Posts Tagged 'liverpool'

Daniel in The Dragon’s Den

No particular reason, just want to post these pic 😎

Full time result: “big club” 0 – 1 Liverpool (Mereiles)

 

pic shamelessly stolen from EOTK, title from warbol

:mrgreen:

Advertisements

bye Nando, we don’t hate you but we won’t forgive you

 

and now…

el pistolero

big andy

YNWA \m/

 

enihoo… quite funny article to read [klik] πŸ˜›

Lines Lady

Take a look at these pic.

female assistant

Recently she caught attention of football lovers due to some “medieval” (supposedly off air) comments by Sky SportsΒ senior journalists that doubted her understanding of offside rules. Those comments, that released prior Wolves-Liverpool match (22-01-2011), considered as “sexist” as her capability as official being ridiculed just because of her sex.

Later on, she made correct decision when she kept her flag down during the process of Torres’ first goal in that match, which many Wolves fans (and Liverpool hater :P) considered as offside. Let just watch these video, and rest assured, Raul definitely onside while receive pass from Poulsen and then sending the ball to Torres whom then net the ball :mrgreen: 😎

Now, let just focus to the lineslady :D. I think she’s more attractive when she’s “in action” on the pitch rather than her official photo here. Here’s another photos of her on the pitch

flags up

look at his finger πŸ‘Ώ

More pics of her on the pitch here [klik]

Well, in the end, we may conclude that women looks cool and more attractive when she’s in action on her job, especially field or physical required job :mrgreen:

Time is Waktu

Mulai tanggal 25 Oktober 2009, alias minggu terakhir di bulan Oktober, di beberapa negara di belahan bumi utara kembali memundurkan waktunya satu jam. Dalam rangka apa? Kembali ke waktu normal dari waktu yang dimajukan di awal musim semi (minggu pertama bulan April) dalam rangka Summer Time atau disebut Daylight Saving Time (DST) di Amerika.

DST ini dilaksanakan di negara-negara berlintang tinggi, di mana pada musim panas siang hari berlangsung lebih lama dari malam hari. Siang hari yang sudah lebih lama itu dibuat lebih lama lagi menurut waktu pada jam dengan memajukan waktu 1 jam. Semua negara Eropa menerapkannya, sebagian besar Amerika Utara juga menerapkannya, beberapa negara Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika serta sebagian Australia Selatan juga menerapkannya. Dengan memajukan waktu 1 jam, hasilnya siang hari berakhir lebih malam menurut jam.

Mekanisme dari DST ini adalah memajukan waktu di jam menjadi 1 jam lebih cepat pada hari Minggu pertama bulan April, yang dianggap sebagai awal musim semi, pada jam 02.00 menjadi jam 03.00 dini hari sehingga hari itu memiliki 23 jam. Kemudian waktu berjalan seperti biasa sampai pada hari Minggu terakhir bulan Oktober, yang dianggap akhir musim gugur, orang-orang kembali memundurkan waktunya pada jam 02.00 menjadi jam 01.00, dan hari itu mengalami 25 jam. Tentu saja mekanisme sebaliknya berlaku di belahan bumi selatan, seperti Australia, Amerika Latin, maupun Afrika bagian selatan. Mereka memajukan waktunya di bulan Oktober, dan memundurkannya kembali di bulan April, karena musim panasnya terjadi pada waktu yang berbeda. Oiya, penentuan hari pe-maju-mundur-an waktu ini juga tidak sama di setiap negara, tapi kebanyakan berkisar pada bulan April dan Oktober πŸ˜‰

Dengan siang hari yang berlangsung lebih lama, diharapkan masyarakat dapat menghemat penggunaan energi karena aktivitas pada waktu yang menurut jam bisa jadi sudah malam (misal jam 20.00) masih terang benderang karena matahari baru terbenam setelahnya (misal jam 21.00). Karena itu disebut Daylight Saving Time. Selain itu diharapkan juga kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada jam-jam yang seharusnya sudah gelap dapat dikurangi dengan kondisi masih terang karena siang yang diperpanjang.

Tentu saja, terdapat efek samping dari pelaksanaan DST ini yang terkait dengan perbedaan waktu antarnegara. Bahkan sebelum diterapkan DSTpun sudah terdapat beberapa permasalahan dalam pembagian zona waktu di bumi. Bumi ini terbagi menjadi 360 derajat yang diwakili oleh garis-garis meridian (bujur), 180 membujur ke barat (BB) dan 180 membujur ke timur (BT). Normalnya setiap 15 derajat terdapat perbedaan waktu 1 jam. Tetapi demi kepentingan ekonomi ada banyak negara yang memaksakan pembagian zona waktunya melangkahi dari “aturan 15 derajat = 1 jam” :P. Bahkan RRC yang wilayahnya terdiri dari beberapa zona waktu, menyeragamkan waktu di seluruh wilayahnya dengan alasan memudahkan pemerintahan yang seragam dan memudahkan aktivitas ekonomi. Indonesia sendiri membagi wilayahnya menjadi 3 zona waktu, yaitu WIB, WITA, dan WIT.

Kembali ke masalah DST dan pembagian zona waktu antarnegara. Karena Indonesia bagian barat (WIB) yang terletak pada sekitar 95-105-an derajat BT dari meridian utama (0 derajat) maka normalnya WIB memiliki perbedaan waktu 7 jam dengan meridian utama (GMT). Nah, dengan dimajukannya waktu 1 jam pada summer time ini maka perbedaan waktu antara GMT dengan WIB menjadi 6 jam. Perbedaan ini hanya berlaku selama summer time dilaksanakan, yakni pada bulan April-Oktober. Hal ini terutama sering membingungkan penonton siaran langsung sepakbola di Indonesia, karena misalnya kickoff di Inggris pukul 14.00, tapi di jadwal lokal tertulis pukul 20.00 WIB. Tentu saja, dengan memahami pelaksanaan DST/summer time kita menjadi paham mengapa bisa terjadi demikian.

Hal tersebut bisa juga terjadi pasca pengembalian waktu mundur 1 jam pada bulan Oktober. Seperti pada pertandingan hari Minggu, 25 Oktober 2009 antara Liverpool v.s. Man. United, kickoff waktu Inggris adalah pukul 14.00 CET (Central European Time) tetapi di jadwal lokal (WIB) pukul 21.00 WIB. Itu normal. Tetapi ada saja penonton yang terbiasa menggunakan konversi waktu GMT + 6 untuk WIB karena sebelumnya terbiasa dengan konversi summer time tidak menyadari kalau mulai hari itu (25 Oktober 2009) konversi waktu kembali ke GMT + 7 ^^

Well, apapun konversinya, mau summer time ditambah jadi 2 jam atau 3 jam, pertandingan pada tanggal 25 Oktober 2009 itu dimenangkan Liverpool dengan skor 2-0, intinya itu 😎

kalo mau lebih memahami, bisa baca pengalaman blogger ini dan ini yang sudah pernah mengalami tinggal di negara penganut summer time, atau bac-baca di sini πŸ˜‰

Espulso!!

Suddenly I want to post this picture πŸ‘Ώ

sent them off!! :evil:

sent them off!! πŸ‘Ώ

Man. Utd – Liverpool : 1-4

Whow… susah dipercaya… bisa2nya mengalahkan setan merah alias Manchester United, di kandangnya Old Trafford dengan skor 1-4!!

Saya baru balik dari nonbar bersama anak2 Big Reds Jogja di sebuah resto di Jalan Magelang. Wow, suasananya bener2 rame. Kebetulan kami nonton bareng dengan fans MU, jadi ya pasti rame ledek2an πŸ˜›

Ngga cuma anak muda, bapak2, bule, sampe anak kecil juga ada. Saya rada iri sih sama yg bawa anak. Mana ada anak kecil cewe yg dipakein baju Liverpool dan berkacamata pula πŸ‘Ώ *kok jadi loli sih =_= *. Dan anak itu dengan semangatnya ikut nyanyi chant2 nonbar Liverpool 😎 (two thumbs for her father, a true REDS 😎 ). Ntar kalo punya anak bakal saya cekoki dengan doktrin Anfield Gank :mrgreen: khekhekhe…

Gol2 yg terjadi

Kedua tim awalnya saling serang. MU mendominasi 25 menit awal pertandingan, meskipun Pool juga bukan tanpa peluang.

Sampe menit 22, Park Ji Sung (idola Asia, kata temen kos saya yg pemuja setan πŸ˜€ ) menerobos di sisi kanan kotak penalti Pool. Reina yg berusaha membuang bola berusaha menghalangi, tapi apes, karena Ji Sung melihat kesempatan dan IMAO (in my arrogant opinion πŸ‘Ώ ) melakukan menyelam. Jadilah wasit menunjuk titik putih. Penalti itu dieksekusi Cristina Ronaldinda dengan lumayan, dan masuk sehingga kedudukan 1-0 untuk MU di menit 23. Link golnya

Liverpool tidak tinggal diam. Berawal dari umpan jauh *saya lupa dari siapa πŸ˜› * yg gagal diantisipasi Vidic, Nando Torres menyerobot bola dan melewati Vidic untuk berhadapan one on one dengan Van der Saar. Bola pun masuk dengan mulus ke sisi kanan gawang VdS 😎 . Yosh, imbang 1-1 di menit 28. Link golnya

Menjelang babak pertama berakhir, Steven Gerrard yg lepas kawalan, ditekel oleh Evra di dalam kotak penalti. Jadilah wasit menunjuk titik putih, dan eksekusi dijalankan oleh Gerrard dengan baik dan merubah kedudukan jadi 1-2 utk Pool di menit 44. Link golnya

Babak kedua, MU mengalami pukulan dengan dikartumerahnya Vidic di menit 76, karena menarik baju (Torres ato Kuyt, lupa πŸ˜› ) pemain Pool. Pelanggaran ini pula yg menghasilkan tendnagan bebas, yg sukses dieksekusi Fabio Aurelio menjadi gol. Sumpah keren banget (lebay πŸ˜› ) gol-nya Aurelio, VdS sampe terdiam tak bergerak πŸ˜† . Kedudukan menjadi 1-3 utk Pool 😎 di menit 77. Link golnya

Di menit2 terakhir, terjadi kejadian tak disangka-sangka. Andrea Dossena, yg masuk menggantikan Riera, menerima umpan jauh dari Reina, langsung mem-first time bola ke gawang VdS, dan GOL!! Ajegile golnya, itu bek kiri ato striker :mrgreen: . Menit 90 kedudukan 1-4, dan sampai peluit panjang berbunyi skor tetap 1-4 untuk kemenangan Liverpool πŸ˜‰ Link golnya

Jadi, lumayan, setelah 5 tahun ga pernah menang di kandang MU, akhirnya menang (dan mbantai pula) juga :mrgreen: . You’ll Never Walk Alone

Saya tambahin chant favorit saya :

Steven Steven Steven Gerrard

oh Steven Steven Steven Gerrard

oh Steven Steven Steven Geeeeeerrard

oh Steven Gerrard, because he hate Man Yoo

oh Steven Gerrard, he hate the Blueshite too

oh Steven Geerrard, you’re reds through and through

*dinyanyikan dengan nada reff dari lagu lama yg berjudul Can’t Take My Eyes, yg reff-nya “I love you baby, nananana… dst dst”

credit for goal clips : (beni) Anfield from KG, and usernamefc from RAWK, thanx bro πŸ˜‰

Liverpool-Chelsea : 2-0

YEAH..!!!

Baru dari nonbar di sebuah resto di jakal, bareng anak2 BR Jogja, langsung laporan πŸ˜€

Padahal dah ada firasat bakal seri ato malah kalah, gara2 hujan pas jam 8an ujan turun, terancam ga nonbra maksudnya. Pertandingan berjalan dalam tempo cepat dan lumayan keras (halah, sotoy mode : on πŸ˜› ). Tapi Liverpool lebih mendominasi pertandingan dengan ujung tombak Nando Torres yg ditopang Gerrard di belakangnya. Skor tetap kacamata sampe turun minum.

Menjelang menit 60an (lupa tepatnya), dewa hoki (kalo ada) mulai bertingkah πŸ˜› . Lampard, bermaksud menyerobot bola, malah mengenai kaki Xabi Alonso yg hendak mengambil bola yg terbang di atasnya. Wasit (Mike Riley kalo ga salah inget) langsung mengeluarkan kartu merah buat Lampard (yeah, 11 vs 10)

Tapi dengan keluarnya Lampard skor masih belom berubah. Adalah si Alex, bek Chelski yg beberapa kali memblok tendangan2 pemain Liverpool. Dewa hoki mulai menunjukkan taji-nya lagi di menit 89. Lewat sebuah umpan silang dari Fabio Aurelio, Torres menyundul bola menyilang yg tidak dapat dijangkau Petr Cech. 1-0 untuk Pool. Waktu tambahan yg diberikan wasit 5 menit. Di menit ke-93, lagi2 Torres menjebol gawang Cech lewat sepakan rada pelan setelah disodori umpan silang ngga sengaja dari Yossi Benayoun (ga usah koar2 Israel dulu πŸ˜› )

Jadi, Liverpool vs Chelsea berkesudahan 2-0, gol dicetak oleh Fernando Torres di menit 89 dan 93, hoki di menit2 akhir πŸ˜€

Oiya, info tambahan, IOSS (I’m On Setanta Sports) kemungkinan bakal tayang lagi, tapi dengan judul baru : Special 1 TV. Nih, link youtube-nya tentang kemungkinan acara baru ini. BE A CHAMPIONS!!