Archive for the 'buku & novel' Category

Ser Cleos di APTB

Beberapa hari terakhir ini saya enjadi penumpang bus APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus transjakarta). Dan sebulan terakhir ini saya juga sedang maraton membaca seri A Song of Ice and Fire. Sampai saat ini sudah sampai beberapa bab awal buku kelima A Dance with Dragon.

Apa hubungannya APTB dengan ASoIaF?

Di buku kedua (A Clash of Kings) dan ketiga (A Storm of Swords), ada karakter yang bernama Cleos Frey. Cleos Frey adalah anak dari Emmon Frey dan Gemma Lannister. Ketika Walder Frey Lord of the Crossing memihak pada Robb Stark di awal-awal perang, Emmon Frey (dan otomatis anaknya Ser Cleos) memilih berpihak pada Lannister. Ser Cleos ditawan oleh pihak Stark di suatu pertempuran, dan oleh Lady Catelyn Stark kemudian diutus sebagai pembawa pesan negoisasi antara pihak Stark di Riverrun dan pihak Lannister di King’s Landing. Cleos Frey akhirnya tewas ketika dia beserta Brienne of Tarth dan Jaime Lannister disergap segerombolan penyamun dalam perjalanan mengantar Jaime dan syarat negoisasi terbaru dari Lady Catelyn ke King’s Landing.

Nah, di bus APTB ini saya sudah dua kali melihat mas-mas penumpang ini, yang entah kenapa mirip sekali dengan gambaran daya tentang Cleos Frey 😁😄 :mrgreen:. Rambutnya mulai memudar, mukanya mirip berang-berang, hampir selalu tersenyum. Senyumnya mengisyaratkan kecerdikan tapi tidak disertai dengan nyali. Saya lupa gambaran Cleos Frey di sinetron Game of Thrones seperti apa, atau apakah dia dimunculkan atau tidak. Saya juga yakin penilaian saya terhadap mas-mas di APTB itu belum tentu benar :mrgreen:. Pada akhirnya, mas-mas Cleos Frey itu turun di halte Kuningan Barat, sama dengan saya :D. Mari lihat apakah besok saya satu bus lagi atau tidak dengan mas-mas Ser Cleos :mrgreen:

*postingan dibuat di APTB, dipost di toilet sebuah gedung di Kuningan :p*

Advertisements

Keterikatan dengan Benda Duniawi

Akhir-akhir ini saya kepikiran untuk mengurangi keterikatan saya dengan benda-benda duniawi. Ngga, saya bukan mau menjadi biksu atau menjalani kehidupan ala pertapa :P. Tentu saja, saya ngga akan dan ngga mau tidak terikat sama sekali dengan benda-benda duniawi. Itu terlalu ekstrim dan hidup sayaΒ bakal susah kalo ngga punya satupun benda duniawi :lol:. Maksud saya itu mengurangi keterikatan saya dengan benda-benda semacam furnitur, barang elektronik, gadget, kendaraan, barang koleksi, buku, dll.

Pemikiran begitu nyentil di kepala saya sekitar setahun yang lalu, pas saya diajak teman dateng ke acara bedah buku Garis Batas-nya Agustinus Wibowo di sebuah kedai di Bogor. Ada seorang peserta bedah buku yang bertanya, saya lupa tepatnya pertanyaannya apa tetapi sepertinya tentang souvenir khas negara-negara Asia Tengah. Oleh mas Agus dijawab bahwa dia tidak membeli souvenir, dan sedang berusaha mengurangi keterikatan dengan benda-benda :).

Berangkat dari jawaban itu, ditambah fakta bahwa dulu saya adalah anak kos dengan okupansi ruang terbatas, maka saya jadi kepikiran untuk mengurangi barang-barang yang saya punya. Setidaknya saya berusaha untuk tidak menambah benda-benda yang saya tidak perlu. Tetapi tentu saja tidak mudah, apalagi sekarang status hunian saya adalah rumah kontrakan, bukan lagi kamar kos, yang tentu saja memiliki ruang lebih luas. Dalam hal furnitur, barang elektronik, gadget, barang koleksi, pakaian, maupun kendaraan, saya bisa mengerem dengan baik dengan hanya membeli seperlunya. Tetapi untuk buku, lumayan susah karena biasanya sebulan 2 kali saya (dan istri) suka nongkrong di toko buku dan seringnya berakhir dengan membeli beberapa buku :P. Akhir-akhir ini hal itu bisa diatasi dengan masuk ke ruang buku obral, mencari-cari buku yang ngga laku dan untuk menghabiskan stok diobral habis-habisan :D. Tentu saja pemikiran untuk menjual atau menghibahkan buku-buku koleksi sudah terbersit, hanya belum ada kesempatan saja untuk menyortir buku-buku mana yang ingin dilepas. Biarpun begitu, waktu saya tanya ke istri saya, “mau ngga suatu saat jual koleksi bukumu?” langsung dijawab “ngga” :P. Wajar sih,Β untuk buku-buku tertentu saya juga pengen suatu saat nanti anak saya bisa ikut membacanya ^^

Jadi ya untuk bisa lepas dari keterikatan dengan benda-benda duniawi ini bisa dibilang gampang-gampang susah. Tentu saja ngga bakal bisa lepas sepenuhnya, tapi setidaknya yang bisa saya lakukan adalah membatasi pembelian barang yang ngga begitu perlu dan mencoba hidup minimalis πŸ™‚

*padahal baru dapet kiriman game yang beli di kaskus = =’ πŸ˜› πŸ˜†

Mengisi Liburan dengan Serial TV

Libur lebaran kemarin, saya menyempatkan diri marathon menonton beberapa serial TV keluaran Amrik dan Inggris, yaitu Sherlock season 1-2,Β The Walking DeadΒ season 1-2, dan Game of Thrones season 1-2. Marathon menonton serial sampe begadang ini bisa dibilang suatu kemewahan yang jarang saya dapat sejak lepas status sebagai mahasiswa :mrgreen:

Tiga serial TV tersebut diangkat dari novel dan komik, Sherlock dan Game of Thrones dari novel sedangkan The Walking Dead dari komik. Saya belum membaca novel Game of Thrones ataupun komik The Walking Dead (dua-duanya masih on going), tetapi saya sudah membaca sebagian besar novel Sherlock Holmes karya Conan Doyle :mrgreen:

Seperti biasa, saya ngga bakat menulis review, jadi di postingan ini saya cuma akan menulis sedikit info dan kesan-kesan saya mengenai serial-serial ini :mrgreen:

 

Brace yourself, spoiler is coming πŸ˜›

Continue reading ‘Mengisi Liburan dengan Serial TV’

Wanita Petarung

Sesuai judul, saya ingin berbagi kesan terhadap beberapa seri manga/anime/novel dengan tokoh utama wanita petarung. Entah kenapa “fighter women” itu tampak keren dan seksi di mata saya 😳 :mrgreen:. Tentu saja, genre dari anime/manga/novel ini adventure fantasy, yang paling memungkinkan munculnya karakter wanita petarung :mrgreen:

World Destruction – Sekai Bokumetsu no Rokunin (anime)

Anime ini diangkat dari game untuk Nintendo DS keluaran Sega berjudul “Sands of Destruction (World Destruction – Michibikareshi Ishii)”, dikerjakan oleh Production I.G. dan tayang pada musim panas tahun lalu di Jepang.

Menceritakan Morte Asheera, seorang wanita manusia pengembara yang berniat untuk menghancurkan dunia dengan sebuah benda bernama “Destruct Code” yang konon mempunyai kekuatan untuk menghancurkan dunia, hanya belum diketahui bagaimana cara mengaktifkannya. Dunia yang menjadi latar World Destruction ini berada dalam kondisi manusia dijajah oleh ras hewan berakal yang disebut “Feral”, dan bumi diselimuti oleh lautan pasir di permukaannya. Morte, yang bersenjatakan semacam bumerang raksasa, memiliki ambisi untuk menghancurkan dunia yang dihuni oleh Feral karena di masa lalu adiknya tewas dalam suatu pertempuran antara manusia-Feral. Dia adalah anggota satu-satunya dari World Destruction Committee yang bertujuan menghancurkan dunia dan merupakan buronan nomor satu oleh para Feral. Morte kemudian bertemu dengan Kirie Illnis, seorang manusia yang terkesan penakut dan pengecut :lol:, dan Toppi Topran, seekor Feral dari ras beruang (yang tampilannya mirip teddy bear :lol:) yang berprofesi sebagai pemburu hadiah. Mereka berdua akhirnya (dipaksa :P) menjadi anggota World Destruction Committee.

Secara keseluruhan temanya umum, khas RPG, beberapa orang membentuk party untuk kemudian bertualang. Jalan cerita juga standar saja, sudah umum dan rada mudah ditebak. Humor-humor yang bertebaran lumayan menghibur sih, apalagi meskipun tidak sampai membuat tertawa terbahak-bahak. Mungkin disain karakter yang menurut saya menjadi poin plus, khas shonen :mrgreen:. Dan, yang membuat saya tertarik tentu saja karakter Morte (seiyuu-nya Sakamoto Maaya) yang menurut saya keren pisan, galak-galak cool gimanaaa gitu :mrgreen: πŸ˜†

Claymore (manga – anime)

Manga ini dibuat oleh Norihiro Yagi, diterbitkan mulai bulan Mei 2001 dan masih berlanjut sampai sekarang, terakhir sampai volume 17. Di Indonesia diterbitkan oleh Elex Media Komputindo dan baru sampai volume 14. Pada tahun 2007 anime-nya yang diproduksi oleh studio Madhouse tayang dari bulan April sampai September sepanjang 26 episode. Secara umum alur cerita antara manga-anime sama sampai episode 24, hanya di 2 episode terakhir anime-nya mengambil ending yang berbeda (jelas karena manga-nya belom tamat :lol:)

Dunia di Claymore berlatar seperti abad pertengahan, di mana terdapat makhluk yang disebut Yoma, yaitu semacam iblis yang memakan organ dalam manusia. Manusia tidak berkutik karena secara kekuatan yoma jauh lebih kuat dibandingkan manusia. Untuk melawan yoma, dibentuklah sekumpulan prajurit wanita yang merupakan separuh yoma separuh manusia. Hanya wanita yang bisa ditransplantasikan kepala yoma untuk menjadi prajurit tangguh yang mampu bertarung melawan yoma tersebut. Ciri khas prajurit wanita itu adalah memiliki rambut dan mata yang berwarna keperakan dan menggunakan pedang besar sebagai senjata, sehingga oleh masyarakat menyebut mereka “Claymore, Penyihir Wanita Bermata Perak“. Untuk menyewa seorang prajurit claymore, sebuah desa harus mengeluarkan bayaran yang cukup mahal, ditambah dengan unsur separuh yoma di tubuh mereka, kebanyakan masyarakat benci-benci-butuh terhadap keberadaan prajurit wanita tersebut.

Clare, salah seorang claymore, sedang bertugas ke sebuah desa untuk membasmi yoma. Di desa tersebut dia bertemu dengan Raki, bocah manusia yang ternyata kakaknya adalah yoma yang menyamar. Seluruh keluarga Raki telah dimakan oleh yoma tersebut, dan ketika yoma itu sudah terbantai oleh Clare, penduduk desa menolak mengurus Raki karena keluarganya terjangkit yoma. Akhirnya Clare membiarkan Raki mengikutinya mengembara keliling benua untuk melaksanakan tugas membunuh yoma. Sepanjang perjalanan mereka bertemu dengan berbagai tipe yoma, dijelaskan pula alasan dari Clare menjadi prajurit claymore, serta berbagai intrik yang terjadi di dalam organisasi itu sendiri.

Yang membuat saya tertarik menonton adalah setting cerita yang bergaya Eropa abad pertengahan, dan (tentu saja) tokoh utama cewe jagoan yang cool :mrgreen:. Jalan cerita cukup serius dan kelam, hampir tidak ada humor. Adegan action juga tergambar lumayan rapi, khas manga shonen ;). Mungkin bagi anda yang tertarik dengan jalan cerita yang rada-rada angst gitu, silakan baca manga-nya atau tonton anime-nya πŸ˜‰

Seirei no Moribito / Moribito, Guardian of The Spirit (novel)

Novel karya Naoko Uehashi ini adalah seri pertama dari 10 seri Moribito karyanya. Diterbitkan pada tahun 1996 sebagai bacaan anak-anak, tetapi juga memiliki banyak penggemar dewasa. Pada tahun 2007 novelΒ  ini diterbitkan ulang dalam format bunkobon. Di Indonesia novel ini diterbitkan oleh Penerbit Matahati pada bulan November 2009 kemarin.

Pada bulan April 2007 novel ini diangkat menjadi anime oleh Production I.G. sepanjang 26 episode. Konon kabarnya terdapat banyak perbedaan antara versi manga dan versi anime, tapi karena saya belum menonton anime-nya, maka saya belum bisa berkomentar mengenai animenya, yang saya bahas novelnya saja :mrgreen:. Gambarnya aja yang diambil dari animenya πŸ˜› hehe…

Latar cerita adalah dunia antah berantah di mana dunia kasat mata dan dunia tak kasat mata berjalan beriringan. Di sebuah benua terdapat kerajaan yang bernama New Yogo, yang dihuni oleh orang-orang Yogo, yang merupakan suku pendatang, dan orang-orang Yakoo, yang merupakan penduduk asli daerah tersebut. Chagum, pangeran New Yogo yang masih berusia 10 tahun, mengalami “kecelakaan” yang disinyalir sebagai percobaan pembunuhan di sebuah jembatan.Β  Balsa, seorang wanita ahli tombak dari negeri Kanbal yang kebetulan lewat, berhasil menyelamatkan jiwa sang pangeran. Ternyata di dalam tubuh Chagum terdapat sebuah makhluk dunia tak kasat mata yang belum diketahui kejelasannya. Karena dianggap aib dan mebahayakan stabilitas negara jika diketahui sang pangeran kesurupan, maka Chagum beberapa kali telah dicoba untuk dihabisi dengan disamarkan sebagai kecelakaan. Oleh ibu Chagum yang merupakan permaisuri kedua, Balsa disewa sebagai pengawal pribadi Chagum yang nyawanya beberapa kali terancam. Kemudian Balsa dan Chagum harus melarikan diri dari lingkungan kerajaan, dan menghadapi , dan menghindari, kejaran para Pemburu yang diutus oleh ketua Penafsir Bintang kerajaan New Yogo. Ketua penafsir bintang sendiri berfungsi sebagai penasihat spiritual merangkap perdana menteri bagi kerajaan New Yogo. Cerita berlanjut dengan masa-masa persembunyian Chagum bersama Balsa di hutan dan gua selama musim dingin, dan musuh lain yang mengincar Chagum selain dari pihak istana New Yogo, dan pengungkapan berbagai misteri dunia tak kasat mata yang berjalan berdampingan dengan dunia kasat mata.

Jalan cerita cukup lumayan, tidak terlalu berat tidak terlalu enteng, dan tidak terlalu sulit dicerna. Yang menarik terdapat manuver politik yang sepertinya cukup sering dilakukan juga di dunia nyata, terkait dengan mitologi dan legenda. Istilah-istilah dan karakter-karakter di dunia “Moribito” dijelaskan di halaman tersendiri di bagian akhir novel ini. Dan pada catatan penulis dijelaskan bahwa ide awalnya dari adegan seorang wanita menggandeng seorang bocah di sebuah film yang dia sendiri lupa judulnya :lol:. Dalam hal ini, saya sependapat dengan sang pengarang bahwa adegan seperti itu bisa menghasilkan cerita wanita pengelana menggandeng tangan seorang bocah di sebuah dunia antah berantah :mrgreen: *dasar anekon* πŸ˜†

..

gambar diambil dari sini, sini, dan sini πŸ˜‰

Sands of Destruction

Quick Review Books and Anime

Langsung saja, memanfaatkan waktu liburan akhir pekan untuk menyamarkan postingan sebelumnya 😎 , ini saya review singkat beberapa judul hiburan (buku dan anime), siapa tahu Anda tertarik untuk menikmatinya :). Sebenernya bukan review sih, cuma kesan-kesan saya aja setelah membaca/menontonnya :mrgreen:

Kitchen – Banana Yoshimoto – di Indonesia diterbitkan oleh KPG (novel)

Buku ini terdiri dari 2 cerita, Kitchen dan Moonlight Shadow. Berlatar Tokyo tahun 80an akhir, Kitchen bercerita tentang Mikage Sakurai, perempuan yang menjadi sebatang kara setelah neneknya meninggal. Dia kemudian ditawari tinggal di rumah keluarga Tanabe, kenalan neneknya, bersama Yuichi Tanabe dan Eriko Tanabe, ibu Yuichi yang merupakan perempuan transeksual yang aslinya adalah ayah kandung Yuichi. Mikage yang kesepian sepeninggal neneknya menganggap dapur adalah tempat di mana dia tidak merasa kesepian, dan di dapur keluarga Tanabe perlahan-lahan dia menemukan kembali keluarganya. Ketika Eriko meninggal, hubungan antara Mikage dan Yuichi menjadi kaku. Dan dalam cerita ini diperlihatkan bagaimana mereka mencairkan kembali hubungan mereka.
Sedangkan Moonlight Shadow bercerita tentang Satsuki, yang baru saja ditinggal mati kekasihnya, Hitoshi, karena kecelakaan mobil. Ketika sedang berjalan-jalan di tepi sungai, dia bertemu dengan wanita aneh bernama Urara, yang tiba-tiba meminta tehnya. Karena menghilangkan botol minum Satsuki, Urara berjanji untuk menggantinya dan malah mengajaknya bertemu lagi di hari tertentu di jembatan tersebut. Ternyata Urarapun baru saja ditinggal mati kekasihnya, dan dia mengajak Satsuki untuk menerima ucapan selamat tinggal terakhir di hari Tanabata.
Kesan saya setelah membacanya, ceritanya biasa-biasa saja, temanya juga biasa-biasa saja, tapi ada sesuatu yang membuat saya betah membaca cerita ini :D. Yang paling berkesan (awas spoiler!) dari Kitchen tentu saja perjalanan antarkota Mikage untuk mengantarkan katsu donburi untuk Yuichi yang kelaparan di kota I karena selalu disuguhi masakan tahu oleh pengurus penginapannya. Sedangkan dari cerita Moonlight Shadow, inti pesan dari cerita ini adalah untuk selalu melangkah ke depan, untuk tidak terpaku di masa lalu karena aliran waktu tidak bisa dihentikan.

kitchen - banana yoshimoto

gambar diambil dari sini πŸ™‚

Kisah Langit Merah – Bubin Lantang – Gagas Media (novel)

Menceritakan tentang Langit Merah, mantan wartawan koran terkemuka di Indonesia, yang juga mantan anggota tim external economist di New York, Amerika, yang meneliti tentang efek privatisasi BUMN di negara-negara berkembang. Saat ini Langit hanya bekerja secara ilegal sebagai tenaga laundry di daerah pecinan di New York. Alur cerita ini bolak-balik, kebanyakan berupa flashback perjalanan hidup Langit yang keras yang terlahir sebagai keturunan Cina tapi bukan berasal dari keluarga yang mapan secara ekonomi. Sedari kecil Langit bercita-cita menjadi wartawan, dan ketika ia akhirnya berhasil menggenggam cita-citanya, kedua orangtuanya sudah tiada untuk diberi kabar gembira. Ketika memasuki dunia jurnalistik itu pula, dia mengetahui berbagai siasat, suap, korupsi, dan berbagai kecurangan yang melanda dunia jurnalistik nasional. Diceritakan juga bagaimana pertemuan awalnya dengan Daria, kekasihnya, ketika sedang ujian Kalkulus, dan bagaimana dia menjalani hidup terkatung-katung di New York setelah kontraknya sebagai external economist habis.
Kesan saya setelah membacanya, saya suka karakter si tokoh utama :mrgreen: \m/. Cuma saya kurang suka saja dengan cerita cintanya, rada-rada berbau CLBK gitu ^^. Namanya juga bumbu, beda orang beda selera :mrgreen:

Mengenai pengarangnya, dapat dilihat blog-nya di sini πŸ˜‰

kisah langit merah

gambar diambil dari sini

Oiya, banyak-banyak terima kasih buat mbak yang jauh di sana yang sampe ngirim buku ini, really appreciate it πŸ™‚

Higashi no Eden – Kenji Kamiyama – Production IG (anime)

Saki Morimi sedang menikmati masa liburannya di Washington DC. Ketika sedang berfoto di dekat gedung putih, dia bertemu Akira Takizawa yang kehilangan ingatannya dan dalam keadaan bugil memamerkan Johny-nya :lol:. Karena suatu hal, akhirnya Saki terpaksa terlibat dengan urusan Akira, yang ternyata adalah seorang selecao di antara 12 orang terpilih (yang disebut selecao) untuk melakukan semacam permainan. Permainan ini dicetuskan oleh Mr. Outside, orang misterius di luar selecao tersebut, dan cara kerjanya adalah menghabiskan uang 10 miliar yen dengan cara apapun asal bisa berkontribusi besar terhadap Jepang. Para selecao itu dibekali dengan hape khusus yang tersambung ke Juiz, asisten Mr. Outside, yang akan memberikan segala informasi yang dibutuhkan dan mengurus transaksi uang 10 milyar yen itu. Awalnya Saki tidak tahu perihal selecao tersebut, tapi lama-kelamaan dia tahu juga, begitu juga teman-temannya di klub universitasnya.
Kesan saya setelah menonton anime ini, opening-nya keren, yang nyanyi Oasis soalnya :mrgreen:. Anime ini sepanjang 11 episode, dengan setting di masa depan yang dekat (tahun 2011), dan di episode terakhir dikonfirmasikan bakal ada movie di bulan November 2009 (11). Sepertinya tidak salah kalo dibilang pembuat anime ini benar-benar menyukai nomor 11, seperti terlihat pada karakter selecao no. 11 😈 :lol:. Terus, software pengenal benda yang dikembangkan Higashi no Eden (nama klub universitas tempat Saki menjadi anggotanya) benar-benar keren, bisa mendeteksi dari nama benda sampe muka orang, basis datanya benar-benar hebat \m/

Dan terus terang awalnya saya tertarik gara-gara opening-nya menggunakan single Falling Down-nya Oasis :mrgreen:. Tapi setelah melihat ceritanya, saya jadi tertarik mengikuti anime-nya. Meskipun yang rada menyebalkan terdapat beberapa adegan mengumbar “johny”, terutama di episode akhir ketika ribuan NEET tanpa busana berhamburan di musim dingin πŸ˜†
Ini anime iseng saya bahas karena sekarang sudah bulan 11, dan seharusnya bulan ini nongol movie-nya :mrgreen:

higashi no eden

gambar diambil dari forum πŸ˜†

Sebagai tambahan, saya sisipkan OP scene dari anime Higashi no Eden ini πŸ˜‰

Membaca Manhua

Terpengaruh postingan Mas Jensen yang ini, iseng2 saya ikutan ah bikin postingan sejenis :mrgreen: hehe.. Jadi, 2 minggu terakhir ini saya iseng nyewa komik di rentalan, yg berjudul Legend of The Condor Heroes (LoTCH) dan Pendekar Hina Kelana. Dua seri tersebut merupakan manhua (komik China/Hongkong/Taiwan) karya Lee Chi Ching yg dibuat berdasarkan novel cersil karya Jin Yong, dan dua-duanya sudah diterbitkan oleh m&c! beberapa tahun silam.

Mengenai garis besar ceritanya, sepertinya sih benar2 mengikuti novel2 Jin Yong tersebut yg terbit di tahun 1960-an. Saya ngga tau pasti karena memang belum membaca novel2nya πŸ˜› hehe..

LoTCH berlatar di akhir jaman Dinasti Song Selatan, di awal kebangkitan kekuatan Temujin dan bangsa Mongolnya. Bercerita mengenai Kwee Ceng, bocah negeri Song yang karena suatu perjanjian antara ayahnya dan saudara angkatnya tanpa sengaja terlibat dengan urusan politik luar negeri Song-Jin dan terdampar hingga tumbuh besar di padang gurun Mongolia. Setelah tumbuh besar, Kwee Ceng masih harus bertemu dan bertanding dengan Yo Kang, anak saudara angkat ayahnya, untuk memenuhi perjanjian guru2nya dengan rahib Khu Chi Kie, orang yg melibatkan ayah Kwee Ceng dan Yo Kang dalam urusan luar negeri kerajaan Jin-Song, dan juga menjadi guru Yo Kang. Untuk selanjutnya, diceritakan tentang perjalanan hidup Kwee Ceng mulai dari dia menjadi orang kepercayaan Temujin, kisah cintanya dengan Oey Yong Jie, dan perjalanannya menemukan kembali rasa nasionalisme Song-nya ketika akhirnya Mongol mencoba menaklukan Song setelah Jin. Untuk lebih jelasnya baca aja sendiri, dan maaf saya males ngasih skrinsyut gambarnya, gugling aja πŸ˜› hehe..

Saya ngga akan berpanjang lebar menjabarkan ceritanya, cuma ada hal menarik yaitu ada beberapa karakter dari komik itu yang memang benar2 ada dalam sejarah, di antaranya :

Jenghis Khan, dan kroni2nya (maksudnya jenderal2 dan keluarganya :mrgreen: ) yg menganggap Kwee Ceng sebagai keluarga sendiri, bahkan Tolui (anak ke-4 Jenghis) mengangkat saudara dengan Kwee Ceng, dan Jebe (salah satu jenderal andalan Jenghis) adalah guru pertama Kwee Ceng dalam ilmu memanah.

Rahib Khu Chi Kie dari aliran Coan Cin yg kemudian dipanggil mengunjungi Jenghis Khan untuk memberi saran awet muda memang benar2 ada, dikenal juga sebagai Ch’ang Ch’un dari aliran Ch’uan Chin (salah satu sekte Tao).

Setahu saya itu sih, kalo ada yg mau nambahin silakan :mrgreen:

Novel LoTCH sendiri merupakan bagian awal dari trilogi Condor Heroes karya Jin Yong. Bagian kedua adalah Return of The Condor Heroes (yg saya yakin banyak di antara Anda sekalian yg familiar dengan judul ini) dengan Yo Ko, anak Yo Kang, sebagai tokoh utama. Sedangkan bagian ketiga adalah Golok Pembunuh Naga (To Liong To) dengan Thio Boe Kie (yg kebetulan mewarisi Golok Pembunuh Naga buatan Kwee Ceng) sebagai tokoh utama.

Komik berikutnya, yaitu Pendekar Hina Kelana (PHK), dengan judul asli novel yaitu XiΓ o Γ€o Jiāng HΓΊ (arti harfiahnya “menertawakan dunia di Jiang Hu”), atau dalam versi Inggris-nya disebut Smiling Proud Wanderer. Latar waktu yang digunakan tidak jelas, tetapi sepertinya terjadi pada masa Dinasti Ming (kata wiki sih πŸ˜› ). Menceritakan Linghu Chong, murid pertama perguruan pedang Hua Shan (sebuah perguruan lurus), yg jujur dan baik hati dan hobi minum arak dan bertingkah slengehan πŸ˜† hehe.. Linghu Chong kemudian terlibat dengan berbagai intrik antar perguruan2 pedang aliran lurus sendiri dan juga bentrokan dengan aliran sesat, yang membuat kita bertanya-tanya sendiri mana yg aliran lurus dan mana yg aliran sesat πŸ˜‰ hehe.. Selanjutnya diceritakan juga perebutan kitab silat sakti bikinan kasim πŸ˜† , juga kisah cinta Linghu Chong sampai dia menemukan jodoh sejatinya. πŸ™‚

Setelah menuntaskan membaca PHK, ada beberapa hal yg berkesan buat saya, yaitu (hati2 spoiler, skip aja kalo ga mau tau πŸ™‚ ) :

Di volume 12-13, diceritakan tentang pertemuan Linghu Chong dengan Ren Yingying melalui kecapi dan bagaimana Yingying mulai menyukai Linghu Chong. Menurut saya, Ren Yingying ini benar2 tipe tsundere, dia menyukai Linghu Chong tapi selalu menyangkal, malah awalnya menolak diketahui wajahnya sampe disangka nenek2 πŸ˜† , dan menggunakan berbagai alasan untuk menahan Linghu Chong agar selalu di sisinya 😎 (luv u Yingying-chan :mrgreen: hehe). Atao malah bisa jadi masuk kategori yandere, karena tidak segan2 membunuh murid Shaolin untuk melindungi dirinya dan Linghu Chong sebagai bentuk rasa cintanya (seyem)..

Kitab Bunga Matahari yg disebut sebagai kitab ilmu silat terkuat diciptakan oleh kasim di jaman Dinasti Tang. Karena dibuat oleh dan diperuntukkan kepada kasim, maka orang yg mempelajari kungfu tersebut lama-kelamaan kehilangan maskulinitasnya dan menjadi feminin = =’. Contohnya adalah Dongfang Bubai sang ketua aliran sesat yg jadi cowok melambai dan menyukai laki2, atau Lin Pingzhi si murid termuda perguruan Hua Shan yg sudah menguasai kungfu tersebut sebelum menikahi Yue Lingshan sehingga tidak sempat “menggarap” istrinya karena kehilangan “keperkasaan” πŸ˜† hihihi… Sampai mati juga saya ngga bakal mau mempelajari kungfu kaya’ gitu πŸ˜†

Masih tentang “keperkasaan”, di volume 20, Tian Bo Guang, pendekar dari aliran sesat yg dijuluki “Pendekar Pemetik Bunga” karena suka mencabuli gadis2 dan wanita2 cantik, bertobat dan menjadi biksu atas paksaan anjuran biksu Bu Jie. Nah, cara biksu Bu Jie “menganjurkan” Tian Bo Guang untuk menjadi biksu adalah… merobohkannya, menarik celananya, dan mengambil sebilah pisau.. dalam sekejap Tian Bo Guang sudah menjadi biksu πŸ˜† (silahkan terka sendiri apa maksudnya, yg jelas saya ngakak guling2 pas baca bagian ini πŸ˜† πŸ˜† πŸ˜† )

Mengenai artwork kedua manhua tersebut, menurut saya sih biasa2 saja, seperti manhua China/Hk/Tw pada umumnya yg susah dibedakan muka karakter2nya πŸ˜† . Tapi jujur saya lebih suka artworknya Lee Chi Ching yg simpel ini ketimbang Tony Wong, yg karakter2 cowoknya digambar terlalu berotot :mrgreen:

Oh iya, sebagai catatan tambahan, sepertinya dalam penterjemahan LoCTH pihak m&c! masih menggunakan nama2 dalam dialek Hokkian yg memang banyak digunakan warga keturunan Tionghoa di Indonesia, misalnya Kwee Ceng kalau dalam dialek Pinyin adalah Guo Jing. Sedangkan untuk penterjemahan PHK sudah menggunakan nama2 dalam dialek Pinyin yg lebih populer dan lebih banyak digunakan dalam bahasa Mandarin.

Jadi, anda membaca apa akhir2 ini? :mrgreen:

SHIKE

Entah mengapa saya sedikit teringat masa-masa KKN. Mungkin karena sekarang lagi musim KKN, harusnya dah masuk bulan kedua (dan mulai timbul friksi dan konflik πŸ˜› ). Ya, tahun lalu, bulan Juli-Agustus 2007 saya mengalami KKN bertema Pemberantasan Buta Aksara di suatu desa di Jawa Tengah. Tapi sekarang saya bukan mau ngomongin KKN, meskipun ada hubungannya.
Waktu itu, untuk mengatasi kebosanan biasanya seminggu sekali kami pergi main ke kota terdekat. Nah, kesempatan itu tidak saya sia2kan untuk memenuhi hasrat belanja komik saya. Ketika berada di bagian buku di suatu “mal” di kota terdekat itu, saya melihat sebuah novel yang menarik minat saya. Judulnya “SHIKE”, pengarangnya Robert Shea. Pas saya baca sinopsisnya, saya langsung tertarik, “…petualangan Jebu dan Yukio di bawah Kublai Khan…”. Ngapain orang Jepang di daratan China bersama prajurit Mongol, pikir saya waktu itu. Ternyata itu sinopsis buku ke-2, dan untuk membunuh rasa penasaran saya pun membeli buku ke-1 dan ke-2nya sekaligus (tekor, sikap yg tak terpuji πŸ˜€ ). Setelah saya khatamkan, ternyata masih bersambung dan merupakan tetralogi. Saya hanya sempat membeli buku ke-3 di kota itu, dan buku ke-4 saya beli di Jogja (dapet diskon pastinya πŸ˜€ ).
Tokoh utama dalam novel ini adalah Jebu, biarawan petarung (shohei, di situ disebut “shike“) aliran sekte Zinja (di situ dibilang mirip Zen, kayanya fiktif), dan Shima no Taniko, putri keluarga bangsawan Shima yang hendak dinikahkan dengan Sasaki no Horigawa, pejabat pemerintahan keluarga Takashi. Nah, inti ceritanya itu percintaan terlarang antara Jebu dengan si Taniko itu, dengan ditambahi latar peperangan dan intrik yang lumayan oke. Nantinya Jebu akan mengabdi kepada Muratomo no Yukio menghadapi keluarga Takashi, kabur ke China, mengabdi pada dinasti Song, ganti mengabdi pada Kublai Khan, dan kembali ke Jepang untuk menghadapi keluarga Takashi sekali lagi.
Setting cerita itu pada akhir jaman Heian di Jepang, dan akhir dinasti Song di China (sekitar tahun 1160-1185). Awalnya saya sempat bingung waktu melihat nama2 tokohnya. Tapi seiring saya membacanya saya mulai paham kalau ini ngga lain ngga bukan tentang Gempei War, diawali pemberontakan Hogen dan Heiji, diliputi peperangan besar antara klan Taira dan Minamoto (Genji), diakhiri dengan pembentukan shogunate bakufu Kamakura, serta ditebar ancaman invasi Mongol 2 kali hampir seabad kemudian. Keluarga Takashi adalah keluarga Taira, sedangkan keluarga Muratomo adalah keluarga Minamoto. Muratomo no Yukio itu Minamoto no Yoshitsune, dan Jebu tentu saja sang Musashibyo Benkei yang termasyhur itu. Muratomo no Hideyori adalah Minamoto no Yoritomo, sedangkan Taniko saya bingung ni orang beneran ada ato ngga.

tetralogi SHIKE

tetralogi SHIKE

tampak samping

tampak samping

Poin2 yang menarik dari novel ini (hati2 spoiler!) :
-saat Jebu menghadang Yukio di jembatan untuk merampas pedang 100 samurai (buku 1)
-saat Yukio dan Jebu bertualang di China sebagai pelarian, dan Taniko dipersembahkan sebagai “hadiah” bagi Kublai Khan oleh Horigawa di China (keseluruhan buku 2)
-Gempei war, perang besar antara Takashi dan Muratomo, yang dibantu prajurit Mongol dan sisa2 samurai yang terlatih di medan perang Mongol (buku 3)
-pertempuran pasukan Jepang menghadang invasi Mongol di Teluk Hakata (buku 4)
-adegan “perang bunga” antara Jebu dan Taniko (halah…)
Nah, keanehan-keanehan khas novel (yg sedikit melenceng dari sejarah) yaitu :
-Minamoto no Yoshitsune sama sekali ngga pernah ke China untuk bertempur dengan Kublai Khan πŸ˜€
-Jebu diceritakan merupakan anak dari Jamuga, musuh Genghis Khan, yg lari ke Jepang (jadi orang Mongol, what the heck..). Jamuga ngga pernah ke Jepang dan mati di daratan Mongol oleh Genghis Khan
-Pasukan Mongol yg membantu pihak Muratomo (Minamoto) kayanya ngga ada di literatur sejarah deh
-Di akhir Gempei War, Yoshitsune dikhianati oleh Yoritomo dan dipaksa bunuh diri di Hiraizumi (Jepang Utara, masih pulau Honshu), dan Benkei pun mati setelah tertembus banyak panah pasukan Yoritomo. Di novel ini Yukio (Yoshitsune) emang mati bunuh diri, setelah dikepung pasukan Mongol suruhan Hideyori (Yoritomo), tetapi Jebu (Benkei) selamat dan meneruskan kisah cintanya dengan Taniko
-invasi Mongol ke Jepang terjadi tahun 1272 dan 1281, kalo dihitung-hitung harusnya umur Jebu dan Taniko saat invasi Mongol sudah seabad. Tapi nyatanya Taniko masih sehat merawat cicit-nya dan Jebu masih sehat bertempur melawan armada Mongol, dan keduanya masih sehat dalam “perang bunga” (halah…)
Secara keseluruhan, saya paling suka buku ke-2, dengan setting daratan China dan pertempuran2 antara pasukan Mongol dengan pasukan Dinasti Song, serta antara Pasukan Kublai Khan melawan pasukan Arik Buka (kayanya Albuqa Khan), sepupunya dalam merebut tahta Kaisar Mongol. Untuk tahu lebih banyak tentang Gempei War, mending baca Heike Monogatari (Tales of Heike) karya Yoshikawa Eiji, cuma sayangnya belum diterjemahkan ke bahasa Indon T_T. Saya sih cuma baca manga Shanao Yoshitsune buat referensi Gempei war πŸ˜€


Advertisements