Godaan… kane… oh okane…

Godaan…

Hari ini, entah kenapa saya kembali tidak bisa lepas dari yang namanya godaan. Godaan yg saya maksud adalah godaan untuk membeli buku yg kebetulan tersangkut dalam pandangan mata saya.
Hari ini, Senin, 21 April 2008 (pas hari Kartini pula), setelah membereskan urusan di kampus (minta tanda tangan lembar pengesahan ujian proposal dan nyetak KHS) saya mampir ke atm terdekat, dan narik duit 100k. Maksud saya, buat jaga-jaga karena saya memang berniat ke toko buku diskon ternama di Yk untuk membeli salah satu komik yg memang saya koleksi. Sesampai di toko buku tersebut, saya memastikan satu komik untuk dibeli, Fullmetal Alchemist 12 (Hiromu Arakawa) terbitan elex. Setelah mengedarkan pandangan di rak komik, saya mengambil 3 komik lagi, yaitu Adventure Boy 1 (Adachi Mitsuru) terbitan level, Spring at Third Block 1 terbitan m&c, dan Shonen Magz 46. Tetapi akhirnya saya hanya meletakkan kembali Spring at 3rd Block dan Shonen Magz nya, dengan pertimbangan duitnya mungkin bisa kepake buat yg lain. Pas saya liat2 di rak buku populer, berbagai macam buku menggoda saya. Mulai dari Kumpulan Mitologi china, novel Rahasia Meede, novel Narsis Heroes, dan lainnya. Tadinya saya sempat mau mbawa pulang Kumpulan Mitologi China, dengan pertimbangan harganya Rp 100k kena diskon 20% jadi Rp 80k, tetapi lagi-lagi dengan pertimbangan “buku ini kayanya ngga gitu laku, besok2 aja saya angkut” akhirnya saya ngga jadi membawanya. Terus pas iseng2 (sengaja ding) melihat-lihat rak buku sejarah & politik, lagi2 saya tergoda oleh buku macam Perang Eropa jilid I, II, III (P.K. Ojong, Kompas), dan Sejarah Indonesia Modern. Dan godaan ini masih bisa saya tangkis.
Ketika kaki hendak melangkah ke kasir, saya berpikir,”kalo cuma 2 komik kok terlalu dikit ya?” Akhirnya saya ambil novel Narsis Heroes yg covernya kelihatan lumayan dan harganya sedeng, Rp 25k kena diskon 15%. Sebuah keputusan yg rada saya sesali karena setelah saya baca2 di kosan isinya tidak sekeren covernya (campuran antara kambingjantan-nya Raditya Dika ama Tjersil ala Kho Ping Hoo, yg rada jayus). Apapun itu, saya masih sempat bernapas lega, untung belanjaan ngga lebih dari Rp 50k (tepatnya Rp 46.8k).
Tapi, malamnya, saat saya pergi cari mangsa (makan malem) ke daerah jakal seputaran depan perpus UGM, saya lihat ada semacam stan jualan buku di depan kopma. Maka, sembari menunggu makanan saya dimasak sayapun melihat-lihat buku di situ. Dan sodara-sodara, di sinilah pertahanan saya jebol. Alih-alih cuma melihat-lihat, saya keluar menenteng National Geographic Indonesia edisi Juni 2007 dan Teori Siklus Peradaban-nya Ibnu Khaldun… Masing-masing dibanderol Rp 25k dan Rp 18k, jadi total jenderal saya menghabiskan Rp 43k malam itu, atau Rp 89.8k untuk buku iseng-iseng pada hari ini. Yare-yare…

Kejadian seperti ini memang bukan yang pertama. Tapi yg bikin saya empet adalah saya lagi krisis moneter karena masih harus membeli catridge printer baru dan DVD-RW (demi kepentingan skripsi +_+’). Kaya gitu masih juga pengen beli gunpla +_+’
Kesimpulan, saya akui dengan jujur sejujur-jujurnya kalo manajemen keuangan saya rada amburadul, kalo dah dilepas sendirian keluyuran di toko buku… hehe…😀

1 Response to “Godaan… kane… oh okane…”


  1. 1 khofia April 25, 2008 at 12:00

    ku ku ku…
    begitulah yang biasa saya alami… tapi lebih seringan ke gundam toys sih…
    padahal tiap malem saya rutin ngetrik pengeluaran harian, tapi kadang tetep aja ndak belajar buat ngerem keinginan yang ndak seimbang dengan kebutuhan dan penghasilan…
    ku ku ku….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: