tetua kos2an

Hari Minggu kemaren tanggal 30 Maret 2008, saya resmi menjadi penghuni tertua di kos2an saya. Bukan dari segi umur tentunya, mengingat ada 2 bapak2 mahasiswa S-2 di kos2an saya, tetapi dari segi penghuni yg paling lama di situ. Tentu saja, saya ngga begitu merasa senang dengan predikat ‘tetua kos2an’ itu, soalnya itu menandakan kalo saya belom lulus-lulus juga -_-‘
Begini ceritanya, kemaren penghuni terakhir yang seangkatan dengan saya akhirnya balik ke Bogor karena dapet kerja di Jakarta. Yang sedikit saya sayngkan, saya ngga sempat mengantar kepergiannya (halah) karena waktu dia cabut (sekitar jam 1/2 5an sore) saya masih ada di Wonosari dalam rangka mengunjungi teman lama.

Well, kalo diliat-liat ke belakang, saya sudah mengalami berbagai generasi di kos2an saya. Berbagai macam penghuni pergi dan datang dan pergi lagi dalam masa2 saya mondok di situ. Ada yang sampe 7 tahun, ada juga yang cuma 1 tahun. Ada juga yg cabutnya pas saya lagi KKN, jadinya ngga sempat ngucapin salam perpisahan. Ada juga yg cabut baik2 dengan diketahui dan saya sempat mengantar kepergiannya. Yang paling diinget, kepergiannya Pak Berizkand, bapak2 mahasiswa S-2 yang jadi penghuni tahun 2004-2005. Pas dini harinya, kita masih nonton bola bareng (waktu itu UCL Liverpool vs Juventus) di ruang tipi di bawah. Eh, pagi2nya udah ngga ada alias dah balik kampung😀.
Waktu saya pertama kali masuk sekitar hampir 5 tahunan yg lalu, saya adalah penghuni termuda dan terimut (halah), dan sekarang ini saya jadi penghuni tertua (dari segi umur iya kalo di antara anak2 S-1/D3.

Yah… Intinya, dengan saya menjadi tetua kos2an, saya harus cepet lulus biar bisa cabut dari situ, mengingat dana taktis dari bank dunia saya (oya-koya) semakin menipis dan saya ngga mau merepotkan mereka lagi🙂

2 Responses to “tetua kos2an”


  1. 1 khofia April 3, 2008 at 12:50

    sukurlah… akhirnya dikau sadar kalo dikau udah tua… mending dikau segera lulus sebelum disalip adek tingkatmu…

  2. 2 Mas Aris Keren May 9, 2008 at 07:59

    Aku yang termasuk cuma 1 tahun. Tapi sampai saat ini belum pamit langsung sama reka-rekan kosan, kecuali via telpon.
    Ini dikarenakan pindahan pun tidak disengaja karena ada pangilan kerja dadakan. Trus langsung pergi ke luar negri. Jadi barang-barang aku tinggal di jogja. Tapi segera diselamatkan oleh Cintaku.

    Sorry Armando, aku belum terima cium tangan perpisahan dari mu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: