Curiousity Brings a Genie ^^

Kisah ini diambil dari salah satu dongeng di Kisah 1001 Malam (Arabian Nights), saya comot langsung (dengan beberapa penyingkatan) dari buku One Thousand and One Arabian Nights karya Geraldine McCaughren terbitan Elex Media Komputindo🙂 *banyak2 terima kasih buat mbak Lumi yg bersedia mencarikan dan mengirimkan buku tersebut🙂 *. Judul asli kisah ini di buku tersebut adalah “Nelayan dan Sebuah Botol”.

Ada seorang nelayan yang cukup beriman meskipun dia lugu dan kurang berpendidikan. Suatu hari yang cerah dia pergi menjaring di tepi pantai.

“Oh Tuhan Sang Penguasa Langit yang membuat banyak ikan di laut, jalaku sudah sampai dasar. Akan mendapat apakah aku hari ini?” katanya.

Pada helaan pertama, tanpa sengaja jaringnya  mendapat seekor ikanpun menarik sebuah bangkai keledai. Diapun pindah ke tempat lain sambil memandang langit dan berkata,

“Oh Tuhan yang menciptakan ikan, keledai, dan nelayan, berkatilah kami agar tidak mendapat keledai lagi.” Lalu dia kembali menebar jalanya. Kali ini y diperolehnya adalah tembikar penuh lumpur.

“Oh Tuhan yang Maha Kuasa, aku bersyukur atas pemberian tembikar ini. Namun aku akan sangat bersyukur jika Engkau berkenan memberiku banyak  ikan.” Dan diapun menebar jalanya lagi, tapi malang, jalanya tersangkut batu karang dan sobek.

“Oh Tuhan, apakah ayah-ibuku pernah membuatmu murka sebelum aku lahir? Atau ini bagian dari leluconmu?” tanyanya sambil memandang langit.

Ketika dia menarik jalanya, ternyata ada sebuah benda padat yg ikut tersangkut. Setelah diamati, benda tersebut adalah sebuah botol tembaga berwarna kehijauan yang tutupnya tersegel rapat. Dia tidak mengetahui apapun tentang botol tersebut, karenanya langsung saja dia membuka segelnya.

“Kira-kira apa isinya ya, kok sampe disegel gini dan dibuang ke laut sagala?” gumamnya sambil mengocok botol tersebut. Seketika keluar  debu yg kemudian berubah menjadi asap tebal dan menjelma menjadi sesosok jin besar dan menyeramkan. Mukanya pucat, dengan hidung besar seperti termos air, mata kuning seperti sulfur, mulut sedalam jurang, janggut merah, dan bentuk kepala agak kotak.Lalu langit pun bergetar ketika si jin berbicara,

“Oh Sulaiman yang agung sang pengawal Tuhan, aku takkan pernah melupakanmu yang merasa paling benar – tapi kau bukan Sulaiman, kodok budut.”

Si nelayan cuma menggeleng kebingungan.

“Siapa yang membuka botol ini?” tanya sang jin.

“Saya, tuan”

“Bergembiralah! Aku membawa kabar baik untukmu, ajalmu, akan tiba hari ini juga!”

Si nelayan protes, “Mana bisa?! Apa salahku?”

“Sudahlah kodok buduk, silakan pilih kau mau mati dengan cara apa. Tapi sebelum kau putuskan akan mati dengan cara apa, biarlah kuceritakan sebuah kisah,” kata sang jin sambil menyentil burung yg kebetulan lewat di dekatnya.

“Aku adalah Jin Ifrit yg memberontak terhadap Sulaiman si putra Daud. Dia berhasil mengalahkan pasukanku, dan menurungku di dalam botol ini karena aku tidak mau bertobat kepada Tuhan. Dia kemudian menyegel botol ini dan membuangnya ke tengah lautan.”

“Tapi Raja Sulaiman telah wafat 2000 tahun yang lalu!” protes si nelayan.

“Seratus tahun pertama aku bersumpah untuk mengabulkan 3 permintaan apapun dari orang yg berhasil membebaskanku dari botol ini.”

“Tapi tak ada yang datang.”

“Dua ratus tahun berikutnya aku bersumpah untuk memberi dia dan keluarganya kemakmuran sepanjang masa.”

“Dan tidak ada yang datang.”

“Lima ratus tahun berikutnya aku bersumpah memberi dia kekuasaan di muka bumi ini.”

“Dan tetap tak ada yang datang.”

“Seribu tahun berikutnya aku bersumpah… dan bersumpah terus sampai kesabaranku habis dan amarahku memuncak. Akhirnya aku bersumpah siapapun yang membuka botol ini akan kubuat dia merasakan penderitaanku selama beribu-ribu tahun terkurung di botol ini. Akan kucincang dia sampai sekecil atom. Suer!!”

Si jin tampak puas dan menyeringai jahat, sementara si nelayan menatapnya dengan hidung beringsut sambil berkata,

“Ck.. ck.. ck.. Ayolah, kamu becanda kan? Masa kamu mengharapkanku percaya cerita begituan?”

Si jin menjadi belingsatan, “KUKUTUK KAU DAN KETURUNANMU MENJADI ANJING BERMUKA KODOK!” teriaknya murka. Tapi si nelayan cuma cengar cengir.

“Udahlah, jujur aja! Kamu dateng dari mana? Ngga mungkin larr orang segedhe gaban kaya’ kamu bisa muat di botol seuprit ini. Tadi memang aku mengocok botol itu, dan tau2 ada asap dan kamu nongol. Aku memang cuma nelayan, tapi pasti tadi kamu ngumpet di mana gitu terus nongol untuk mengejutkanku, kan ya?”

Si jin menjadi semakin murka, sementara si nelayan melanjutkan.

“Coba sekarang aku masuk ke botol ini, pasti tidak bisa.” Dan sang nelayan pun mencoba memasukkan kakinya ke ujung botol tersebut, yang tentu saja tidak bisa masuk. “Lihat, ngga bisa kan? Kalo tubuhku dipotong kecil-kecil baru bisa.”

“Tapi aku ini jin…” sergah si jin Ifrit kesal.

“Yah, aku tahu! Tapi aku pernah bertemu jin yang ukurannya separuh badanmu (si nelayan berkata dengan meyakinkan) dan dia juga bisa melakukan apa yg kau lakukan. Tapi masuk ke dalam botol ini selama 2000 tahun dan masih segar bugar? Nei.. nei… ga mungkin itu! Jangan membodohiku, tuan! Ayolah, jujur saja! Kau datang dari mana?”

Nampaknya jin Ifrit mulai benar2 kesal karena si nelayan tidak mempercayai ceritanya. “Kodok buduk sialan! Ngga tau ya kalo aku ini sang jin penebar maut untuk nelayan2 buduk macem kau? Nih perhatikan! Akan kutunjukkan kekuatanku! Pasti kau bakal terpana melihatnya!”

Tubuh sang jin pun mulai berubah menjadi asap beraneka warna dan dengan kecepatan tinggi masuk ke dalam botol tersebut. Dengan sigap si nelayan menutup botol tersebut dan memasang kembali segelnya. Sekarang sang jin kembali ke tempat di mana Raja Sulaiman mengurungnya 2000 tahun yang lalu.

“Huh, kembalilah ke asalmu, wahai jin pengambil nyawa para nelayan! Aku harus memberitahu rekan2ku tentang hal ini supaya mereka tidak celaka. Semoga Tuhan melindungi kami dari jin2 semacam engkau!”

Kemudian dia melemparkan kembali botol itu ke tengah laut, dan lepaslah ia dari bahaya karena kecerdikannya yang mucul di saat-saat genting sebagai buah dari keimanannya.

Jadi memang, rasa penasaran terkadang membunuh kucing:mrgreen:

Si nelayan yang terlalu penasaran nyaris celaka ketika membuka sebuah botol tanpa tahu isinya. Saya yakin banyak di antara kita yang pernah juga mengalami kejadian yg mirip2 (meskipun tidak selalu bertaruh nyawa)🙂 . Ketika kita sudah dipenuhi oleh rasa penasaran akan sesuatu, sebaiknya kita selalu mempersiapkan dengan sesuatu yg lain untuk berjaga-jaga terhadap sesuatu yg mengundang rasa penasaran kita itu🙂

19 Responses to “Curiousity Brings a Genie ^^”


  1. 1 christin June 26, 2009 at 03:47

    Lalu dia tetep gak dapet ikan?😦

    • 2 yoan June 26, 2009 at 05:27

      bwuahahaha…
      bener tu pertanyaannya…
      tetep? ga dapet ikan?😆

      *bukannya gak liat moral of the story, tapi ini menunjukkan kualitas konsentrasi dan fokus yang tinggi…*

  2. 3 Felicia June 26, 2009 at 08:39

    saya penasaran kenapa dalam cerita2, jin selalu sedang terkurung ya?
    baik dalam botol maupun dalam lampu (seperti cerita Aladin)😀

  3. 4 Idub June 26, 2009 at 11:01

    Jin yang bodoh atau nelayan yang cerdik?

  4. 5 Lumiere June 26, 2009 at 18:35

    Kalo nggak salah namanya Sakhr al Jinni kan? Hmm ^^ iya, aku inget cerita itu.

    Moral cerita ini: Jangan sembarangan buka botol yang kautemukan, gitu kan?🙄

  5. 6 AeArc June 26, 2009 at 20:34

    nih saya kasih award lagi deh..

  6. 7 Arm June 27, 2009 at 07:31

    @ christin & yoan :
    hehe.. iya, tetep ga dapet ikan:mrgreen:
    teliti juga membacanya😀
    ___

    @ Felicia :
    ahaha.. iya tuh, kalo ngga dikurung ntar merajalele kali😛
    btw, jin-nya Aladin juga ada jin cincin lho…🙂
    ___

    @ Idub :
    jin yang bodoh tampaknya😆
    ___

    @ Lumiere :
    iya, Shakr Al Jinni itu🙂
    moralnya itu, ya mungkin juga🙄
    sekali lagi terima kasih lho kiriman bukunya😉 ^:)^
    ___

    @ AeArc :
    …..
    ga janji lho^^’

  7. 8 yak June 27, 2009 at 09:24

    oke juga tuh om2 nelayan, pinter debat doi..
    harusnya diundang ke debat capres tuh, trus dikontrak jadi penguji, jadi g usah ngejala ikan lagi..
    *ngayal*

    hehehe, salam kenal yaw sob..!!!

  8. 9 Ando-kun June 28, 2009 at 04:50

    Jins not always found in bottles, but you can find them in Cihampelas either…..

    *curiousity brings some comments*

  9. 10 yoan June 30, 2009 at 01:42

    *clingakclinguk*

    anak muda…
    dapet award plus pe-er dari sayah…
    ambil di sini ya: http://perjalanankata.wordpress.com/2009/06/30/yoan-is-awesome/
    😆

  10. 11 Snowie June 30, 2009 at 08:14

    Hmm curiousity kills the cat?
    Well, this’s the one I afraid of. But if that feel comes it’s really hard to resist.

    There’s something. What is it? What is it? I want to know. I wanna know.

    Or… Where does this road lead to? I want to know. I’m curious
    After some steps on the road,
    God, where I am? I’m lost!😯
    :mrgreen:

    …karena kecerdikannya yang muncul di saat-saat genting sebagai buah dari keimanannya

    Pesan moral: berimanlah maka Allah akan menolong mu.:mrgreen:

    • 12 yoan June 30, 2009 at 14:58

      being ‘lost’ sometimes lead us to the ‘right’ path, ya know…

      kadang sebagian orang harus ‘tersesat’ sampai tersungkur berdarahdarah jiwa dan pikirannya, sebelum benar2 menemukan kebenaran…

      tapi tetap, kalo yang buruk2 sih lebih baik belajar dari pengalaman orang ketimbang harus mengalaminya sendiri…:mrgreen:

  11. 13 Novi~atrix June 30, 2009 at 11:43

    wakakakaka kena tipu tuh jin-nya….
    untung si nelayan cerdik dan tuhan juga da menolongnya di saat genting seperti itu🙂

  12. 14 Putri July 1, 2009 at 14:02

    Pengarangnya dari Amerika sono, ya ?
    Apa di Amerika ada istilah JIN IFRIT dan Kodok Buduk ?😆

  13. 15 NobodyKnowsMe。 July 1, 2009 at 15:33

    Hhm……………
    adoh
    mo
    komen
    apa
    bingung
    aku

  14. 16 Asop July 2, 2009 at 10:54

    Aih, bagus loh…. ^_^

  15. 17 phiy July 6, 2009 at 08:02

    *tepuk tangan girang buat nelayannya*
    ternyata kodok buduk otaknya lebih isi daripada iprit😆

  16. 18 Arm July 6, 2009 at 11:11

    @ yak :
    haha… debat capres mah ga perlu pake jin😛
    salam kenal juga🙂
    ___

    @ Ando-kun :
    eta mah kathok jin *euwh.. bahasa nyampur2😆 *
    ___

    @ yoan 1 :
    award-nya ga janji saya kerjain ya bu🙂
    makasih lho, padahal ngga kenal2 amat malah dikasih award🙂
    ___

    @ Snowie :
    tapi bener kok, si Phil Chatrukian dan Greg Hale tewas karena terlalu penasaran dengan kode yg membuat TRANSLTR bekerja selama 10 jam lebih😎 *abong2 baru baca Digital Fortress ini😆 *
    ___

    @ yoan 2 :
    no pain no gain:mrgreen:
    ___

    @ Novi | Asop | Phiy :
    ho oh, jin-nya bego😆
    ___

    @ Putri :
    kalo liat namanya sih dari Scotland gitu😛 halah.. toh cerita aslinya dari timur tengah , dan istilah “kodok buduk” itu cuma umpatan favorit saya aja😛 aslinya “tikus kecil”
    ___

    @ NobodyKnowsMe。 :
    halah… abong2 naik kelas😀


  1. 1 Ketidaktahuan Membawa Hikmah « Horocuxs Trackback on July 14, 2009 at 12:39

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: