Cerita Asep

Ini adalah cerita saya sebagai Asep, alias Anak Sepoer:mrgreen:

Hari Minggu kemarin, saya naik KRL rute Bogor-Jakarta Kota, untuk turun di Gambir mengantar teman pulang naik kereta. Tentu saja kami berdiri karena jalur ini ngga pernah ngga rame bahkan di kala weekend😛

Dalam perjalanan di KRL itu, naiklah serombongan anak muda di stasiun Depok Baru. Mereka heboh sekali, bercerita dan bercanda dengan suara keras. Sepertinya sih bukan penduduk Depok atau sekitarnya, dan hendak main ke Kota Tua di dekat Stasiun Jakarta Kota. Salah satu dari mereka menjelaskan rute dan stasiun-stasiun yang disinggahi selama perjalanan, sembari menunjuk ke peta jalur KRL di atas pintu keluar. Salah satu temannya (sepertinya orang Medan) nyeletuk,

“Oo jadi sebelum Manggarai kita masuk Tebet (dengan pelafalan ‘e’ seperti pada ‘tempe’) dulu ya?”

Saya otomatis ngakak tertahan, sementara teman-temannya pun beramai-ramai menertawakan😆😆

Bukan kenapa-kenapa, saya dah lama aja ngga denger secara langsung celetukan primordial yang polos, seperti halnya ketika mendengar teman saya yang orang (m)Bantul menyebut Bogor dengan ‘mBogor, atau teman lainnya yang dari Kuningan mengucap ‘peripikasi’ ketimbang ‘verifikasi’😛

Kami turun di Stasiun Gambir. Sembari menunggu jadwal kereta, iseng-iseng kami ngemil di Dunkin. Ada beberapa orang asing di gerai tersebut. Di arah kiri kami ada ibu-ibu (dari perkiraan umurnya, ngga tau beneran ibu-ibu ato single :P) yang duduk seorang diri, sementara di arah kanan ada serombongan anak muda yang entah dari Prancis atau Belgia, yang jelas buku petunjuk mereka berbahasa Prancis. Si ibu itu tampilannya dekil, kumal, dengan kulit kecoklatan terbakar sinar matahari dan sepasang tatto di 2 punggungnya. Sedangkan serombongan anak muda itu relatif berpenampilan bersih dan rada gaya, seolah-olah baru pertama kali ini keluar rumah😛. Dasar iseng, saya nyeletuk ke teman saya,

“Tuh perhatiin si ibu itu, itulah petualang sejati, tas carrier, bawaan netbook yang enteng, kulit kasar dan kecoklatan terbakar sinar matahari. Bandingin ama rombongan ‘hipster’ di sebelah, kulit masih pucet, sampe Indonesia pun masih mainan hape dan gadget, coba liat tasnya apaan, jangan-jangan koper berroda lagi..”😛

Tapi ternyata tas rombongan anak muda itu berupa backpack, jadi sayanya aja yang sotoy nebak-nebak plus nuduh kalo mereka hipster, hehehe😛

Setelah teman saya naik keretanya, saya kembali ke arah Bogor menggunakan KRL lagi. Di dalam kereta, terdapat fenomena mental ‘ekonomi’ yang pernah saya bahas di postingan terdahulu. Sudah jelas di KRL ada aturannya tidak boleh duduk di lantai atau menggunakan kursi lipat, tapi ada aja serombongan keluarga yang dengan santainya duduk ngelekar di pojok gerbong karena ngga kebagain kursi. Saya sih cuma bisa memaklumi, ketimbang capek berdiri mereka memilih untuk duduk di lantai. Tapi menurut saya itu tindakan yang cukup egois, karena dengan duduk di lantai maka akan membuat space mereka lebih banyak (yang artinya membuat sesak) dan mengganggu penumpang lainnya yang berdiri. Fenomena yang mirip terjadi juga di kereta jarak jauh, biasanya di perjalanan malam di kelas ekonomi dan bisnis (karena saya belum pernah naik kelas eksekutif jarak jauh jadi ngga tau di eksekutif ada ato ngga fenomena semacam ini :P). Banyak penumpang tidur di selasar lorong gerbong kereta beralaskan koran dan selimut ketimbang duduk manis di bangkunya masing-masing. Saya maklum, apalagi kalo di kelas ekonomi yang bangkunya tegak lurus ngga enak pisan, tapi ya tetap saja saya terganggu kalo ketemu yang beginian😛

Itu cerita dari saya sebagai anak sepoer musiman. Jadi pengen naik kereta kelas Argo yang jarak jauh:mrgreen:😛

12 Responses to “Cerita Asep”


  1. 1 Asop March 5, 2012 at 17:36

    Anak sepur?
    Berarti “asep” dibaca dengan e seperti pada renyah, bukan e seperti pada bebek.😀

  2. 2 Kurology March 6, 2012 at 20:49

    sebagai asep occasionally, saya mahfum semahfum-mahfumnya akan variasi perilaku penumpangnya, asal nggak masuk ke den saya, nggak balik kursi saya dan nggak ngerokok di deket saya😎

  3. 3 Petz March 7, 2012 at 14:18

    seumur-umur belum pernah ngerasain naek kereta bertenaga listrik.. kalo ada kesempatan, pengen sekalian ngerasain naek kereta peluru!!:mrgreen:

  4. 4 adrianfajriansyah March 8, 2012 at 18:22

    ceritanya menarik.. fotonya keren,,

    salam kenal…

  5. 6 Zukko March 9, 2012 at 22:31

    Hmm… Sepertinya… menjadi Asep mengajarkan kita banyak hal, kepedulian (?) kesabaran, perspektif baru, serta pengalaman-pengalaman yang dapat memerkaya jiwa.🙂

  6. 8 nothingwrongwithmylongblackhair March 18, 2012 at 22:44

    waaaah Arm, lama ga main kesiniii….
    udah makin full aja postingannya.

    seperti biasa yah banyak emotenya hehehehe.:mrgreen:

  7. 9 Alex© April 11, 2012 at 11:55

    Asep?😆

    Aku baru mulai menapaki profesi jadi anak sepur selama di Bogor juga. Maklum… Tak ada kereta api di kampungku. Tapi menyenangkan juga berkereta-api… Bisa melihat karakter banyak orang:mrgreen:

  8. 10 Arm Kai June 26, 2012 at 13:22

    @ Asop: asep-nya dibaca seperti alex, sepur-nya dibaa seperti senang😛

    @ Kurology: sekarang dah ngga boleh ngerokok di dalem gerbong sih ^^

    @ Petz: hohoho, naiklah, ngga seberisik kereta diesel lho😛 kalo kereta peluru saya juga pengen:mrgreen:

    @ adrianfajriansyah: salam kenal juga😀

    @ no limit adventure: salam sukses selalu😎

    @ Zukko: ya ngga cuma dengan menjadi asep sih, jadi anang (anak angkot) juga bisa merhatiin cewek cakep karakter banyak orang kok😛

    @ nothingwrongwithmylongblackhair: hahaha, lama juga ngga liat:mrgreen: emoticon itu penting😎😆

    @ Alex©: haha, di Medan ada kereta kan ^^ cuma ke Aceh ato ngga saya ngga tau😛

  9. 11 anakayam July 27, 2012 at 02:34

    Sesama Asep deh.

    sejak pindah bogor jadi langganan sepur.

    dan langganan makan ati sama gadis2 yang ndak punya etika duduk d lantai sementara orang2 berdesakan kayak sarden…

    Huff…

    • 12 Arm Kai August 28, 2012 at 09:57

      saya asep occasionally kok, kalo ada perlu ke Jakarta aja😛

      wah, harus banyak-banyak sabar itu menghadapi gadis2 melantai (literally) ^^

      tapi sebagai sesama cewek kalo negur gitu ngaruh ngga sih?😕


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: