Densha Kodomo

peron

Beberapa hari yang lalu saya naik KRL ekonomi siang-siang dari Stasiun Mangga Besar menuju Bogor. Tidak usah ditanya ngapain saya di Mangga Besar, yang jelas bukan untuk pelesir😛 hehe…

Di perjalanan itu saya bersama teman saya, sambil berdiri (karena ga kebagian tempat duduk) iseng ngobrolin berbagai hal tentang transportasi di Indonesia. Salah satunya ya tentang KRL ekonomi yang ga punya daun pintu ini😛. Tentang kenapa bisa ada kelas ekonomi (dan pernak-pernik pedagang keliling maupun pengamen maupun pengemisnya), kenapa di stasiun yang aslinya bangunannya bagus jadi berkesan kumuh, kenapa di sekitar jalan kereta di kota besar kebanyakan permukiman kumuh, kenapa di beberapa ruas jalan selalu macet, kenapa angkot suka ngetem, dan kenapa-kenapa lainnya…🙄

Kemudian, di stasiun Cikini, naik serombongan keluarga yang dari tampilannya sepertinya (maaf) dari kalangan ekonomi lemah. Keluarga itu terdiri dari ayah, ibu, kakak perempuan (paling sekitar 8 tahun), adik laki-laki (sekitar 6 tahun), dan adik perempuan (sekitar 4 tahun). Nah, karena tidak mendapat tempat duduk, mereka lesehan di lantai gerbong beralaskan koran, kebetulan jam segitu memang kereta ngga penuh-penuh amat. Di dekatnya ada dua mbak-mbak yang duduk di bangku di sebelahnya. Lewat satu-dua-tiga stasiun, salah seorang mbak-mbak menawarkan tempat duduk bagi si ibu yang tampak kewalahan berganti-ganti menggendong dan memangku si adik perempuan sambil lesehan. Si ibu dan kakak perempuan bersuka hati dengan tawaran itu, tapi si adik laki-laki dan adik perempuan tampak enggan berpindah tempat sampai berteriak-teriak. Akhirnya proses pertukaran tempat duduk pun batal, tapi si mbak-mbak itu berbaik hati memberikan camilan kepada si adik laki-laki😀

Nah, kebetulan teman saya juga melihat adegan itu, dan spontan dia langsung berbisik menjelaskan panjang lebar ke saya,

“Nah, itu dia gambaran rakyat Indonesia kebanyakan saat ini. Susah diajak menjadi lebih baik. Padahal daripada duduk nglekar di lantai yang kotor mending duduk di bangku yang memang sudah disediakan. Soalnya dia udah merasa nyaman dengan nglekar di lantai, dia ngga mau keluar dari zona nyamannya, padahal itu untuk kebaikannya sendiri. Itu juga yang menjelaskan kenapa banyak orang tinggal di daerah kumuh di kota besar, atau di bantaran sungai yang jelas-jelas daerah banjir”

Saya cuma manggut-manggut membenarkan.

“Kadang-kadang, di Indonesia itu sarana-prasarana maupun infrastruktur sudah bagus, tapi masyarakatnya sendiri yang ngga mau diajak maju. Susah juga sih,” lanjutnya lagi menyimpulkan.

Dan lagi-lagi saya juga manggut-manggut mengiyakan. Kemudian pembicaraan beralih ke hal lain.

Keluarga itu kemudian turun di stasiun Pondok Cina.

..

.

p.s. judul dibuat gitu karena kebetulan saya lagi iseng nonton ulang Densha Otoko😛

9 Responses to “Densha Kodomo”


  1. 1 TamaGO November 26, 2010 at 17:32

    wah padahal sudah berharap si mbak itu Hermes dan kamu itu…. nggg…. preman keretanya😐

  2. 2 Arm Kai November 26, 2010 at 17:37

    gembel, udah reply paling, cepet cuma gitu aja😆😛

    ngga larr.. saya kenal ama mbak-mbak-nya kok, kan kita satu rombongan😛
    dan kebetulan dia sudah nikah tuh😛
    well, kalopun belom nikah juga saya ngga tertarik😛

  3. 3 christin November 26, 2010 at 17:46

    susah diajak maju… dibikinin sarana prasarana bagus juga dirusak..

  4. 4 lambrtz November 26, 2010 at 20:52

    “Kadang-kadang, di Indonesia itu sarana-prasarana maupun infrastruktur sudah bagus, tapi masyarakatnya sendiri yang ngga mau diajak maju. Susah juga sih,

    Saya punya pikiran jahat: kalau ndak bisa diajak maju, tinggal aja.

    Eh BTW maju itu apa sih? Apakah duduk di kursi itu tanda kemajuan? Gimana kalo disedian gerbong lesehan aja?:mrgreen: itu mah gerbong barang

  5. 5 Snowie November 26, 2010 at 22:03

    *memperhatikan komen si teman*
    wah Arm, bisa dibikinkan surveynya ituh. Bahkan bisa dijadiin bahan penelitian…

  6. 6 Kurology November 26, 2010 at 23:19

    soal kamu yang di mangga besar nggak kamu bahas men?

    dan lagian, kalo duduk dikursi gitu masyarakat indo jadi maju? =))

  7. 7 AnDo November 27, 2010 at 12:45

    Lha? yang nolak pindak ke tempat duduk khan anak kecil nya? Masa’ pola pikir anak kecil disamakan dengan dewasa? Ibunya juga kayaknya menolak pindah hanya karena ingin menyenangkan anaknya. CMIIW

    Saya cuma manggut-manggut membenarkan.

    Manggut-manggut itu tanda setuju atau membenarkan hanya karena males berdebat?😆

  8. 8 Takodok! November 28, 2010 at 09:08

    Kadang-kadang, di Indonesia itu sarana-prasarana maupun infrastruktur sudah bagus, tapi masyarakatnya sendiri yang ngga mau diajak maju.

    ya bisa jadi ga tepat sasaran juga sih…

    Jadi, kapan nemu Hermesnya nih?😛

  9. 9 Arm Kai November 29, 2010 at 15:49

    @ christin:
    mengacu ke komen Takodok!:mrgreen:

    ya bisa jadi ga tepat sasaran juga sih…

    orang yg dikasih malah orang2 yg ga bisa ngerawat😛 … kali😛
    __

    @ lambrtz:
    maju itu, bergerak ke depan😛
    duduk di kursi jelas kemajuan larr, kan menuju ke arah lebih baik (nyaman)😛
    ngga harus ngglesot2 menghamba bagaikan menghadap priyayi ningrat pejabat Gubermen jaman kolonial dulu😆
    *apasih😛
    __

    @ Snowie:
    FYI, temen saya itu bisa dibilang rada ahli di bidang gituan😛
    __

    @ Kurology:
    saya ngga pelesir kok di Mangga Besar😈
    maju ato ngga, ya tergantung kondisi larr… paling ngga menuju kondisi yang (supposed to be) lebih baik😛
    __

    @ AnDo:
    berarti pola pikir orang2 Indo masih kayak anak kecil dong😛
    *termasuk saya*
    (ninjahattori)

    Manggut-manggut itu tanda setuju atau membenarkan hanya karena males berdebat?

    dua-duanya😆
    __

    @ Takodok!

    Jadi, kapan nemu Hermesnya nih?

    ntar, kalo saya ke Jepun ato Inglund😛


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: