Palembang Trip

Beberapa hari yang lalu, saya sempat jalan-jalan ke Palembang untuk urusan “kampus”. Kebetulan, di kota ini ada temen “otaku” sekaligus tetangga kos saya jaman di Jogja dulu. Jadi, setelah urusan “kampus” selesai, saya sms nodong dia minta diajak jalan-jalan:mrgreen: hehehe…

Sialnya, dia juga bingung kalo disuruh jadi guide buat jalan-jalan. Akhirnya kami jalan-jalan ke jembatan Ampera yang menyeberangi Sungai Musi. Jembatan yang pernah menjadi jembatan terpanjang di Asia Tenggara ini dibangun dengan dana pampasan perang Jepang. Dulunya bagian tengahnya bisa diangkat-turunkan untuk lewat kapal di Sungai Musi, tapi karena mengganggu lalulintas jalan di atasnya maka sejak tahun 1970 tidak diaktifkan lagi mekanisme naik-turunnya.

ampera

ampera lagi

Sebenernya, di bawah Jembatan Ampera itu ada pelabuhan kecil untuk kapal feri yang mengangkut penumpang ke Pulau Kemaro, sebuah gosong sungai (endapan material tanah di tengah sungai) di Sungai Musi. Sayangnya teman saya tidak mau diajak ke sana, dengan alasan kejauhan dan kelamaan😛.

Dari Jembatan Ampera, kami jalan-jalan ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II yang ada di sebelah barat lautnya. Untuk masuk museum ini harus bayar tiket masuk Rp 2000,-.

museum

museum bukan mesum

Buat yang ngga tau siapa itu Sultan Mahmud Badaruddin II, lihat gambarnya di bawah ini

Sultan Mahmud Badaruddin II

Awalnya saya bingung, siapa pula itu Sultan Mahmud Badaruddin II, karena namanya juga dijadikan nama bandara di Palembang. Rasa-rasanya pernah liat mukanya, dan oleh temen saya dibilang, “itu lho yang di duit 10 ribu” dan saya langsung ngeh, apalagi setelah melihat gambar di bawah ini di sebuah etalase duit di bagian museum tersebut.

duit pecahan 10 ribu rupiah

Ternyata, Sultan Mahmud Badaruddin II adalah penguasa terakhir Palembang yang melakukan perlawanan hebat terhadap Belanda. Perang antara SMB II dengan Belanda di bawah pimpinan Herman Muntinghe dikenal sebagai Perang Menteng (dari kata Muntinghe).

Di salah satu bagian muesum itu terdapat miniatur Masjid Agung dan Keraton Palembang, di bagian lainnya terdapat pelaminan dan ranjang pengantin khas Palembang, gamelan Melayu, miniatur meriam kuno, dan diorama Pertempuran Palembang tahun 1659. Saya jadi punya pikiran iseng, gimana kalo ditaroh Gundam di miniatur atau diorama itu dan dipose mengobrak-abrik wilayah sekitar, pasti keren😎😆😛

maket Masjid Agung Palembang

pelaminan

ranjang >:)

dikasih Gundam kayaknya keren deh😀

Setelah puas melihat-lihat (dan pusing baca silsilah raja-raja Palembang😆 ) kami keluar dari museum itu. Ada dua cewek abege yang rada heboh sejak di dalam museum tadi😆

sori ya dek, ga tahan buat ga candid, LOL😛

Kami kemudian menuju Masjid Agung Palembang. Ada obyek menarik di dekat Masjid Agung, yaitu air mancur di tengah bunderan di tenggara masjid. Sialnya saat itu air mancur sedang dimatikan😦

air mancur

kota ini rupanya bakal menjadi penyelenggara SEA Games 2011

menara masjid agung

Dari masjid agung, kami bingung mau ke mana lagi😛. Akhirnya diputuskan ke Jakabaring, melihat-lihat stadion Gelora Sriwijaya. Rupanya di stadion ini malamnya bakal dipakai untuk pertandingan AFF Suzuki Cup grup A antara Malaysia melawan Laos. Sial, kalo saja timnas Indo yang main saya bakal nonton langsung di situ😀. Kami tidak jadi masuk, cuma mengitari Tugu Parameswara di depan jalan masuk ke stadion dan foto-foto. Banyak abege pacaran dan nongkrong, banyak juga penjual jagung bakar😛

Tugu Parameswara

Tugu Parameswara dari belakang

entah ini bentuk apa sebenernya :))

jalan menuju Gelora Sriwijaya

Setelah mengitari Tugu Parameswara sekali, kamipun cabut dari situ dan pulang ke hotel, dan teman saya kembali ke rumahnya. Malamnya saya menonton pertandingan Indonesia-Thailand yang dimenangkan dengan susah payah dengan sedikit hoki oleh Indonesia dengan skor 2-1:mrgreen: \m/. Ternyata di Palembang Malaysia menggebuk Laos 5-1, kayaknya hoki tuh habis kedatengan saya (ganyambung)😛😆

Besoknya, di bandara kami bertemu dengan rombongan timnas Malaysia yang akan bertolak ke Jakarta untuk kemudian pulang kembali ke negaranya. Ngga keliatan kayak habis ngebantai di malam sebelumnya, apalagi pelatihnya yang selalu bertampang susah😆😛

 

Rajagopal yang entah kenapa selalu bertampang susah :))

Berhubung cuma timnas Malaysia, saya ga tertarik buat foto bareng. Lain soal misalnya Keisuke Honda Supra atau sekalian Mourinho😆

Di pesawat, ada kejadian lucu. Kebetulan saya duduk di area pintu darurat. Sesuai dengan prosedur penerbangan sipil, penumpang di sekitar pintu darurat haruslah penumpang yang dikategorikan “mampu” membantu awak pesawat dalam kondisi darurat. Nah, ketika saya sedang iseng membaca-baca kartu petunjuk keselamatan, datanglah pramugari (yang manis juga :P) menjelaskan. Ketika melihat saya, dia bertanya, “Maaf, umurnya berapa ya?” Secara spontan saya menjawab “Delapan belas!” karena di kartu keselamatan yang saya baca tertera angka 18 tahun sebagai usia minimal penumpang di sekitar pintu darurat😆. Oleh teman di sebelah saya, dibilangin, “Jawab yang bener, masa mau muda terus!”😛. Akhirnya saya jawab juga, “duapuluhxxx…”😆 sementara si mbak pramugari cuma senyam-senyum aja karena salah nerka umur😆:mrgreen:. Bukan kali ini aja sih saya dianggap underage😆

Kalo anda membaca, wahai mbak B*******i yang manis, salam muah-muah deh dari saya:mrgreen:😆

9 Responses to “Palembang Trip”


  1. 1 lambrtz December 9, 2010 at 18:03

    Kalo anda membaca, wahai mbak B*******i yang manis, salam muah-muah deh dari saya

    Sajak desperate banget sampeyan :-<

  2. 2 lambrtz December 9, 2010 at 18:04

    BTW situ kok ndak nonton pertandingan Malaysia – Laos, saya aja dulu nonton Singapore – Laos😆 habisnya ndak bisa nonton AFF

  3. 3 mauritia December 9, 2010 at 18:42

    Bukan kali ini aja sih saya dianggap underage😆

    arm, emang kamu imut2 yah?😯

    Akhirnya diputuskan ke Jakabaring, melihat-lihat stadion Gelora Sriwijaya.

    Aku pikir Jakabaring itu nama stadionnya, jadi namanya mah Gelora Sriwijaya?😀

  4. 4 Ando-kun December 9, 2010 at 20:43

    Kalo anda membaca, wahai mbak B*******i yang manis, salam muah-muah deh dari saya

    Anu… mbak Bramugari..??????
    eh… cerita dan gambar main ke Belitungnya malah dilewatin😦

  5. 5 Takodok! December 10, 2010 at 14:19

    Kalo anda membaca, wahai mbak B*******i yang manis, salam muah-muah deh dari saya

    Brittanni😆

    jadi nyoba makanan apa saja di sana sum?

  6. 6 Arm Kai December 10, 2010 at 17:52

    @ lambrtz:
    lha mending nonton Indo-Thai di tipi hotel larr😆😛
    ngga desperado kok, kan hanya berekspresi :-”
    __

    @ mauritia:

    arm, emang kamu imut2 yah?

    ada yang pernah bilang gitu sih😳
    yup, namanya Gelora Sriwijaya😉
    __

    @ Ando-kun:
    bukan bramugari larr😛
    sebagai provinsi pecahan Sumsel harus sabar ya nunggu Palembang dulu😛😆
    itu udah saya bikin😉
    __

    @ Takodok!:
    bukan britanni😎
    nyobain pindang musi rawas, enak lho, ngga amis:mrgreen:

    kalo tempoyak saya kapok deh😛

  7. 7 adrianfajriansyah March 8, 2012 at 15:09

    palembang memang luar biasa..

    salam kenal…

  8. 8 ru April 13, 2013 at 13:25

    This is really attention-grabbing, You are a very professional blogger.
    I’ve joined your rss feed and look forward to in quest of extra of your excellent post. Additionally, I have shared your web site in my social networks


  1. 1 Belitong Trip « Simple Words from Arm Trackback on December 10, 2010 at 17:46

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: