Rise and Rise Again Until The Lambs Become Lions

Long weekend kemarin, saya iseng pergi nonton dua film kolosal dua hari berurutan, Prince of Persia Sands of Time (PoP) dan Robin Hood (RH), sendirian😛. Ga usah tanya kenapa saya nonton sendirian, yg jelas libur dari Kamis sampai Minggu benar-benar membutuhkan hiburan visual karena kebetulan minat baca saya sedang turun😛.

Ekspektasi saya terhadap 2 film tersebut malah kebalik😛. Saya mengharapkan sesuatu yang “wah” dari PoP, tapi malah kesan yang didapat biasa-biasa saja. Sebaliknya, saya rada pesimis dengan RH setelah liat trailer-nya di TV, tapi saya malah bener-bener terkesan dengan jalan ceritanya:mrgreen:.

Nah, saya pengen nyeritain sesuatu yang nongol di film RH, tentang om Robin itu sendiri, sepak terjang abang John, dan piagam persamaan hak yang disebut-sebut di film tersebut, yang saya curiga adalah Magna Carta:mrgreen:

(warning spoiler, meskipun ga semua!)

Hikayat Robin Hood berlatar di Inggris antara 1100an dan 1400an, sebagian besar peristiwanya terjadi di dekat Hutan Sherwood. Jadi paling tidak masih nyambung dikit larr dengan setting di film, yaitu 1199😀. Dalam awal-awal cerita, Om Robin merupakan perampok jalanan yang menghindari hukuman. Tapi di cerita-cerita akhir menceritakan dia adalah laki-laki yang tidak diakui status kebangsawanannya. Secara umum Om Robin diceritakan sebagai laki-laki yang pemberani, murah hati, dan berkemampuan tinggi dalam memanah. Dia juga tidak ragu-ragu bertarung dan mencuri dari lawan-lawannya, tetapi berbaik hati kepada orang-orang miskin, melindungi wanita dan anak-anak, dan suka menolong siapapun.

Om Robin mempunyai kawanan pencuri yang disebut Merry Men. Kalo di film diceritakan Merry Men merupakan anak-anak yang kabur dari rumah dan bersembunyi di Hutan Sherwood. Awalnya mereka suka mencuri di pertanian Lady Marion. Ketika Lady Marion kehilangan hak atas tanah pertaniannya pasca invasi Prancis, dia dan om Robin beserta anak buahnya bergabung dengan Merry Men dan malah menjadi tokoh penting di kelompok tersebut.

om robin

Kalo menurut hikayat yang banyak beredar, musuh utama om Robin cs adalah Sherrif Nottingham, petugas keamanan yang tamak dan ngga becus. Mereka juga sering bentrok dengan pendeta setempat yang suka main curang dan ber-pungli-ria. Meskipun sering melawan tuan tanah kaya, pemimpin gereja, dan petugas pemerintah, om Robin cs diceritakan menghormati kekuasaan raja yang berkuasa saat itu, yang dalam banyak cerita adalah Richard I. Dalam banyak cerita, sang raja menyamar dan bergabung dengan Merry Men untuk menangkap om Robin. Tetapi dia akhirnya mengetahui prinsip-prinsip om Robin yang terhormat dan mengampuni kesalahannya.

Nah, kalo menurut film kan om Robin merupakan salah satu prajurit pemanah Richard I alias Richard The Lionheart (ga ada hubungannya dengan Squall Leonhart :P) dalam Perang Salib dan perang melawan Prancis, dengan nama Robin Longstride. Abah Richard sendiri tewas setelah terluka parah oleh panah dalam sebuah penyerbuan ke kastil Prancis pada tahun 1199, sesuai dengan catatan sejarah. Berarti sepertinya  film itu tidak mengacu pada hikayat yang banyak beredar, bahwa om Robin hidup pada jaman abah Richard. Karena tidak mempunyai keturunan, tahta bergulir pada adiknya, John. Nah, bang John inilah yang menjadi tokoh rada antagonis di film (di cerita sejarahnya juga sih :P).

Dalam film, diceritakan bahwa ayah om Robin merupakan seseorang yang visioner, salah satu bangsawan (baron) yang mengusulkan ide kebebasan individu dan kesamaan kedudukan di depan hukum. Mereka (para baron) bahkan sempat membuat suatu piagam yang disepakati bersama dan disimpan dalam sebuah tugu batu, dan diberi slogan “rise and rise again until the lambs become lions“. Saat itu ide tersebut sangat berbahaya, dan ketika para baron tersebut digerebek pemerintah, ayah om Robin termasuk salah satu yang dihukum mati.

Berpuluh tahun kemudian (sepertinya tahun 1199 akhir ato 1200), ketika bang John menghadapi invasi Philip II dari Prancis, untuk mendapat dukungan pasukan dari para baronnya ia menjanjikan apapun tuntutan baron dan rakyatnya. Pakdhe Philip rupanya mempunyai mata-mata yang bertugas memecah-belah kekuatan baron-baron Inggris. Para baron, diwakili om Robin, meminta disahkannya piagam kebebasan individu dan persamaan hak yang digagas ayahnya. Bang John mengiyakan. Para baron pun bersatu dengan bang John mengusir invasi pakdhe Philip dari Prancis, dan berhasil. Tapi apa lacur, ketika akan menandatangani piagam tersebut bang John ingkar janji, dan malah merobek-robeknya. Para baron pun gemes tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena pasukannya ditahan. Om Robinpun dinyatakan sebagai buronan, siapapun boleh menangkap atau membunuhnya dan akan diberikan hadiah besar. Om Robin dan kawan-kawannyapun menyingkir ke hutan Sherwood dan bergabung dengan geng Merry Men. Inilah awal mula om Robin dikenal sebagai Robin Hood, si maling dermawan:mrgreen:.

Nah, menurut sejarahnya, Magna Carta (saya berasumsi piagam cetusan bapaknya om Robin itu memang Magna Carta) memang disahkan oleh bang John, tetapi pada tahun 1215 di Runnymede, sebuah padang rumput dekat Windsor. Perjalannya sendiri lumayan panjang.

Berawal dari tindakan bang John, yang seperti raja-raja Inggris sebelumnya lakukan, mempertahankan wilayah Inggris dalam daratan Prancis. Untuk membiayai dan menyediakan pasukan, bang John meminta dari para baronnya. Hubungan feodal Inggris saat itu adalah: para baron menyediakan kekuatan militer dan pelayanan lainnya sementara raja memberikan perlindungan dan tanah kepada para baronnya. Secara teoritis raja haus berkonsultasi dengan baronnya untuk menaikkan pajak. Sialnya peperangan bang John dengan Prancis sering berakhir dengan kekalahan, sehingga dia meminta para baronnya untuk menaikkan pajak dan meminta tambahan pasukan untuk melanjutkan kampanyenya.

Pada tahun 1204, bang John kehilangan kekuasaannya atas daerah Prancis utara, termasuk Normandy yang merupakan tanah leluhurnya (William of Normandy, raja pertama Inggris yang menggulingkan kekuasaan Saxon tahun 1066). Akibatnya, bang John menaikkan pajak tanpa sepersetujuan para baronnya, yang berarti melanggar hukum feodal. Tetapi para baron masih belum mengambil tindakan. Bang John juga beberapa kali berseteru dengan Gereja Katholik Roma perihal pengangkatan uskup agung di Canterbury (gereja utama di Inggris) sampai mendapatkan hukuman pada 1207, yang menghambat semua layanan gereja di Inggris. Pada 1209, bang John dikeluarkan dari Gereja Katholik Roma. Menghadapi ketidakpuasan rakyatnya, akhirnya ia berdamai dengan Gereja Roma, dan menerima calon uskup agung Canterbury yang diusulkan Roma.

Pada 1214, ia berkoalisi dengan penguasa-penguasa Eropa lainnya menghadapi pakdhe Philip dari Prancis (Philip II, dikenal juga sebagai Philip Augustus) dalam pertempuran Bouvines di tempat yang sekarang menjadi Belgia. Tentu saja maksud terselubung bang John adalah merebut kembali Normandy. Pasukan koalisi kalah, dan pakdhe Philip berhasil membawa Prancis sebagai salah satu kekuatan baru di Eropa dengan pasukan kavalerinya. Bang John tidak bisa menerima kekalahan itu karena sejak kehilangan Normandy dia sudah menyusun kekuatan besar-besaran untuk merebutnya kembali. Untuk menambah biaya perang tersebut, bang John menaikkan pajak dan meminta kebutuhan militer jauh lebih banyak dari yang sudah-sudah kepada para baronnya. Bang John juga memerintah dengan kejam karena takut para baronnya tidak setia jika dia terlalu lembek. Tetapi kampanyenya berakhir bencana, dan ketika dia kembali ke Inggris untuk mengumpulkan lebih banyak biaya perang, para baron bersatu melawannya. London berhasil dikuasai para baron tetapi pasukan bang John tetap bisa melawan. Pada musim semi 1215 keadaan menjadi remis kalo istilah caturnya😛, dan kedua pihak mulai bernegosiasi. Hasil dari negosiasi ini salah satunya adalah Magna Carta.

Magna Carta 1215 mempunyai 63 klausul, tetapi yang paling penting adalah klausul 39 dan 40, yang saya kutip langsung saja sebagai berikut:

“To no one will we sell, to no one will we deny or delay right or justice.” (40)
“No free man shall be taken or imprisoned or disseised or outlawed or exiled or in any way destroyed, nor will we go or send against him, except by the lawful judgment of his peers or by the law of the land.” (39)
Piagam tersebut menegakkan prinsip bahwa tidak seorangpun, meskipun raja, kebal hukum. Lebih spesifik lagi bahwa pemerintah harus mengikuti aturan hukumnya dalam berurusan dengan rakyatnya, seperti halnya warga berurusan dengan warga lainnya. Ngomong-ngomong, saya cuma geleng-geleng dalam hati ketika kemaren melihat mobil polisi nyelonong ga bayar ketika keluar gerbang tol, padahal ga kelihatan terburu-buru ato mengejar penjahat👿
Pengukuhan Magna Carta dipercayakan pada 25 baron yang diberi wewenang menggunakan kekerasan jika perlu untuk memaksa raja menandatangani piagam tersebut. Meskipun akhirnya bang John menandatangani, Magna Carta hanya berlaku beberapa saat, karena bang John kemudia meminta Paus di Roma untuk mentidaksahkan dokumen tersebut. Bang John berargumen bahwa dia menandatangani piagam itu dalam paksaan. Paus setuju dan segera mengeluarkan titah yang menyatakan piagam itu tidak berlaku. Ketika berita ini sampai di Inggris pada musim gugur 1215, para baron marah dan kembali memberontak. Kali ini bahkan lebih sukses, karena bang John terdesak dan akhirnya meninggal pada salah satu kampanye militernya pada tanggal 19 Oktober 1216. Bang John digantikan anaknya yang baru berumur 9 tahun, Henry III. Beberapa baron yang setia kepada bang John membentuk dewan pemerintahan bagi Henry III dan merilis ulang Magna Carta untuk menghentikan pemberontakan. Pada 1217 mereka menerbitkan ulang piagam tersebut dengan sedikit perubahan tambahan.
Akhirnya pada 1225 Henry III menerbitkan ulang Magna Carta atas namanya. Teks 1225 sedikit berbeda dengan 1217 dan sejak saat itu menjadi versi jilid yang legal. Henry III secara periodik diminta untuk mentaati Magna Carta sebagai janji kepada para baron untuk memerintah dengan adil. Raja-raja selanjutnya juga diminta untuk mengusung Magna Carta sebagai cara meningkatkan hubungan dengan para baronnya.
Pembicaaan mengenai Magna Carta dan kepentingannya mulai meredup antara 1450-1600, tetapi nilai-nilainya masih terdapat pada hukum Inggris, dan sebagian besar hukum-hukum di dunia, terutama mengenai kesamaan kedudukan setiap orang di hadapan hukum.

7 Responses to “Rise and Rise Again Until The Lambs Become Lions”


  1. 1 idub June 4, 2010 at 18:10

    buset, kamu emang bener2 gila sejarah ya man, sampe nama dan taun ada =.=’ sedetil-detilnya saya nonton film, engga sampe apal haha..

    dan kenapa ya saya engga begitu tertarik pada film2 yang sedang “rame” hihi.. saya nonton film se-selera-nya saya aja😀

  2. 2 Snowie June 6, 2010 at 20:33

    Like this.😀
    Udah lama nggak baca tulisan Arm yang bahas tentang sejarah. ^^
    walaupun gak begitu suka sejarah, tapi lumayan menyenangkan membaca sejarah yang dumulai dengan cerita film. ^^

  3. 3 greengrinn June 6, 2010 at 20:39

    wah, baca ini jadi ngulang lagi. Dulu pernah baca, tapi lupa lagi. Ohyeah,.. saya juga suka dengan cerita King Arthur, hhe.. sama-sama ada, kan itu. Cuma yang sekarang ceritanya udah banyak yang dilebih-lebihkan😆 *sok tau

  4. 4 Zeph June 7, 2010 at 21:43

    wuah.. bener-benar cocok jadi sejarawan.🙂

    waktu liat trailernya sempat mikir kok Robin Hood-nya ga pake “seragam” hijau kayak sosok robin hood yang saya tahu di pilem / apa di buku😕 jadi..begitu ceritanya🙂

  5. 5 安藤君 June 8, 2010 at 20:03

    Koq aku malah kurang suka sama yg versi ini yah….
    Beda selera kali.
    (Everything I do) duit for you.

  6. 6 Felicia June 8, 2010 at 23:09

    Uph, panjang…
    Nanti dibaca detilnya yah…
    Saya lom nonton RH, kalo PoP saya suka, padahal awalnya pesimis…
    Kalo nonton, mungkin emang lebih bagus kalo pesimis dulu yah…hehe…

  7. 7 Arm Kai June 11, 2010 at 10:54

    @ idub:
    lha, tahun detil-nya ya baca2 lagi di ensiklopedi, yang aku apal ya cuma tahun abad-nya😛

    saya juga ga tertarik2 amat nonton film yang sedang “rame”😛 cuma kalo pas kebetulan senggang iseng nonton aja, mumpung masih terjangkau:mrgreen:
    __

    @ Snowie:
    hehe, sama menyenangkannya dengan membaca sejarah yang dimulai dari membaca komik😛
    __

    @ greengrin:
    nah kalo yang King Arthur itu juga kalo ga salah pas Inggris masih dikuasai Romawi, sebelum invasi Saxon ya?😕
    __

    @ Zeph:
    saya bukan sejarawan kok😉
    Robin Hood yang pake baju ijo dan pake topi berbulu angsa ya?😀
    __

    @ 安藤君:
    hehe, iya, beda selera😛
    entah kenapa selera saya rada beda sama ornag2 kebanyakan😛
    __

    @ Felicia:
    hehe, mungkin, kan “expectation kills”😛


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: