhir dinasti Song di China (sekitar tahun 1160-1185). Awalnya saya sempat bingung waktu melihat nama2 tokohnya. Tapi seiring saya membacanya saya mulai paham kalau ini ngga lain ngga bukan tentang Gempei War, diawali pemberontakan Hogen dan Heiji, diliputi peperangan besar antara klan Taira dan Minamoto (Genji), diakhiri dengan pembentukan shogunate bakufu Kamakura, serta ditebar ancaman invasi Mongol 2 kali hampir seabad kemudian. Keluarga Takashi adalah keluarga Taira, sedangkan keluarga Muratomo adalah keluarga Minamoto. Muratomo no Yukio itu Minamoto no Yoshitsune, dan Jebu tentu saja sang Musashibyo Benkei yang termasyhur itu. Muratomo no Hideyori adalah Minamoto no Yoritomo, sedangkan Taniko saya bingung ni orang beneran ada ato ngga.

tetralogi SHIKE

tetralogi SHIKE

tampak samping

tampak samping

Poin2 yang menarik dari novel ini (hati2 spoiler!) :
-saat Jebu menghadang Yukio di jembatan untuk merampas pedang 100 samurai (buku 1)
-saat Yukio dan Jebu bertualang di China sebagai pelarian, dan Taniko dipersembahkan sebagai “hadiah” bagi Kublai Khan oleh Horigawa di China (keseluruhan buku 2)
-Gempei war, perang besar antara Takashi dan Muratomo, yang dibantu prajurit Mongol dan sisa2 samurai yang terlatih di medan perang Mongol (buku 3)
-pertempuran pasukan Jepang menghadang invasi Mongol di Teluk Hakata (buku 4)
-adegan “perang bunga” antara Jebu dan Taniko (halah…)
Nah, keanehan-keanehan khas novel (yg sedikit melenceng dari sejarah) yaitu :
-Minamoto no Yoshitsune sama sekali ngga pernah ke China untuk bertempur dengan Kublai Khan 😀
-Jebu diceritakan merupakan anak dari Jamuga, musuh Genghis Khan, yg lari ke Jepang (jadi orang Mongol, what the heck..). Jamuga ngga pernah ke Jepang dan mati di daratan Mongol oleh Genghis Khan
-Pasukan Mongol yg membantu pihak Muratomo (Minamoto) kayanya ngga ada di literatur sejarah deh
-Di akhir Gempei War, Yoshitsune dikhianati oleh Yoritomo dan dipaksa bunuh diri di Hiraizumi (Jepang Utara, masih pulau Honshu), dan Benkei pun mati setelah tertembus banyak panah pasukan Yoritomo. Di novel ini Yukio (Yoshitsune) emang mati bunuh diri, setelah dikepung pasukan Mongol suruhan Hideyori (Yoritomo), tetapi Jebu (Benkei) selamat dan meneruskan kisah cintanya dengan Taniko
-invasi Mongol ke Jepang terjadi tahun 1272 dan 1281, kalo dihitung-hitung harusnya umur Jebu dan Taniko saat invasi Mongol sudah seabad. Tapi nyatanya Taniko masih sehat merawat cicit-nya dan Jebu masih sehat bertempur melawan armada Mongol, dan keduanya masih sehat dalam “perang bunga” (halah…)
Secara keseluruhan, saya paling suka buku ke-2, dengan setting daratan China dan pertempuran2 antara pasukan Mongol dengan pasukan Dinasti Song, serta antara Pasukan Kublai Khan melawan pasukan Arik Buka (kayanya Albuqa Khan), sepupunya dalam merebut tahta Kaisar Mongol. Untuk tahu lebih banyak tentang Gempei War, mending baca Heike Monogatari (Tales of Heike) karya Yoshikawa Eiji, cuma sayangnya belum diterjemahkan ke bahasa Indon T_T. Saya sih cuma baca manga Shanao Yoshitsune buat referensi Gempei war 😀

Advertisements

Advertisements