Another Midweek At GBK

Catatan: Postingan ini sebenernya dibuat kemarin (Jumat 30 Desember) tapi karena kemarin sore mati listrik maka baru sempat dipublish sekarang😛

Seperti diketahui bersama, semalam (29 Desember 2010) timnas sepakbola Indonesia mengalahkan timnas Malaysia dengan skor 2-1, tapi gagal menjuarai turnamen AFF Suzuki Cup karena sebelumnya kalah 0-3 di Malaysia. Tentang pertandingannya sendiri, saya yakin sudah banyak yang tahu kalo Indonesia bermain menyerang dan mencetak banyak peluang (termasuk penalti yang gagal). Karenanya, saya pengen cerita soal pengalaman saya dateng ke stadion Gelora Bung Karno (GBK) di Senayan aja ketimbang membahas jalannya pertandingan😀.

Perjuangan mendapatkan tiket ini sebenernya ngga berat-berat amat, soalnya saya ga ikutan ngantri, cuma nitip temen yang beli borongan😛 hehe… Tapi, sialnya kepastian dapet tiket baru di H-1. Malah pas hari H temen saya yang udah standby di GBK dari pagi ngabarin kalo tiket baru dapet 2 dari 5 tiket yang dijanjikan karena si supplier tiket berganti informasi😐. Tapi setelah diyakinkan kalo bisa dapet tiket maka saya dan 3 teman lain berangkat sorenya. Itupun termasuk terlambat karena kami baru berangkat jam 4 sore. Sebaiknya memang berangkat dari jam 12 siang biar bisa lebih gampang koordinasinya dan kebagian tempat. Apa daya saya ngga bisa keluar cepet karena harus ikut rapat menggantikan senior saya yang cuti nikah😐. Karena berangkat jam 4, kami memutuskan naik taksi aja karena bakal lama kalo nungguin bus, lumayan ngga mahal-mahal amat kalo berempat😛 hehe..

Sampai di dekat lingkungan GBK (karena supir taksi ngga mau mendekat area stadion) kami masuk dan diperiksa tasnya oleh polisi. Mungkin mereka nyari-nyari senpi atau sajam atau kembang api atau petasan atau malah majalah zinePLAK:mrgreen: *aku berlindung dari godaan Nurdin yang terkutuk*😎:mrgreen:. Tapi keren lho, sepanjang Jalan Sudirman dan lingkungan GBK berubah jadi lautan manusia merah pendukung timnas tua muda laki perempuan kaya miskin dari berbagai macam suku, agama, profesi:mrgreen:

Nah, lolos pemeriksaan polisi awal, kami memasuki lingkungan GBK dan mulailah ujian datang. Untuk masuk gerbang ternyata harus menunjukkan tiket. Sialnya kami belum pegang tiket karena tiket dipegang oleh temen yang standby di GBK. Salah satu temen bisa lolos ketika ngikut rombongan yang masuk bebarengan. Tinggal kami bertiga kebingungan karena setelah itu polisi dan penjaga gerbang memperketat penjagaan. Temen kami yang standby di GBK tidak bisa dihubungi, sinyal benar-benar crowded saat itu, dan sialnya ini berlanjut sampai malam. Akhirnya temen saya berinisiatif meminjam tiket dari salah seorang penonton untuk bisa masuk gerbang, dan berhasil:mrgreen:. Tips untuk meminjam tiket seperti ini, carilah penonton cewek, karena cewek lebih bisa diajak kerja sama untuk hal-hal beginian:mrgreen:. Temen saya sebelumnya mencoba menanyai bapak-bapak malah dicuekin😆.

gerbang luar

Masuk lingkungan stadion, suasana semakin semarak dan ramai dengan bunyi-bunyian terompet khas supporter sepakbola. Kami belum juga bertemu dengan teman yang memegang tiket. Ternyata dia sudah masuk duluan ke stadion bareng teman yang lolos duluan tadi. Sialnya ya itu, sinyal benar-benar crowded sampe ngga bisa nelpon dan sms pun telat kekirim. Akhirnya kami coba berkeliling-keliling untuk mencoba mencari celah agar bisa masuk ke dalam stadion😛. Sepertinya itu susah, karena di pintu III sektor 6 dan 7 mulai tampak rusuh-rusuh mendorong-dorong pintu besi yang dijagain petugas. Sempat ngetem di sektor 7 mengharap bisa nyelonong, tapi akhirnya semakin crowded dan bikin malas untuk berdesak-desakan masuk. Bahkan, saking crowded-nya antrian orang-orang ada puluhan (atau malah ratusan) orang yang tidak bisa masuk meskipun sudah megang tiket karena stadion sudah penuh. Yasudah, akhirnya kami pasrah saja ngga bisa masuk stadion. Toh di dalem satdion sendiri banyak orang yang ngga bisa melihat ke lapangan dan akhirnya malah duduk di bagian luar tribun atas dan nonton di layar besar di luar stadion😛. Dan bisa masuk stadion belum tentu bisa nyaman nonton karena teman saya yang masuk malah berdiri sepanjang pertandingan karena ngga jelas nontonnya😛.

suasana luar stadion

acungkan tiket tetap tak bisa masuk

truk polisi

menjelang malam

di stadion nonton ke luar

Sampai menjelang kickoff masih juga belum dapet tempat nyaman untuk nonton karena layar besar yang dipasang terhalang truk polisi. Ketika lagu kebangsaan dikumandangkan pun saya masih berdiri mencari-cari TV atau layar besar agar bisa masuk. Dengan frustasi saya ikut menyanyikan Indonesia Raya di tengah kerumunan ratusan orang yang juga tidak bisa masuk stadion😀. Akhirnya kami nonton di TV di deket ruang VVIP di deket pintu utama yang ada patung Rama-nya bareng beberapa orang yang kayaknya sih wartawan. Di situ rupanya tempat nongkrong wartawan infotainment, karena kalo didenger dari obrolan mereka kayaknya bukan obrolan fans sepakbola meskipun ngomongin soal bola😆. Pertandingan pun selesai dan lagi-lagi Indonesia gagal juara. Pintu utama ini rupanya tempat keluar masuk kelas VVIP yang biasanya diisi pejabat dan public figure. Temen saya sempat memotret beberapa dari mereka pas keluar lewat pintu itu, termasuk Pak Presiden:mrgreen:

RI 27

manohara

menteri "serba bisa"🙄

ketua dewan mentawai😛

Pak Beye

 

Temen saya itu juga sempat masuk ke stadion pas orang-orang pada keluar saat acara pengalungan medali dan penyerahan piala, dan memfoto-foto di dalam stadion. Kemudian kami juga iseng foto-foto di luar stadion dan memfoto apa yang bisa difoto. Banyak sekali cewek cakep bertebaran di situ, tapi sayang banyak juga yang ngga sempat dicandid😆

winning is not enough

runner up😐

juara baru

panser paspampres

iseng candid😛

Setelah selesai kami pun pulang. Dan yang mengejutkan adalah ngga rusuh:mrgreen:. Bener-bener menyenangkan emang suasana nonton langsung di stadion, auranya kerasa. Mirip-mirip pas nonbar di kafe bareng anak-anak BR jaman di Jogja dulu, tapi lebih heboh:mrgreen:. Dalam perjalanan pulang, kami berjalan ke JCC dulu untuk menunggu bis. Nah, kelakuan supporter yang kampungan kembali terlihat. Mereka mencegat dengan paksa (bahkan dengan ancaman timpukan batu) bis atau truk atau kendaraan bak terbuka untuk mengangkut mereka kembali ke tempat masing-masing. Kami cuma geleng-geleng kepala aja melihat kelakuan mereka yang tampaknya fans klub ibukota itu. Kami sendiri akhirnya pulang naik taksi karena kelamaan nunggu bis dan terlalu ribet karena kudu ke terminal Kampung Rambutan dulu untuk balik ke kosan😛. Kesimpulannya, keperjakaan saya menonton langsung di stadion masih terjaga sampai sekarang😆

 

 

5 Responses to “Another Midweek At GBK”


  1. 1 Kurology December 31, 2010 at 15:01

    udah kepengen ke GBK, tapi isu kisruh pas ticketing itu bikin jiper. akhirnya cuman ngandelin layar tancep di pangkalan ojek bareng temen, yang mana beliaunya cuman sanggup bertahan menyaksikan babak pertama

    anw, jadinya kalo dipikir2 kayaqnya rugi kamu beli tiket kalo ga bisa mantengin dengan hikmad gitu

    dan lain kali, nge-candid-nya gambarnya yang gede en tajem, di zoom pas wajah mbaknya men😛

  2. 2 presyl December 31, 2010 at 20:52

    wiiiih.. enak banget ke GBK nobar.

    huhu.. rasanya pengen banget kesana.
    tapi apa daya. keinginan nonton super VIP dirumah lebih besar.

    yuk ah.. semoga ada event2 besar lagi sehingga bisa ikutan nonton di GBK kapan2

  3. 3 nothingwrongwithmylongblackhair January 2, 2011 at 21:24

    ternyata memang banyak yang mengejar wanita hehehehe

    Kesimpulannya, keperjakaan saya menonton langsung di stadion masih terjaga sampai sekarang

    Wah ternyata ancaman nobar langsung ke GBK itu kehilangan keperjakaan ya?
    wkkwkwkwkwkwkwk

  4. 4 TamaGO January 5, 2011 at 15:47

    wah poto2nya jelas juga, sayang miskin poto2 yg ‘menyegarkan mata’😐

  5. 5 Arm Kai January 6, 2011 at 16:24

    @ Kurology:

    anw, jadinya kalo dipikir2 kayaqnya rugi kamu beli tiket kalo ga bisa mantengin dengan hikmad gitu

    saya ga rugi kok, kan ga jadi bayar soalnya ga bisa masuk😛

    dan lain kali, nge-candid-nya gambarnya yang gede en tajem, di zoom pas wajah mbaknya men

    susah, cahaya minim.. lebih gampang kalo minta ke mbaknya sekalian buat difoto kali ya😛
    __

    @ presyl:
    paling tahun 2011 ini event di GBK kejuaraan futsal Asia Tenggara (ato malah Asia)
    kalo misal Persipura yang berlaga di Liga Champions Asia main kandangnya di GBK saya usahain bakal nonton deh:mrgreen: tapi paling2 di Makassar sih😛
    __

    @ nothingwrongwithmylongblackhair:
    maksudnya yang mengejar wanita?😕

    Wah ternyata ancaman nobar langsung ke GBK itu kehilangan keperjakaan ya?

    ah ngga juga, saya kan masih polos…
    __

    @ TamaGO:
    nah itu, padahal yang menyegarkan mata banyak lho waktu itu:mrgreen:


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: