Archive for the 'pojok SBJ (Sok BiJak)' Category

Keterikatan dengan Benda Duniawi

Akhir-akhir ini saya kepikiran untuk mengurangi keterikatan saya dengan benda-benda duniawi. Ngga, saya bukan mau menjadi biksu atau menjalani kehidupan ala pertapa :P. Tentu saja, saya ngga akan dan ngga mau tidak terikat sama sekali dengan benda-benda duniawi. Itu terlalu ekstrim dan hidup sayaย bakal susah kalo ngga punya satupun benda duniawi :lol:. Maksud saya itu mengurangi keterikatan saya dengan benda-benda semacam furnitur, barang elektronik, gadget, kendaraan, barang koleksi, buku, dll.

Pemikiran begitu nyentil di kepala saya sekitar setahun yang lalu, pas saya diajak teman dateng ke acara bedah buku Garis Batas-nya Agustinus Wibowo di sebuah kedai di Bogor. Ada seorang peserta bedah buku yang bertanya, saya lupa tepatnya pertanyaannya apa tetapi sepertinya tentang souvenir khas negara-negara Asia Tengah. Oleh mas Agus dijawab bahwa dia tidak membeli souvenir, dan sedang berusaha mengurangi keterikatan dengan benda-benda :).

Berangkat dari jawaban itu, ditambah fakta bahwa dulu saya adalah anak kos dengan okupansi ruang terbatas, maka saya jadi kepikiran untuk mengurangi barang-barang yang saya punya. Setidaknya saya berusaha untuk tidak menambah benda-benda yang saya tidak perlu. Tetapi tentu saja tidak mudah, apalagi sekarang status hunian saya adalah rumah kontrakan, bukan lagi kamar kos, yang tentu saja memiliki ruang lebih luas. Dalam hal furnitur, barang elektronik, gadget, barang koleksi, pakaian, maupun kendaraan, saya bisa mengerem dengan baik dengan hanya membeli seperlunya. Tetapi untuk buku, lumayan susah karena biasanya sebulan 2 kali saya (dan istri) suka nongkrong di toko buku dan seringnya berakhir dengan membeli beberapa buku :P. Akhir-akhir ini hal itu bisa diatasi dengan masuk ke ruang buku obral, mencari-cari buku yang ngga laku dan untuk menghabiskan stok diobral habis-habisan :D. Tentu saja pemikiran untuk menjual atau menghibahkan buku-buku koleksi sudah terbersit, hanya belum ada kesempatan saja untuk menyortir buku-buku mana yang ingin dilepas. Biarpun begitu, waktu saya tanya ke istri saya, “mau ngga suatu saat jual koleksi bukumu?” langsung dijawab “ngga” :P. Wajar sih,ย untuk buku-buku tertentu saya juga pengen suatu saat nanti anak saya bisa ikut membacanya ^^

Jadi ya untuk bisa lepas dari keterikatan dengan benda-benda duniawi ini bisa dibilang gampang-gampang susah. Tentu saja ngga bakal bisa lepas sepenuhnya, tapi setidaknya yang bisa saya lakukan adalah membatasi pembelian barang yang ngga begitu perlu dan mencoba hidup minimalis ๐Ÿ™‚

*padahal baru dapet kiriman game yang beli di kaskus = =’ ๐Ÿ˜› ๐Ÿ˜†

Advertisements

Mobile Weekend

Akhir pekan kemarin saya mengalami sensasi aneh, berada di 3 (atau 4 malah :P) tempat yang terpisah puluhan kilometer dalam 3 hari :D. Dan juga sensasi pelesir alias jalan-jalan ora modal ๐Ÿ˜†
Oiya, berhubung ini perjalanan ora modal, jangan harap menemukan foto-foto sepanjang acara jalan-jalan saya ini :P. Kalopun ada gambar hanya gambar pendukung untuk melengkapi cerita sahaja ๐Ÿ˜Ž
..
.

Kodok dan Rajanya

Saya pernah membaca sebuah cerita fabel tentang kodok yang tidak puas terhadap rajanya. Fabel ini saya baca duluuuuuuu sekali di sebuah majalah anak-anak, diambil dari fabel-fabel karya Aesop ;). Begini ceritanya…

Alkisah di sebuah sawah tempat para kodok tinggal, para kodok mengadu kepada Dewa karena tidak puas dengan rajanya yang pesakitan dan tidak becus memerintah. Mereka berunjuk rasa kepada Dewa minta diberikan raja baru. Akhirnya Dewa berbaik hati memberikan raja baru, menggantikan raja yang lama. Dewa menjatuhkan sebuah balok kayu di sawah tempat para kodok tinggal. Mulanya para kodok kagum dan gentar dengan balok kayu yang besar dan tampak keras. Tetapi lama-kelamaan para kodok mengacuhkan raja barunya yang hanya diam dan tidak berbuat apa-apa. Akhirnya mereka kembali berunjuk rasa kepada Dewa agar mendapatkan raja baru. “Kami ingin raja yang gagah dan aktif dalam memerintah!!” begitu teriak para kodok kepada Dewa.

Untuk memenuhi keinginan para kodok, Dewa kemudian mengirimkan burung bangau sebagai raja kodok yang baru. Para kodok bersorak gembira menyambut kedatangan raja baru yang tampak gagah dan berwibawa dan bisa terbang pula. Namun kegembiraan mereka tidak berlangsung lama. Ketika tiba waktu makan siang, sang bangau mulai berburu kodok untuk santap siangnya. Para kodok hanya bisa kocar-kacir menyelamatkan diri tanpa sempat protes kepada Dewa. Akhirnya sang bangau tetap tinggal di situ sampai kodok-kodok di situ habis dimakan atau pindah ke tempat lain.

๐Ÿ™„

Time is Waktu

Mulai tanggal 25 Oktober 2009, alias minggu terakhir di bulan Oktober, di beberapa negara di belahan bumi utara kembali memundurkan waktunya satu jam. Dalam rangka apa? Kembali ke waktu normal dari waktu yang dimajukan di awal musim semi (minggu pertama bulan April) dalam rangka Summer Time atau disebut Daylight Saving Time (DST) di Amerika.

DST ini dilaksanakan di negara-negara berlintang tinggi, di mana pada musim panas siang hari berlangsung lebih lama dari malam hari. Siang hari yang sudah lebih lama itu dibuat lebih lama lagi menurut waktu pada jam dengan memajukan waktu 1 jam. Semua negara Eropa menerapkannya, sebagian besar Amerika Utara juga menerapkannya, beberapa negara Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika serta sebagian Australia Selatan juga menerapkannya. Dengan memajukan waktu 1 jam, hasilnya siang hari berakhir lebih malam menurut jam.

Mekanisme dari DST ini adalah memajukan waktu di jam menjadi 1 jam lebih cepat pada hari Minggu pertama bulan April, yang dianggap sebagai awal musim semi, pada jam 02.00 menjadi jam 03.00 dini hari sehingga hari itu memiliki 23 jam. Kemudian waktu berjalan seperti biasa sampai pada hari Minggu terakhir bulan Oktober, yang dianggap akhir musim gugur, orang-orang kembali memundurkan waktunya pada jam 02.00 menjadi jam 01.00, dan hari itu mengalami 25 jam. Tentu saja mekanisme sebaliknya berlaku di belahan bumi selatan, seperti Australia, Amerika Latin, maupun Afrika bagian selatan. Mereka memajukan waktunya di bulan Oktober, dan memundurkannya kembali di bulan April, karena musim panasnya terjadi pada waktu yang berbeda. Oiya, penentuan hari pe-maju-mundur-an waktu ini juga tidak sama di setiap negara, tapi kebanyakan berkisar pada bulan April dan Oktober ๐Ÿ˜‰

Dengan siang hari yang berlangsung lebih lama, diharapkan masyarakat dapat menghemat penggunaan energi karena aktivitas pada waktu yang menurut jam bisa jadi sudah malam (misal jam 20.00) masih terang benderang karena matahari baru terbenam setelahnya (misal jam 21.00). Karena itu disebut Daylight Saving Time. Selain itu diharapkan juga kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada jam-jam yang seharusnya sudah gelap dapat dikurangi dengan kondisi masih terang karena siang yang diperpanjang.

Tentu saja, terdapat efek samping dari pelaksanaan DST ini yang terkait dengan perbedaan waktu antarnegara. Bahkan sebelum diterapkan DSTpun sudah terdapat beberapa permasalahan dalam pembagian zona waktu di bumi. Bumi ini terbagi menjadi 360 derajat yang diwakili oleh garis-garis meridian (bujur), 180 membujur ke barat (BB) dan 180 membujur ke timur (BT). Normalnya setiap 15 derajat terdapat perbedaan waktu 1 jam. Tetapi demi kepentingan ekonomi ada banyak negara yang memaksakan pembagian zona waktunya melangkahi dari “aturan 15 derajat = 1 jam” :P. Bahkan RRC yang wilayahnya terdiri dari beberapa zona waktu, menyeragamkan waktu di seluruh wilayahnya dengan alasan memudahkan pemerintahan yang seragam dan memudahkan aktivitas ekonomi. Indonesia sendiri membagi wilayahnya menjadi 3 zona waktu, yaitu WIB, WITA, dan WIT.

Kembali ke masalah DST dan pembagian zona waktu antarnegara. Karena Indonesia bagian barat (WIB) yang terletak pada sekitar 95-105-an derajat BT dari meridian utama (0 derajat) maka normalnya WIB memiliki perbedaan waktu 7 jam dengan meridian utama (GMT). Nah, dengan dimajukannya waktu 1 jam pada summer time ini maka perbedaan waktu antara GMT dengan WIB menjadi 6 jam. Perbedaan ini hanya berlaku selama summer time dilaksanakan, yakni pada bulan April-Oktober. Hal ini terutama sering membingungkan penonton siaran langsung sepakbola di Indonesia, karena misalnya kickoff di Inggris pukul 14.00, tapi di jadwal lokal tertulis pukul 20.00 WIB. Tentu saja, dengan memahami pelaksanaan DST/summer time kita menjadi paham mengapa bisa terjadi demikian.

Hal tersebut bisa juga terjadi pasca pengembalian waktu mundur 1 jam pada bulan Oktober. Seperti pada pertandingan hari Minggu, 25 Oktober 2009 antara Liverpool v.s. Man. United, kickoff waktu Inggris adalah pukul 14.00 CET (Central European Time) tetapi di jadwal lokal (WIB) pukul 21.00 WIB. Itu normal. Tetapi ada saja penonton yang terbiasa menggunakan konversi waktu GMT + 6 untuk WIB karena sebelumnya terbiasa dengan konversi summer time tidak menyadari kalau mulai hari itu (25 Oktober 2009) konversi waktu kembali ke GMT + 7 ^^

Well, apapun konversinya, mau summer time ditambah jadi 2 jam atau 3 jam, pertandingan pada tanggal 25 Oktober 2009 itu dimenangkan Liverpool dengan skor 2-0, intinya itu ๐Ÿ˜Ž

kalo mau lebih memahami, bisa baca pengalaman blogger ini dan ini yang sudah pernah mengalami tinggal di negara penganut summer time, atau bac-baca di sini ๐Ÿ˜‰

Curiousity Brings a Genie ^^

Kisah ini diambil dari salah satu dongeng di Kisah 1001 Malam (Arabian Nights), saya comot langsung (dengan beberapa penyingkatan) dari buku One Thousand and One Arabian Nights karya Geraldine McCaughren terbitan Elex Media Komputindo ๐Ÿ™‚ *banyak2 terima kasih buat mbak Lumi yg bersedia mencarikan dan mengirimkan buku tersebut ๐Ÿ™‚ *. Judul asli kisah ini di buku tersebut adalah “Nelayan dan Sebuah Botol”.

Ada seorang nelayan yang cukup beriman meskipun dia lugu dan kurang berpendidikan. Suatu hari yang cerah dia pergi menjaring di tepi pantai.

“Oh Tuhan Sang Penguasa Langit yang membuat banyak ikan di laut, jalaku sudah sampai dasar. Akan mendapat apakah aku hari ini?” katanya.

Pada helaan pertama, tanpa sengaja jaringnyaย  mendapat seekor ikanpun menarik sebuah bangkai keledai. Diapun pindah ke tempat lain sambil memandang langit dan berkata,

“Oh Tuhan yang menciptakan ikan, keledai, dan nelayan, berkatilah kami agar tidak mendapat keledai lagi.” Lalu dia kembali menebar jalanya. Kali ini y diperolehnya adalah tembikar penuh lumpur.

“Oh Tuhan yang Maha Kuasa, aku bersyukur atas pemberian tembikar ini. Namun aku akan sangat bersyukur jika Engkau berkenan memberiku banyakย  ikan.” Dan diapun menebar jalanya lagi, tapi malang, jalanya tersangkut batu karang dan sobek.

“Oh Tuhan, apakah ayah-ibuku pernah membuatmu murka sebelum aku lahir? Atau ini bagian dari leluconmu?” tanyanya sambil memandang langit.

Ketika dia menarik jalanya, ternyata ada sebuah benda padat yg ikut tersangkut. Setelah diamati, benda tersebut adalah sebuah botol tembaga berwarna kehijauan yang tutupnya tersegel rapat. Dia tidak mengetahui apapun tentang botol tersebut, karenanya langsung saja dia membuka segelnya.

“Kira-kira apa isinya ya, kok sampe disegel gini dan dibuang ke laut sagala?” gumamnya sambil mengocok botol tersebut. Seketika keluarย  debu yg kemudian berubah menjadi asap tebal dan menjelma menjadi sesosok jin besar dan menyeramkan. Mukanya pucat, dengan hidung besar seperti termos air, mata kuning seperti sulfur, mulut sedalam jurang, janggut merah, dan bentuk kepala agak kotak.Lalu langit pun bergetar ketika si jin berbicara,

“Oh Sulaiman yang agung sang pengawal Tuhan, aku takkan pernah melupakanmu yang merasa paling benar – tapi kau bukan Sulaiman, kodok budut.”

Si nelayan cuma menggeleng kebingungan.

“Siapa yang membuka botol ini?” tanya sang jin.

“Saya, tuan”

“Bergembiralah! Aku membawa kabar baik untukmu, ajalmu, akan tiba hari ini juga!”

Si nelayan protes, “Mana bisa?! Apa salahku?”

“Sudahlah kodok buduk, silakan pilih kau mau mati dengan cara apa. Tapi sebelum kau putuskan akan mati dengan cara apa, biarlah kuceritakan sebuah kisah,” kata sang jin sambil menyentil burung yg kebetulan lewat di dekatnya.

“Aku adalah Jin Ifrit yg memberontak terhadap Sulaiman si putra Daud. Dia berhasil mengalahkan pasukanku, dan menurungku di dalam botol ini karena aku tidak mau bertobat kepada Tuhan. Dia kemudian menyegel botol ini dan membuangnya ke tengah lautan.”

“Tapi Raja Sulaiman telah wafat 2000 tahun yang lalu!” protes si nelayan.

“Seratus tahun pertama aku bersumpah untuk mengabulkan 3 permintaan apapun dari orang yg berhasil membebaskanku dari botol ini.”

“Tapi tak ada yang datang.”

“Dua ratus tahun berikutnya aku bersumpah untuk memberi dia dan keluarganya kemakmuran sepanjang masa.”

“Dan tidak ada yang datang.”

“Lima ratus tahun berikutnya aku bersumpah memberi dia kekuasaan di muka bumi ini.”

“Dan tetap tak ada yang datang.”

“Seribu tahun berikutnya aku bersumpah… dan bersumpah terus sampai kesabaranku habis dan amarahku memuncak. Akhirnya aku bersumpah siapapun yang membuka botol ini akan kubuat dia merasakan penderitaanku selama beribu-ribu tahun terkurung di botol ini. Akan kucincang dia sampai sekecil atom. Suer!!”

Si jin tampak puas dan menyeringai jahat, sementara si nelayan menatapnya dengan hidung beringsut sambil berkata,

“Ck.. ck.. ck.. Ayolah, kamu becanda kan? Masa kamu mengharapkanku percaya cerita begituan?”

Si jin menjadi belingsatan, “KUKUTUK KAU DAN KETURUNANMU MENJADI ANJING BERMUKA KODOK!” teriaknya murka. Tapi si nelayan cuma cengar cengir.

“Udahlah, jujur aja! Kamu dateng dari mana? Ngga mungkin larr orang segedhe gaban kaya’ kamu bisa muat di botol seuprit ini. Tadi memang aku mengocok botol itu, dan tau2 ada asap dan kamu nongol. Aku memang cuma nelayan, tapi pasti tadi kamu ngumpet di mana gitu terus nongol untuk mengejutkanku, kan ya?”

Si jin menjadi semakin murka, sementara si nelayan melanjutkan.

“Coba sekarang aku masuk ke botol ini, pasti tidak bisa.” Dan sang nelayan pun mencoba memasukkan kakinya ke ujung botol tersebut, yang tentu saja tidak bisa masuk. “Lihat, ngga bisa kan? Kalo tubuhku dipotong kecil-kecil baru bisa.”

“Tapi aku ini jin…” sergah si jin Ifrit kesal.

“Yah, aku tahu! Tapi aku pernah bertemu jin yang ukurannya separuh badanmu (si nelayan berkata dengan meyakinkan) dan dia juga bisa melakukan apa yg kau lakukan. Tapi masuk ke dalam botol ini selama 2000 tahun dan masih segar bugar? Nei.. nei… ga mungkin itu! Jangan membodohiku, tuan! Ayolah, jujur saja! Kau datang dari mana?”

Nampaknya jin Ifrit mulai benar2 kesal karena si nelayan tidak mempercayai ceritanya. “Kodok buduk sialan! Ngga tau ya kalo aku ini sang jin penebar maut untuk nelayan2 buduk macem kau? Nih perhatikan! Akan kutunjukkan kekuatanku! Pasti kau bakal terpana melihatnya!”

Tubuh sang jin pun mulai berubah menjadi asap beraneka warna dan dengan kecepatan tinggi masuk ke dalam botol tersebut. Dengan sigap si nelayan menutup botol tersebut dan memasang kembali segelnya. Sekarang sang jin kembali ke tempat di mana Raja Sulaiman mengurungnya 2000 tahun yang lalu.

“Huh, kembalilah ke asalmu, wahai jin pengambil nyawa para nelayan! Aku harus memberitahu rekan2ku tentang hal ini supaya mereka tidak celaka. Semoga Tuhan melindungi kami dari jin2 semacam engkau!”

Kemudian dia melemparkan kembali botol itu ke tengah laut, dan lepaslah ia dari bahaya karena kecerdikannya yang mucul di saat-saat genting sebagai buah dari keimanannya.

Jadi memang, rasa penasaran terkadang membunuh kucing :mrgreen:

Si nelayan yang terlalu penasaran nyaris celaka ketika membuka sebuah botol tanpa tahu isinya. Saya yakin banyak di antara kita yang pernah juga mengalami kejadian yg mirip2 (meskipun tidak selalu bertaruh nyawa) ๐Ÿ™‚ . Ketika kita sudah dipenuhi oleh rasa penasaran akan sesuatu, sebaiknya kita selalu mempersiapkan dengan sesuatu yg lain untuk berjaga-jaga terhadap sesuatu yg mengundang rasa penasaran kita itu ๐Ÿ™‚

Kapel Bayi

Postingan ini saya buat karena sudah janji kepada mbak Jutek di plurk untuk menuliskan isi “ceramah” ngga genah saya kepada mbak Rukijem tentang Kapel Bayi :mrgreen:

Cerita ini saya ambil dari buku Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik karya Michael C. Tang. Berikut ini adalah cerita lengkapnya …

Pada zaman dinasti Ming, terdapatlah sebuah biara yang bernama Kuil Lotus dan terletak di kota Nanning di bagian selatan China. Kuil itu memiliki luas beberapa ribu meter persegi dan sejumlah besar bangunan. Ada sekitar ratusan biksu tinggal di kuil tersebut. Pengunjung yang datang biasanya diajak berkeliling dan dilayani dengan sebaik-baiknya.
Yang terkenal dari kuil ini adalah Kapel Bayi-nya. Seorang wanita yang menginginkan anak dapat menjadi hamil jika dia berdoa semalaman di sana. Syaratnya adalah wanita yang datang untuk berdoa haruslah masih muda dan sehat. Mereka harus berpuasa dulu 7 hari di rumah sebelum berdoa di kuil. Di dalam kuil, setiap wanita harus berkonsultasi dulu dengan tongkat suci. Jika diramal bagus oleh tongkat suci, wanita itu boleh menginap semalam di sebuah kamar di Kapel Bayi untuk berdoa sendirian. Jika ramalannya tidak bagus, para biksu akan meminta wanita itu untuk berdoa sungguh2 dan kembali ke rumah dan mulai berpuasa selama 7 hari lagi.
Kamar2 di Kapel Bayi tidak berjendela. Ketika seorang wanita masuk ke kamar itu semalaman, para biksu menyarankan seorang anggota keluarganya untuk berjaga di luar pintu. Kebanyakan wanita2 tersebut hamil dan melahirkan bayi yg sehat setelah berdoa di situ.
Kuil itu sangat terkenal sehingga tidak hanya keluarga di dekat situ yang tertarik untuk berdoa di Kapel Bayi. Setiap hari ada sekumpulan orang pergi bersembahyang di biara itu dan membawa berbagai macam sesajian. Ketika para wanita itu ditanya bagaimana Buddha mengabulkan doa mereka, beberapa dari mereka menjawab bahwa Buddha memberitahu mereka di dalam mimpi bahwa mereka akan segera hamil, beberapa lainnya malu2 dan menolak mengatakan apa2. Beberapa dari para wanita itu tidak pernah lagi datang ke tempat itu, sementara beberapa lainnya rutin datang ke biara itu.
Kabar ini terdengarย  oleh gubernur baru di distrik itu, Wang Dan. Gubernur Wang merasa curiga, “kenapa para wanita harus menginap semalaman di kuil?”
Diapunย  pergi ke sana untuk melihatnya sendiri. Tempat itu cukup ramai, dengan dekorasi biara yg cerah dan dikelilingi oleh pohon cemara yg tinggi. Ketika salah seorang biarawan melihat sang gubernur, dia segera memanggil kepala biara dan mengadakan parade untuk menyambutnya. Setelah selesai membakar dupa dan berdoa di hadapan patung Buddha, gubernur Wang berkata kepada sang kepala biara, “Saya mendengar kemasyhuran kuil suci ini, dan bermaksud merekomendasikan anda kepada kaisar untuk menjadi kepala seluruh biarawan di distrik ini.”
Kepala biara sangat senang mendengarnya.
“Saya mendengar Kapel Bayi anda bisa menghasilkan keajaiban, bagaimana cara kerjanya?”
Kepala biara menjawab bahwa para wanita diwajibkan untuk berpuasa selama 7 hari dan apabila mereka benar2 tulus, doa mereka akan terwujud saat bermalam di Kapel Bayi. Gubernur Wang kemudian menanyakan apakah Kapel Bayi dijaga pada malam harinya. Para biarawan menerangkan bahwa tidak ada jalan masuk selain pintu menuju ruang doa, dan ada anggota keluarga yg diminta berjaga semalaman di luar ruangan.
“Kalau begitu,” kata gubernur, “saya juga ingin mengirimkan istri saya kemari.”
“Jika tuanku menginginkan anak,” kata kepala biara, “Istri tuan tidak perlu datang kemari. Cukuplah berdoa sungguh2 di rumah dan saya yakin akan dikabulkan.”
“Tetapi mengapa wanita lain harus datang ke sini?”
“Ketika orang terhormat seperti tuanku gubernur berdoa, saya yakin Buddha akan mendengar doanya secara khusus.”
“Terima kasih,” kata gubernur. “Saya ingin melihat ruangan ajaib itu.”
Ruang aula dipenuhi pengunjung yang berdoa di depan patung Dewi Kuanyin, Dewi Kebajikan, dengan seorang bayi di kedua tangannya dan 4 bayi di sekitar kakinya. Setelah membungkuk sejenak kepada Dewi Kebajikan, gubernur Wang mengunjungi ruang doa. Seluruh ruangan berkarpet. Ranjang, meja, dan kursi sangat bersih dan tertata rapi. Satu2nya pintu masuk hanyalah pintu. Tidak ada retak sedikitpun di dinding sehingga bahkan seekor tikuspun tidak bisa masuk.
Gubernur Wang kemudian pulang dengan masih memendam rasa penasaran tentang keajaiban Kapel Bayi. Dia kemudian menyuruh sekretarisnya untuk membawa dua pelacur kepadanya.
“Minta mereka berpakaian seperti ibu rumah tangga. Kamu sewa mereka dan kirim mereka untuk menginap semalam di Kuil Lotus. Berikan salah satu dari mereka sebotol tinta hitam dan yang lainnya sebotol tinta merah. Jika ada orang mendekati mereka suruh mereka untuk menandai kepala orang tersebut dengan tinta itu.”
Sekretarisnya menemukan 2 pelacur, Zhang Mei dan Li Wan. Sekretaris itu dan seorang pejabat pemerintahan kemudian menyamar sebagai suami kedua pelacur tersebut dan membawa mereka ke biara.

Selain 2 wanita tersebut, ada sekitar selusin wanita yang hendak berdoa di Kapel Bayi. Pada jam 8 malam, semua ruangan dikunci dan anggota keluarga berjaga di luar ruangan. Semua biarawan kembali ke ruangan mereka. Zhang Mei menanggalkan pakaiannya, memadamkan lilin, dan berbaring di tempat tidur. Pada pukul 10, bel berbunyi dan kesunyian kemudian menyelimuti kuil tersebut. Tiba2 Zhang Mei mendengar suara dari bawah ruangan. Kemudian dia melihat salah satu papan lantai bergeser dan seseorang berkepala gundul muncul dari bawah. Itu adalah kepala seorang biarawan.
Zhang Mei tidak bergerak. Biarawan itu berjinjit ke samping ranjang, menanggalkan jubahnya, dan menyusup ke ranjang. Zhang Mei merasakan biarawan itu memegangi kakinya.
“Anda siapa?” tanyanya, mencoba mendorongnya pergi. “Ini adalah kuil suci.”
“Saya dikirim oleh Buddha untuk memberimu anak,” sang biarawan berbisik sambil memeluk erat Zhang Mei.
Merekapun mulai bermain cinta. Rupanya biarawan itu sangat tinggi staminanya sehingga Zhang Mei yg pelacur berpengalaman pun sampai kewalahan. Ketika selesai, Zhang Mei mengoleskan tinta pada kepala si biarawan tanpa ketahuan. Sebelum pergi, biarawan itu memberikan bungkusan kecil.
“Ini adalah pil untuk membantu anda hamil. Minumlah 3/10 ons tiap pagi dengan air selama seminggu dan kamu akan mempunyai anak.”
Kemudian biarawan itu pergi, dan Zhang Mei terkantuk kelelahan. Beberapa saat kemudian dia disentuh oleh seorang biarawan.
“Apa? Kamu lagi?” teriaknya, mengira kalo itu biarawan yg sama. “Saya lelah.”
“Saya adalah orang lain. Saya akan membuatmu merasa bahagia,” kata biarawan itu sambil menyodorkan sebuah bungkusan. “Minumlah pil ini, maka kamu akan merasa segar sepanajng malam.”
Setelah minum pil itu, Zhang Mei merasa seluruh tubuhnya dialiri keangatan yg menyeluruh. Sama seperti biarawan pertama, Zhang Mei juga mengoleskan tinta merah ke kepala si biarawan. Biarawan itu tidak pergi sampai menjelang subuh.
Sementara di kamar lain, Li Wan juga mengalami kejadian serupa. Dia didatangi 2 biarawan secara bergiliran, dan diberi pil pelancar hamil serta pil pelancar bercinta. Li Wan pun tidak lupa memberi tanda ke kepala 2 biarawan yg mendatanginya.
Gubernur Wang meninggalkan kediamannya sekitar pukul 4 pagi disertai seribu pasukan polisi menuju Kuil Lotus. Ketika tiba di biara, mereka mengumumkan kedatangannya dengan memukul pintu keras2. Gubernur langsung menuju ke kediaman kepala biara, yg ternyata sudah bangun. Gubernur Wang lalu memerintahkan membawa surat ijin kuil dan mengumpulkan seluruh biarawan ke halaman depan kuil.
Kepala biara yg panik segera membunyikan bel dan beberapa saat kemudian seluruh biarawan telah berkumpul. Gubernur kemudian memerintahkan pasukannya memeriksa kepala para biarawan. Dua di antara mereka ditemukan tinta merah di kepalanya, sementara dua lainnya tinta hitam.
“Dari mana kalian mendapat tanda itu?” tanya gubernur.
Keempatnya bingung.
“Mungkin ada seseorang yg iseng terhadap kami.”
“Baiklah. Akan kutunjukkan siapa yg iseng.”
Kemudian kedua pelacur itu dibawa masuk. Mereka menceritakan kepada gubernur apa yg terjadi. Seluruh biarawan menjadi panik. Beberapa wanita juga diinterogasi, beberapa mencoba menyangkal. Dari pemeriksaan seluruh badan, ditemukan pil yg sama seperti yg diterima dua pelacur tadi. Para suami menjadi sangat marah dan membawa istri2nya pulang.
Sebuah penyelidikan mengungkapkan bahwa para biarawan sudah melakukan hal itu selama bertahun-tahun. Para wanita haruslah bertubuh sehat dan masih muda, dan para biarawan harus memiliki tubuh kuat dan vitalitas tinggi. Dikombinasikan dengan pil khusus pembantu kehamilan, tingkat kehamilan menjadi tinggi. Ketika para wanita menyadari kalo mereka dilecehkan, hampir semuanya tidak berani menceritakan karena takut merusak reputasi keluarga. Beberapa dari mereka senang2 saja melakukannya dan rutin kembali ke situ.
Gubernur kemudian menahan para biarawan dan membakar habis Kuil Lotus.

Jadi, anda berminat membuka usaha “Kapel Bayi”? ๐Ÿ˜ˆ

Xiang Yu, Han Xin, Tariq ibn Ziad, dan Lelouch Lamperouge

Dua kisah pertama terjadi pada masa penggulingan dinasti Qin dan perang Chu-Han dalam pendirian dinasti Han.

Sekitar tahun 207 SM, bekas wilayah negara bagian Zhao

Saat itu, wilayah yg tadinya negara bagian Zhao sedang memberontak terhadap Dinasti Qin yang baru 15 tahun menyatukan China. Ketika pasukan Qin menyerbu masuk wilayah Zhao, penguasa Zhao meminta bantuan terhadap negara Chu. Penguasa Chu menunjuk penasihatnya, Song Yi, sebagai pemimpin pasukan, dan Xiang Yu, keponakan jenderal Chu sebelumnya, sebagai komandan kedua untuk membantu Zhao melawan Qin. Selama sebulan lebih Song Yi hanya menunggu, sementara Xiang Yu sudah tidak sabaran ingin menyerang. Song Yi beralasan dia ingin menunggu pasukan Qin dan pasukan Zhao saling bertempur dulu sehingga ketika pasukan Qin sudah kepayahan dapat dengan mudah dikalahkan.

Ketika cuaca berubah menjadi sering hujan dan lembap, pasukannya menjadi kelaparan dan kedinginan. Xiang Yu kemudian berinisiatif bahwa mereka harus menyerang sekarang, sebelum moral dan bekal pasukannya habis. Ia berargumen bahwa Zhao bukanlah tandingan Qin karena pasukannya masih baru dan minim pengalaman. Jika Zhao jatuh maka Qin akan semakin kuat dan mengancam Chu. Besoknya Xiang Yu membunuh Song Yi atas nama raja Chu, tanpa ada yang berani melawan. Raja Chu yang diberitahu kabar ini terpaksa mengangkat Xiang Yu sebagai komandan utama, dan kendali pasukan Chu ada sepenuhnya di tangannya.

Nah, selanjutnya Xiang Yu bergegas membawa pasukannya menyeberangi sungai perbatasan Zhao-Chu. Sesampainya di seberang, ia memerintahkan semua kapal dihancurkan dan masing2 pasukan hanya boleh membawa perbekalan untuk 3 hari. Dengan demikian pasukannya sadar betul bahwa untuk bisa bertahan hidup adalah dengan memenangkan pertempuran. Pada akhirnya pasukan Chu bertarung dengan ganas sampai2 1 prajurit Chu dapat bertarung melawan 3 prajurit Qin. Pasukan Chu kemudian memenangkan 9 pertempuran berikutnya dengan pasukan Qin, sehingga moral pasukan Qin semakin merosot dan akhirnya mereka mundur. Apalagi pasukan2 dari wilayah lain yang juga anti-Qin telah tiba dan bergabung dengan pasukan Chu. Ketika pasukan gabungan itu merayakan kemenangannya atas pasukan Qin, Xiang Yu telah menjadi orang yang paling disegani dan ditakuti di antara para jenderal anti-Qin tersebut.

Sekitar tahun 205 SM

Dinasti Qin kemudian digulingkan dan rajanya dibunuh oleh Xiang Yu pada sekitar pertengahan tahun 206 SM. Ia kemudian membagi wilayahnya menjadi 19 kerajaan, mengambil wilayah terbesar untuk dijadikan kerajaan Chu, dan 18 sisanya diberikan pada para jenderal yang berjasa, satu di antaranya adalah Liu Bang yang diberi kekuasaan sebagai raja Han. Ketika terjadi konflik antara Chu dan Han setahun kemudian, raja2 lainnya terpecah menjadi sekutu Xiang Yu dan Liu Bang. Dalam suatu pertempuran pasukan Liu Bang kalah. Berita kekalahan ini menyebabkan raja2 sekutu Liu Bang meninggalkannya dan berbalik bersekutu dengan Xiang Yu. Oleh Liu Bang, diutuslah jenderal terbaiknya, Han Xin untuk menghancurkan raja2 yg mengkhianatinya itu.

Nah, dalam salah satu pertempuran, diceritakan bahwa Han Xin memimpin pasukan yang kalah jumlah 10:1 dari lawannya. Han Xin kemudian memerintahkan pasukannya untuk berbaris berjajar membelakangi sungai. Oleh jenderal lawannya Han Xin ditertawakan karena posisinya sangat rawan untuk dihancurkan. Tetapi karena pasukan Han melihat bahwa tidak ada jalan lain selain bertempur untuk bertahan hidup, maka mereka bertempur habis2an dan menjadi tidak terkalahkan, meskipun nyaris seluruh pasukan musuh mengepungnya.

Ketika pertempuran berlangsung, Han Xin memerintahkan pasukan kavalerinya untuk menerobos pasukan musuh dan menuju markas musuh yang hampir kosong. Di situ kemudian bendera lawan diturunkan dan diganti dengan bendera Han. Ketika pasukan utama musuh kembali karena frustasi tidak dapat mengalahkan pasukan Han Xin, mereka terkejut karena melihat bendera di markasnya telah berganti dan mengira markas mereka telah jatuh. Dalam kepanikan dan kemerosotan moral tersebut pasukan Han Xin dapat dengan mudah menghancurkan musuhnya.

p.s. pada akhirnya Liu Bang-lah yang keluar sebagai pemenang konflik Chu-Han pada sekitar tahun 202 SM dan menjadi penguasa Dinasti Han, dinasti yang paling lama berkuasa di China, yang model pemerintahannya menjadi acuan dinasti2 berikutnya.


Sekitar tahun 711 M, Selat Gibraltar

Maroko dikuasai oleh pasukan Islam di bawah pimpinan Musa ibn Nusayr pada tahun 709 M. Diceritakan bahwa penduduk asli Maroko (orang Berber) berbondong-bondong masuk Islam dan bergabung dengan pasukan muslim. Di antara mereka terdapat Tariq ibn Ziad yg dipercaya Musa ibn Nusayr sebagai kepala pasukan.

Sementara di seberang lautan, di semenanjung Iberia, Roderick, seorang bangsawan Visigoth, membunuh raja Witza dan mengambil tahtanya. Keluarga raja Witiza dan Julian, penguasa Spanyol selatan, mencari dukungan pasukan kepada Musa untuk mengalahkan Roderick. Musa adalah pejuang alami, dan dia melihat kesempatan untuk menguasai Spanyol dan menghilangkan ancaman Kristen Spanyol terhadap dunia Islam di Afrika Utara. Karena itu setelah mendapat ijin dari khalifah Al Walid ibn Abdul Malik, dia mengutus Tariq ibn Ziad untuk menginvasi Spanyol pada tahun 711 M. Ibarat kata, kesempatan dalam kesempitan, atau, kucing yg dikasi ikan goreng ๐Ÿ˜€ .

Nah, ketika Tariq dan pasukannya mendarat di sebuah bukit, yg kemudian dinamakan Gibraltar (Jabal Tariq) sesuai namanya, ia memberikan pidato singkat yang menaikkan semangat pasukannya, dan membakar kapal2 yang digunakan sebelumnya. Dengan tiadanya jalan pulang, pasukannya menjadi paham betul pilihan hanya mati atau menang. Akhirnya Tariq dan pasukannya bertempur habis2an dengan pasukan Roderick dan berhasil bertahan sampai Musa mengirim tambahan 5000 pasukan dan mengalahkan Roderick di dekat Cordova. Pasukan muslim kemudian beberapa kali bertempur dan mengalahkan sisa2 pendukung Roderick dan secara efektif menguasai hampir seluruh semenanjung Iberia

p.s. pada akhirnya setelah Roderick dikalahkan, para keluarga Witiza tidak mendapatkan kembali tahtanya. Sebagai gantinya, Musa ibn Nusayr memasukkan Andalusia sebagai bagian dari kekhalifahan.


a.t.b. 2017, Narita Mountain Range, Area 11 (Jepang)

Jepang dikuasai oleh Holy Empire of Britannia, dan di Narita Mountain terdapat markas sisa2 Japan Liberation Front (JLF), yang menentang pendudukan Britannia. Selain 2 pihak tersebut, terdapat juga pihak penentang Brtitannia, yaitu The Order of Black Knights/Kuro no Kishidan (้ป’ใฎ้จŽๅฃซๅ›ฃ). Pemimpin Black Knights, Zero alias Lelouch Lamperouge, sebenarnya adalah pangeran Britannia yang disia-siakan ayahnya, sang Raja Charles di Britannia.

Intinya, pihak Britannia sedang dalam operasi menggulung sisa2 JLF di Narita Mountain (bener2 markas di dalam gunung bersalju). Nah, Black Knights yg mendapatkan bocoran info operasi tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, karena pemimpin operasi tersebut adalah Cornelia, kakak lain ibu Lelouch yg ditengarai memiliki informasi yg dibutuhkan Lelouch.

Singkat cerita, operasi Narita ini dilakukan dengan mengepung gunung markas JLF dari berbagai sisi dengan ratusan Knightframe (mecha tempur Britannia). Zero yg tahu taktik yang bakal digunakan Cornelia, setelah memanfaatkan Geass-nya untuk mengelabui penjaga JLF, memposisikan pasukannya di tengah2 lereng gunung tersebut, sambil membawa beberapa tabung bom gelombang electromagnet dan alat pengacau gelombang electromagnet. Pasukannya (anggota Black Knight) tidak tahu-menahu soal taktik yang digunakan Cornelia. Ketika pasukan Britannia sudah memulai operasi, barulah pasukannya sadar akan kondisi mereka yang terkepung dari segala penjuru. Tentu saja, pasukannya sempat kaget dan meragukan Zero. Tetapi, kemudian Zero meyakinkan mereka bahwa semua jalan sudah tertutup, jika ingin bertahan hidup harus bertempur dan menang. Ia juga meyakinkan pasukannya bahwa jalan untuk menang adalah mempercayainya.

Pada awalnya pasukan Britannia mengatasi perlawanan JLF tanpa masalah. Tetapi ketika salah satu unit pasukan Cornelia hendak merangsek ke pintu masuk markas JLF, Zero memerintahkan pasukannya bergerak dan iapun menjalankan muslihatnya. Bom gelombang EM tadi digunakan untuk menggetarkan saluran air bawah tanah, yang berakibat gempa lokal dan terjadi longsor di lereng gunung yang menjadi jalur pasukan pendahulu Cornelia. Pasukan pendahulu dan pasukan JLF yg ada di lokasi itu pun hancur tersapu longsor. Selanjutnya, anggota Black Knights yang sudah tak punya jalan mundur pun bertempur habis2an, baik infantri maupun kavaleri (menggunakan Knightframe).

Pada akhirnya, pertempuran berakhir dengan kemenangan mahal untuk pasukan Britannia. Sisa2 kekuatan JLF kabur setelah bantuannya datang. Pasukan Black Knights kabur selagi pasukan Britannia sibuk dengan JLF, begitu tujuannya untuk menangkap Cornelia gagal. Pasukan Britannia yang tersisa pun mundur setelah kedua lawannya kabur, dan Cornelia, commander in chief, selamat.

p.s. nonton aja Code Geass eps 10-11, huehehe ๐Ÿ˜›

Jadi, inti dari kisah2 di atas adalah sebuah istilah kuno โ€œbertempur dengan membelakangi sungaiโ€. Suatu kondisi di mana satu2nya jalan adalah maju ke depan, karena secara ekstrim pilihan hanya ada mati atau berjuang mati2an untuk hidup. Xiang Yu, Han Xin, Tariq ibn Ziad, maupun Lelouch Lamperouge secara sadar maupun tidak telah menjalankan salah satu nasihat Sun Zi yang terkenal, โ€œketika berada di medan kematian, bertempurlah habis2anโ€. Nasihat ini muncul dalam buku Sun Zi Bingfa (atau lebih dikenal Sun Zi Art of War) pada bab 8 tentang variasi dan adaptasi, dan diulang beberapa kali pada bab 11 tentang berbagai medan pertempuran. Nasihat ini memanfaatkan sifat alami manusia untuk mempertahankan diri, di mana ketika mereka terdesak dan tidak ada jalan keluar maka mereka akan menjadi buas dan cenderung habis2an.

Nasihat yang mirip juga terdapat dalam kumpulan sajak China kuno yang berjudul 36 Strategi, yaitu “ๆฌฒๆ“’ๆ•…็ธฑ” (yu qin gu zong) โ€“ โ€œPada saat menangkap, lepaslah satu orang.โ€. Maksudnya, pada saat mengepung musuh pastikan mereka mempunyai jalan keluar, karena mangsa yg terdesak akan cenderung ganas dan akan menimbulkan lebih banyak korban di pihak kita. Hanya saja nasihat itu balik diterapkan ke pasukan kita sendiri, dengan memutus jalan keluar pasukan kita.

Menurut saya sendiri sih, dalam setiap kondisi yang seolah-olah tidak ada jalan keluarnya, dengan menjalani apa adanya sudah merupakan salah satu jalan. Dan biasanya dengan menjalani jalan itu (kok jadi banyak kata jalan ya ๐Ÿ˜† ) kita akan mendpati penyelesaian yang sesuai. Komentar saya mengenai kisah2 di atas :

Xiang Yu sebenarnya tidak benar2 terputus dari bantuan. Asal dia bisa bertahan maka cepat atau lambat pasti bantuan dari jenderal lainnya datang. Tetapi dia mengambil insiatif menyerang dan menang, sehingga menaikkan moral pasukannya dan meruntuhkan moral lawannya.

Han Xin memang benar2 gabungan jenius dan hoki. Dia benar2 terputus dari bantuan dan terkepung dalam perbandingan 9:1, tetapi dia bisa menaikkan moral โ€œdeath or winโ€ pasukannya, dan sempat pula memikirkan strategi ofensif memanfaatkan kavalerinya. Dan hokinya kavaleri itu bisa sampai ke markas lawan dengan selamat ๐Ÿ˜€

Tariq ibn Ziad juga tidak benar2 terputus dari bantuan. Kasusnya mirip Xiang Yu, asal bisa terus menyerang dan menjaga pasukannya agar jangan habis, bantuan segera datang. Lagipula bagian belakang pasukan Tariq dijaga oleh Julian, dan kebetulan Roderick juga tidak dicintai rakyat Spanyol umumnya, terutama yang dari kalangan Yahudi.

Lelouch Lamperouge,… err… *mengucap ala si kriwil Charles : โ€Ruruuuusshuโ€ ๐Ÿ˜† *. Oke, sebenernya dia sudah memperhitungkan pintu masuk markas JLF, jalur yang bakal ditempuh pasukan Britannia, dan saluran air bawah tanah mana yang dapat digunakan untuk menciptakan gempa lokal dan longsoran mematikan. Karena longsoran itu setidaknya 20% pasukan Britannia hancur dan pasukan pendukung (yg dipimpin Orenji) menjadi kalap bernafsu menyerang begitu mendengar Black Knights sehingga mengacaukan formasi yg sudah disusun oleh Cornelia. Pasukan dengan formasi yang kacau akan mudah diobrak abrik, apalagi ketika bantuan JLF tiba dan memancing Cornelia untuk ditangkap Ruruuuuushu :mrgreen: . Beruntung si Suzapret dateng sehingga si Aneue seksi pun terselamatkan ๐Ÿ˜Ž


sumber : Microsoft Encarta, Kisah Kebijaksanaan China Klasik (Michael C. Tang), Sun Zi Art of War (Chow Hou Wee), Sunrise ๐Ÿ˜• ๐Ÿ˜†


Advertisements