Kodok dan Rajanya

Saya pernah membaca sebuah cerita fabel tentang kodok yang tidak puas terhadap rajanya. Fabel ini saya baca duluuuuuuu sekali di sebuah majalah anak-anak, diambil dari fabel-fabel karya AesopπŸ˜‰. Begini ceritanya…

Alkisah di sebuah sawah tempat para kodok tinggal, para kodok mengadu kepada Dewa karena tidak puas dengan rajanya yang pesakitan dan tidak becus memerintah. Mereka berunjuk rasa kepada Dewa minta diberikan raja baru. Akhirnya Dewa berbaik hati memberikan raja baru, menggantikan raja yang lama. Dewa menjatuhkan sebuah balok kayu di sawah tempat para kodok tinggal. Mulanya para kodok kagum dan gentar dengan balok kayu yang besar dan tampak keras. Tetapi lama-kelamaan para kodok mengacuhkan raja barunya yang hanya diam dan tidak berbuat apa-apa. Akhirnya mereka kembali berunjuk rasa kepada Dewa agar mendapatkan raja baru. “Kami ingin raja yang gagah dan aktif dalam memerintah!!” begitu teriak para kodok kepada Dewa.

Untuk memenuhi keinginan para kodok, Dewa kemudian mengirimkan burung bangau sebagai raja kodok yang baru. Para kodok bersorak gembira menyambut kedatangan raja baru yang tampak gagah dan berwibawa dan bisa terbang pula. Namun kegembiraan mereka tidak berlangsung lama. Ketika tiba waktu makan siang, sang bangau mulai berburu kodok untuk santap siangnya. Para kodok hanya bisa kocar-kacir menyelamatkan diri tanpa sempat protes kepada Dewa. Akhirnya sang bangau tetap tinggal di situ sampai kodok-kodok di situ habis dimakan atau pindah ke tempat lain.

πŸ™„

10 Responses to “Kodok dan Rajanya”


  1. 1 Asop March 4, 2010 at 06:18

    Wah, Aesop? Saya kira “Asop”…. =)):mrgreen:

  2. 2 Felicia March 4, 2010 at 14:27

    Loh, udah gitu aja ceritanya?
    Tadinya saya kira akan berakhir dengan kodok yang menyadari bahwa rajanya yang dulu tidak terlalu buruk dan meminta supaya dikembalikan seperti semula…πŸ˜€
    .
    *lagi merasa tidak puas dengan raja yang sekarang juga nih*

  3. 3 Arm Kai March 4, 2010 at 15:49

    @ Asop ::mrgreen:
    ___

    @ Felicia :
    *copy paste dari sebuah forum*

    sekedar intermezzo.

    sebuah joke politik dari Winston Churchill:
    apa persamaan antara celana dalam wanita dengan politisi?
    ketika keduanya dinaikkan, kita tidak puas dan ingin mereka segera diturunkan.
    ketika keduanya diturunkan, kita sangat puas dan ingin mereka tetap berada di bawah.

    πŸ™„πŸ˜›

    • 4 phiy March 4, 2010 at 19:03

      aku mau mohon pada dewa ah, supaya ganti presiden, tapi ga tau mau diganti yang kek apa. Mustinya kodok2 itu kasih kriteria yang jelas kali ya, biar ngga salah dikasih pimpinan *sotoy*:mrgreen:

  4. 5 Idub March 5, 2010 at 21:00

    Harusnya kodok-kodok itu hidup secara komunal saja, membentuk kelompok-kelompok kecil tanpa ada pemimpin, pengambilan keputusan secara konsensusπŸ˜€

  5. 6 Disc-Co March 23, 2010 at 11:50

    Kodok-kodok yang malang.😦

  6. 7 jensen99 March 27, 2010 at 12:24

    Dewanya bodoh sekali! Siapa sih dewanya?πŸ‘Ώ
    *asah golok*

  7. 8 Takodok! March 29, 2010 at 08:50

    kodoknya pasti ga makan bangku sekolahan [-(

  8. 10 andyan April 5, 2010 at 10:22

    kalo raja kodok di negara kita kayaknya gabungan semuanya ya, nggak becus merintah, nampak gagah tapi nggak bisa apa2, dan suka makan rakyat kodoknya (ninja)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: