Ketika melihat-lihat isi file lama di komputer saya, saya menemukan file emulator nintendo dan banyak game-game nintendo jadul. Salah satunya adalah The Goonies. Game ini dirilis di tahun 1986 untuk platform nintendo, dan dibuat berdasarkan film dengan judul sama yang dirilis di tahun 1985. Kebetulan, di folder saya yang lain juga ada file film tersebut dalam format avi
Saya bukan mau membahas game ataupun film tersebut. Mengenai game-nya, cukuplah dikatakan bahwa game ini ber-genre adventure dan lumayan susah (oke, saya bukan gamer
), ditambah lagi seperti game nintendo kebanyakan, tidak disediakan save point di berbagai tempat sehingga kalau mati terus sampai “nyawa”-nya habis otomatis harus mengulang dari awal
. Mengenai film-nya, ada teman saya yang sudah membahas film tersebut di sini dan di sini. Saya hanya mau sedikit bernostalgila dengan game dan film tersebut, dan berbagi sedikit trivia
Saya pertama kali kenal game ini ketika masih SD, di konsol nintendo di rumah nenek saya
. Saat itu kalau lebaran tiba dan seluruh saudara mudik ke rumah nenek saya, biasanya kami (saya dan sepupu-sepupu saya) berebut untuk main nintendo
. Biasanya kami berkompromi untuk bergantian main. Nah, game The Goonies ini termasuk yang dilarang untuk dimainkan, karena selain dimainkan sendirian (tidak bisa berdua) biasanya matinya lama sehingga yang lain keburu bosan
. Tapi karena memang saya tertarik dengan game tersebut, tentu saja saya tetep pengen memainkannya. Biasanya saya akalin dengan bangun paling pagi sebelum sepupu-sepupu saya bangun dan memainkan game tersebut sepuasnya sendirian
. Sialnya selama main di rumah nenek saya saya belum pernah tamat sekalipun, dan baru tamat ketika saya (lebih tepatnya teman saya) memainkannya di rumah teman saya
Sedangkan pertama kali saya menonton filmnya, juga ketika SD. Saya ingat, saat itu diputar di Indosiar hari Sabtu jam sepuluh malam. Mengingat saat itu saya masih SD, normalnya saya ngga bakal dijinkan untuk menonton TV sampe malem oleh orangtua saya. Tetapi saya nekat, dan karena malam minggu maka alasan saya untuk begadang lebih kuat dan ibu sayapun akhirnya mengijinkan
. Waktu itu saya tidak begitu memperhatikan gambar maupun detilnya karena terlalu fokus pada cerita. Tetapi ketika beberapa waktu lalu menonton ulang, saya baru menyadari betapa 80-an-nya film ini
. Mulai dari model rambut karakter cewe, model jaket, musik, sampai pengambilan gambar yang kadang ngga fokus (2 orang berhadapan, tapi fokus kamera di tengah-tengah keduanya, sementara 2 orang tersebut hanya tersorot separuh
biasanya umum dijumpai di film-film Indonesia jaman Barry Prima dan Suzanna
). Tapi ngga begitu bermasalah buat saya, karena yang penting spirit Goonies tetap merasuk ke dalam jiwa saya
*ditimpuk*
Gara-gara film The Goonies itulah ketika SD dan SMP saya rada tergila-gila dengan petualangan mencari harta karun *sekarang juga masih ding*. Pernah suatu ketika salah seorang teman saya menyimpan “harta” di berbagai tempat di komplek tempat tinggalnya dan membuat peta untuk menemukannya. Tentu saja saya sangat bersemangat mencarinya
dan meskipun “harta”-nya hanya berupa beberapa duit 500 dan 1000-an (waktu itu lumayan buat jajan
) tapi saya tetap menikmatinya dan tak lupa berterimakasih kepadanya
. Sisi petualangan lainnya terjadi di masa SMP, ketika saya pergi ke sekolah dengan bersepeda. Biasanya sepulang sekolah saya dan teman-teman yang rumahnya sejalur menjelajah berbagai gang sempit sepanjang perjalanan pulang. Saking bersemangatnya pernah suatu ketika saya tercebur ke dalam got besar ketika menyeberangi sebuah jembatan kecil. Alhasil saya pulang dalam kondisi basah kuyup
. Oleh teman saya gang tersebut secara informal dinamai “gang cegur” untuk mengenang peristiwa tersebut
Jika Anda perhatikan, pemeran Mikey di film The Goonies adalah Sean Astin yang di tahun 2000 berperan sebagai Samwise, hobbit teman Frodo dalam trilogi Lord of The Rings. Selain itu, seperti sudah dibahas oleh teman saya di sini, film ini menjadi inspirasi band The Ataris dalam membuat albun dan lagu So Long Astoria. Maka sayapun sedikit ketularan beraliran sedikit nge-punk dengan mencoba mendengarkan lagu-lagunya
. Ada juga band Scotland bernama The Fratellis yang sepertinya terinspirasi dari nama keluarga penjahat yang juga memburu harta karun dalam film The Goonies
. Lagi-lagi saya iseng mencari lagu-lagunya, dan kebetulan banyak yang masuk selera saya
(Britania rules the wave
)
Kalau diperhatikan lagi, dalam film The Goonies ini para tokohnya benar-benar kosmopolit
. Ada Chunk yang keturunan Yahudi (mengingat dia merayakan Hanukah), Mouth yang keturunan Perancis (sepertinya, dari nama keluarganya “Deveraux”), Data yang keturunan China (atau Vietnam atau Korea, ngga begitu jelas
), para penjahat The Fratellis yang keturunan Italia, sampai si pembantu Rosalita yang orang Hispanik-Meksiko
. Hehe.. yang begitu sih sudah sewajarnya ya di Amerika ^^’
Yak.. begitu saja kesan dan nostalgila saya bersama Goonies. Mungkin saja ada di antara Anda sekalian yang memiliki nostalgila serupa? ^^’
p.s. tadinya saya mau naroh gambar skrinsyut dari game nintedo jadul tersebut, tapi ternyata susah meng-capture gambar dari emulator
jadi ya terpaksa kali ini tanpa gambar ^^

terakhir komen