Archive for the 'buku & novel' Category

Quick Review Books and Anime

Langsung saja, memanfaatkan waktu liburan akhir pekan untuk menyamarkan postingan sebelumnya :cool: , ini saya review singkat beberapa judul hiburan (buku dan anime), siapa tahu Anda tertarik untuk menikmatinya :) . Sebenernya bukan review sih, cuma kesan-kesan saya aja setelah membaca/menontonnya :mrgreen:

Kitchen – Banana Yoshimoto – di Indonesia diterbitkan oleh KPG (novel)

Buku ini terdiri dari 2 cerita, Kitchen dan Moonlight Shadow. Berlatar Tokyo tahun 80an akhir, Kitchen bercerita tentang Mikage Sakurai, perempuan yang menjadi sebatang kara setelah neneknya meninggal. Dia kemudian ditawari tinggal di rumah keluarga Tanabe, kenalan neneknya, bersama Yuichi Tanabe dan Eriko Tanabe, ibu Yuichi yang merupakan perempuan transeksual yang aslinya adalah ayah kandung Yuichi. Mikage yang kesepian sepeninggal neneknya menganggap dapur adalah tempat di mana dia tidak merasa kesepian, dan di dapur keluarga Tanabe perlahan-lahan dia menemukan kembali keluarganya. Ketika Eriko meninggal, hubungan antara Mikage dan Yuichi menjadi kaku. Dan dalam cerita ini diperlihatkan bagaimana mereka mencairkan kembali hubungan mereka.
Sedangkan Moonlight Shadow bercerita tentang Satsuki, yang baru saja ditinggal mati kekasihnya, Hitoshi, karena kecelakaan mobil. Ketika sedang berjalan-jalan di tepi sungai, dia bertemu dengan wanita aneh bernama Urara, yang tiba-tiba meminta tehnya. Karena menghilangkan botol minum Satsuki, Urara berjanji untuk menggantinya dan malah mengajaknya bertemu lagi di hari tertentu di jembatan tersebut. Ternyata Urarapun baru saja ditinggal mati kekasihnya, dan dia mengajak Satsuki untuk menerima ucapan selamat tinggal terakhir di hari Tanabata.
Kesan saya setelah membacanya, ceritanya biasa-biasa saja, temanya juga biasa-biasa saja, tapi ada sesuatu yang membuat saya betah membaca cerita ini :D . Yang paling berkesan (awas spoiler!) dari Kitchen tentu saja perjalanan antarkota Mikage untuk mengantarkan katsu donburi untuk Yuichi yang kelaparan di kota I karena selalu disuguhi masakan tahu oleh pengurus penginapannya. Sedangkan dari cerita Moonlight Shadow, inti pesan dari cerita ini adalah untuk selalu melangkah ke depan, untuk tidak terpaku di masa lalu karena aliran waktu tidak bisa dihentikan.

kitchen - banana yoshimoto

gambar diambil dari sini :)

Kisah Langit Merah – Bubin Lantang – Gagas Media (novel)

Menceritakan tentang Langit Merah, mantan wartawan koran terkemuka di Indonesia, yang juga mantan anggota tim external economist di New York, Amerika, yang meneliti tentang efek privatisasi BUMN di negara-negara berkembang. Saat ini Langit hanya bekerja secara ilegal sebagai tenaga laundry di daerah pecinan di New York. Alur cerita ini bolak-balik, kebanyakan berupa flashback perjalanan hidup Langit yang keras yang terlahir sebagai keturunan Cina tapi bukan berasal dari keluarga yang mapan secara ekonomi. Sedari kecil Langit bercita-cita menjadi wartawan, dan ketika ia akhirnya berhasil menggenggam cita-citanya, kedua orangtuanya sudah tiada untuk diberi kabar gembira. Ketika memasuki dunia jurnalistik itu pula, dia mengetahui berbagai siasat, suap, korupsi, dan berbagai kecurangan yang melanda dunia jurnalistik nasional. Diceritakan juga bagaimana pertemuan awalnya dengan Daria, kekasihnya, ketika sedang ujian Kalkulus, dan bagaimana dia menjalani hidup terkatung-katung di New York setelah kontraknya sebagai external economist habis.
Kesan saya setelah membacanya, saya suka karakter si tokoh utama :mrgreen: \m/. Cuma saya kurang suka saja dengan cerita cintanya, rada-rada berbau CLBK gitu ^^. Namanya juga bumbu, beda orang beda selera :mrgreen:

Mengenai pengarangnya, dapat dilihat blog-nya di sini ;)

kisah langit merah

gambar diambil dari sini

Oiya, banyak-banyak terima kasih buat mbak yang jauh di sana yang sampe ngirim buku ini, really appreciate it :)

Higashi no Eden – Kenji Kamiyama – Production IG (anime)

Saki Morimi sedang menikmati masa liburannya di Washington DC. Ketika sedang berfoto di dekat gedung putih, dia bertemu Akira Takizawa yang kehilangan ingatannya dan dalam keadaan bugil memamerkan Johny-nya :lol: . Karena suatu hal, akhirnya Saki terpaksa terlibat dengan urusan Akira, yang ternyata adalah seorang selecao di antara 12 orang terpilih (yang disebut selecao) untuk melakukan semacam permainan. Permainan ini dicetuskan oleh Mr. Outside, orang misterius di luar selecao tersebut, dan cara kerjanya adalah menghabiskan uang 10 miliar yen dengan cara apapun asal bisa berkontribusi besar terhadap Jepang. Para selecao itu dibekali dengan hape khusus yang tersambung ke Juiz, asisten Mr. Outside, yang akan memberikan segala informasi yang dibutuhkan dan mengurus transaksi uang 10 milyar yen itu. Awalnya Saki tidak tahu perihal selecao tersebut, tapi lama-kelamaan dia tahu juga, begitu juga teman-temannya di klub universitasnya.
Kesan saya setelah menonton anime ini, opening-nya keren, yang nyanyi Oasis soalnya :mrgreen: . Anime ini sepanjang 11 episode, dengan setting di masa depan yang dekat (tahun 2011), dan di episode terakhir dikonfirmasikan bakal ada movie di bulan November 2009 (11). Sepertinya tidak salah kalo dibilang pembuat anime ini benar-benar menyukai nomor 11, seperti terlihat pada karakter selecao no. 11 :twisted: :lol: . Terus, software pengenal benda yang dikembangkan Higashi no Eden (nama klub universitas tempat Saki menjadi anggotanya) benar-benar keren, bisa mendeteksi dari nama benda sampe muka orang, basis datanya benar-benar hebat \m/

Dan terus terang awalnya saya tertarik gara-gara opening-nya menggunakan single Falling Down-nya Oasis :mrgreen: . Tapi setelah melihat ceritanya, saya jadi tertarik mengikuti anime-nya. Meskipun yang rada menyebalkan terdapat beberapa adegan mengumbar “johny”, terutama di episode akhir ketika ribuan NEET tanpa busana berhamburan di musim dingin :lol:
Ini anime iseng saya bahas karena sekarang sudah bulan 11, dan seharusnya bulan ini nongol movie-nya :mrgreen:

higashi no eden

gambar diambil dari forum :lol:

Sebagai tambahan, saya sisipkan OP scene dari anime Higashi no Eden ini ;)

Membaca Manhua

Terpengaruh postingan Mas Jensen yang ini, iseng2 saya ikutan ah bikin postingan sejenis :mrgreen: hehe.. Jadi, 2 minggu terakhir ini saya iseng nyewa komik di rentalan, yg berjudul Legend of The Condor Heroes (LoTCH) dan Pendekar Hina Kelana. Dua seri tersebut merupakan manhua (komik China/Hongkong/Taiwan) karya Lee Chi Ching yg dibuat berdasarkan novel cersil karya Jin Yong, dan dua-duanya sudah diterbitkan oleh m&c! beberapa tahun silam.

Mengenai garis besar ceritanya, sepertinya sih benar2 mengikuti novel2 Jin Yong tersebut yg terbit di tahun 1960-an. Saya ngga tau pasti karena memang belum membaca novel2nya :P hehe..

LoTCH berlatar di akhir jaman Dinasti Song Selatan, di awal kebangkitan kekuatan Temujin dan bangsa Mongolnya. Bercerita mengenai Kwee Ceng, bocah negeri Song yang karena suatu perjanjian antara ayahnya dan saudara angkatnya tanpa sengaja terlibat dengan urusan politik luar negeri Song-Jin dan terdampar hingga tumbuh besar di padang gurun Mongolia. Setelah tumbuh besar, Kwee Ceng masih harus bertemu dan bertanding dengan Yo Kang, anak saudara angkat ayahnya, untuk memenuhi perjanjian guru2nya dengan rahib Khu Chi Kie, orang yg melibatkan ayah Kwee Ceng dan Yo Kang dalam urusan luar negeri kerajaan Jin-Song, dan juga menjadi guru Yo Kang. Untuk selanjutnya, diceritakan tentang perjalanan hidup Kwee Ceng mulai dari dia menjadi orang kepercayaan Temujin, kisah cintanya dengan Oey Yong Jie, dan perjalanannya menemukan kembali rasa nasionalisme Song-nya ketika akhirnya Mongol mencoba menaklukan Song setelah Jin. Untuk lebih jelasnya baca aja sendiri, dan maaf saya males ngasih skrinsyut gambarnya, gugling aja :P hehe..

Saya ngga akan berpanjang lebar menjabarkan ceritanya, cuma ada hal menarik yaitu ada beberapa karakter dari komik itu yang memang benar2 ada dalam sejarah, di antaranya :

Jenghis Khan, dan kroni2nya (maksudnya jenderal2 dan keluarganya :mrgreen: ) yg menganggap Kwee Ceng sebagai keluarga sendiri, bahkan Tolui (anak ke-4 Jenghis) mengangkat saudara dengan Kwee Ceng, dan Jebe (salah satu jenderal andalan Jenghis) adalah guru pertama Kwee Ceng dalam ilmu memanah.

Rahib Khu Chi Kie dari aliran Coan Cin yg kemudian dipanggil mengunjungi Jenghis Khan untuk memberi saran awet muda memang benar2 ada, dikenal juga sebagai Ch’ang Ch’un dari aliran Ch’uan Chin (salah satu sekte Tao).

Setahu saya itu sih, kalo ada yg mau nambahin silakan :mrgreen:

Novel LoTCH sendiri merupakan bagian awal dari trilogi Condor Heroes karya Jin Yong. Bagian kedua adalah Return of The Condor Heroes (yg saya yakin banyak di antara Anda sekalian yg familiar dengan judul ini) dengan Yo Ko, anak Yo Kang, sebagai tokoh utama. Sedangkan bagian ketiga adalah Golok Pembunuh Naga (To Liong To) dengan Thio Boe Kie (yg kebetulan mewarisi Golok Pembunuh Naga buatan Kwee Ceng) sebagai tokoh utama.

Komik berikutnya, yaitu Pendekar Hina Kelana (PHK), dengan judul asli novel yaitu Xiào Ào Jiāng Hú (arti harfiahnya “menertawakan dunia di Jiang Hu”), atau dalam versi Inggris-nya disebut Smiling Proud Wanderer. Latar waktu yang digunakan tidak jelas, tetapi sepertinya terjadi pada masa Dinasti Ming (kata wiki sih :P ). Menceritakan Linghu Chong, murid pertama perguruan pedang Hua Shan (sebuah perguruan lurus), yg jujur dan baik hati dan hobi minum arak dan bertingkah slengehan :lol: hehe.. Linghu Chong kemudian terlibat dengan berbagai intrik antar perguruan2 pedang aliran lurus sendiri dan juga bentrokan dengan aliran sesat, yang membuat kita bertanya-tanya sendiri mana yg aliran lurus dan mana yg aliran sesat ;) hehe.. Selanjutnya diceritakan juga perebutan kitab silat sakti bikinan kasim :lol: , juga kisah cinta Linghu Chong sampai dia menemukan jodoh sejatinya. :)

Setelah menuntaskan membaca PHK, ada beberapa hal yg berkesan buat saya, yaitu (hati2 spoiler, skip aja kalo ga mau tau :) ) :

Di volume 12-13, diceritakan tentang pertemuan Linghu Chong dengan Ren Yingying melalui kecapi dan bagaimana Yingying mulai menyukai Linghu Chong. Menurut saya, Ren Yingying ini benar2 tipe tsundere, dia menyukai Linghu Chong tapi selalu menyangkal, malah awalnya menolak diketahui wajahnya sampe disangka nenek2 :lol: , dan menggunakan berbagai alasan untuk menahan Linghu Chong agar selalu di sisinya :cool: (luv u Yingying-chan :mrgreen: hehe). Atao malah bisa jadi masuk kategori yandere, karena tidak segan2 membunuh murid Shaolin untuk melindungi dirinya dan Linghu Chong sebagai bentuk rasa cintanya (seyem)..

Kitab Bunga Matahari yg disebut sebagai kitab ilmu silat terkuat diciptakan oleh kasim di jaman Dinasti Tang. Karena dibuat oleh dan diperuntukkan kepada kasim, maka orang yg mempelajari kungfu tersebut lama-kelamaan kehilangan maskulinitasnya dan menjadi feminin = =’. Contohnya adalah Dongfang Bubai sang ketua aliran sesat yg jadi cowok melambai dan menyukai laki2, atau Lin Pingzhi si murid termuda perguruan Hua Shan yg sudah menguasai kungfu tersebut sebelum menikahi Yue Lingshan sehingga tidak sempat “menggarap” istrinya karena kehilangan “keperkasaan” :lol: hihihi… Sampai mati juga saya ngga bakal mau mempelajari kungfu kaya’ gitu :lol:

Masih tentang “keperkasaan”, di volume 20, Tian Bo Guang, pendekar dari aliran sesat yg dijuluki “Pendekar Pemetik Bunga” karena suka mencabuli gadis2 dan wanita2 cantik, bertobat dan menjadi biksu atas paksaan anjuran biksu Bu Jie. Nah, cara biksu Bu Jie “menganjurkan” Tian Bo Guang untuk menjadi biksu adalah… merobohkannya, menarik celananya, dan mengambil sebilah pisau.. dalam sekejap Tian Bo Guang sudah menjadi biksu :lol: (silahkan terka sendiri apa maksudnya, yg jelas saya ngakak guling2 pas baca bagian ini :lol: :lol: :lol: )

Mengenai artwork kedua manhua tersebut, menurut saya sih biasa2 saja, seperti manhua China/Hk/Tw pada umumnya yg susah dibedakan muka karakter2nya :lol: . Tapi jujur saya lebih suka artworknya Lee Chi Ching yg simpel ini ketimbang Tony Wong, yg karakter2 cowoknya digambar terlalu berotot :mrgreen:

Oh iya, sebagai catatan tambahan, sepertinya dalam penterjemahan LoCTH pihak m&c! masih menggunakan nama2 dalam dialek Hokkian yg memang banyak digunakan warga keturunan Tionghoa di Indonesia, misalnya Kwee Ceng kalau dalam dialek Pinyin adalah Guo Jing. Sedangkan untuk penterjemahan PHK sudah menggunakan nama2 dalam dialek Pinyin yg lebih populer dan lebih banyak digunakan dalam bahasa Mandarin.

Jadi, anda membaca apa akhir2 ini? :mrgreen:

SHIKE

Entah mengapa saya sedikit teringat masa-masa KKN. Mungkin karena sekarang lagi musim KKN, harusnya dah masuk bulan kedua (dan mulai timbul friksi dan konflik :P ). Ya, tahun lalu, bulan Juli-Agustus 2007 saya mengalami KKN bertema Pemberantasan Buta Aksara di suatu desa di Jawa Tengah. Tapi sekarang saya bukan mau ngomongin KKN, meskipun ada hubungannya.
Waktu itu, untuk mengatasi kebosanan biasanya seminggu sekali kami pergi main ke kota terdekat. Nah, kesempatan itu tidak saya sia2kan untuk memenuhi hasrat belanja komik saya. Ketika berada di bagian buku di suatu “mal” di kota terdekat itu, saya melihat sebuah novel yang menarik minat saya. Judulnya “SHIKE”, pengarangnya Robert Shea. Pas saya baca sinopsisnya, saya langsung tertarik, “…petualangan Jebu dan Yukio di bawah Kublai Khan…”. Ngapain orang Jepang di daratan China bersama prajurit Mongol, pikir saya waktu itu. Ternyata itu sinopsis buku ke-2, dan untuk membunuh rasa penasaran saya pun membeli buku ke-1 dan ke-2nya sekaligus (tekor, sikap yg tak terpuji :D ). Setelah saya khatamkan, ternyata masih bersambung dan merupakan tetralogi. Saya hanya sempat membeli buku ke-3 di kota itu, dan buku ke-4 saya beli di Jogja (dapet diskon pastinya :D ).
Tokoh utama dalam novel ini adalah Jebu, biarawan petarung (shohei, di situ disebut “shike“) aliran sekte Zinja (di situ dibilang mirip Zen, kayanya fiktif), dan Shima no Taniko, putri keluarga bangsawan Shima yang hendak dinikahkan dengan Sasaki no Horigawa, pejabat pemerintahan keluarga Takashi. Nah, inti ceritanya itu percintaan terlarang antara Jebu dengan si Taniko itu, dengan ditambahi latar peperangan dan intrik yang lumayan oke. Nantinya Jebu akan mengabdi kepada Muratomo no Yukio menghadapi keluarga Takashi, kabur ke China, mengabdi pada dinasti Song, ganti mengabdi pada Kublai Khan, dan kembali ke Jepang untuk menghadapi keluarga Takashi sekali lagi.
Setting cerita itu pada akhir jaman Heian di Jepang, dan akhir dinasti Song di China (sekitar tahun 1160-1185). Awalnya saya sempat bingung waktu melihat nama2 tokohnya. Tapi seiring saya membacanya saya mulai paham kalau ini ngga lain ngga bukan tentang Gempei War, diawali pemberontakan Hogen dan Heiji, diliputi peperangan besar antara klan Taira dan Minamoto (Genji), diakhiri dengan pembentukan shogunate bakufu Kamakura, serta ditebar ancaman invasi Mongol 2 kali hampir seabad kemudian. Keluarga Takashi adalah keluarga Taira, sedangkan keluarga Muratomo adalah keluarga Minamoto. Muratomo no Yukio itu Minamoto no Yoshitsune, dan Jebu tentu saja sang Musashibyo Benkei yang termasyhur itu. Muratomo no Hideyori adalah Minamoto no Yoritomo, sedangkan Taniko saya bingung ni orang beneran ada ato ngga.

tetralogi SHIKE

tetralogi SHIKE

tampak samping

tampak samping

Poin2 yang menarik dari novel ini (hati2 spoiler!) :
-saat Jebu menghadang Yukio di jembatan untuk merampas pedang 100 samurai (buku 1)
-saat Yukio dan Jebu bertualang di China sebagai pelarian, dan Taniko dipersembahkan sebagai “hadiah” bagi Kublai Khan oleh Horigawa di China (keseluruhan buku 2)
-Gempei war, perang besar antara Takashi dan Muratomo, yang dibantu prajurit Mongol dan sisa2 samurai yang terlatih di medan perang Mongol (buku 3)
-pertempuran pasukan Jepang menghadang invasi Mongol di Teluk Hakata (buku 4)
-adegan “perang bunga” antara Jebu dan Taniko (halah…)
Nah, keanehan-keanehan khas novel (yg sedikit melenceng dari sejarah) yaitu :
-Minamoto no Yoshitsune sama sekali ngga pernah ke China untuk bertempur dengan Kublai Khan :D
-Jebu diceritakan merupakan anak dari Jamuga, musuh Genghis Khan, yg lari ke Jepang (jadi orang Mongol, what the heck..). Jamuga ngga pernah ke Jepang dan mati di daratan Mongol oleh Genghis Khan
-Pasukan Mongol yg membantu pihak Muratomo (Minamoto) kayanya ngga ada di literatur sejarah deh
-Di akhir Gempei War, Yoshitsune dikhianati oleh Yoritomo dan dipaksa bunuh diri di Hiraizumi (Jepang Utara, masih pulau Honshu), dan Benkei pun mati setelah tertembus banyak panah pasukan Yoritomo. Di novel ini Yukio (Yoshitsune) emang mati bunuh diri, setelah dikepung pasukan Mongol suruhan Hideyori (Yoritomo), tetapi Jebu (Benkei) selamat dan meneruskan kisah cintanya dengan Taniko
-invasi Mongol ke Jepang terjadi tahun 1272 dan 1281, kalo dihitung-hitung harusnya umur Jebu dan Taniko saat invasi Mongol sudah seabad. Tapi nyatanya Taniko masih sehat merawat cicit-nya dan Jebu masih sehat bertempur melawan armada Mongol, dan keduanya masih sehat dalam “perang bunga” (halah…)
Secara keseluruhan, saya paling suka buku ke-2, dengan setting daratan China dan pertempuran2 antara pasukan Mongol dengan pasukan Dinasti Song, serta antara Pasukan Kublai Khan melawan pasukan Arik Buka (kayanya Albuqa Khan), sepupunya dalam merebut tahta Kaisar Mongol. Untuk tahu lebih banyak tentang Gempei War, mending baca Heike Monogatari (Tales of Heike) karya Yoshikawa Eiji, cuma sayangnya belum diterjemahkan ke bahasa Indon T_T. Saya sih cuma baca manga Shanao Yoshitsune buat referensi Gempei war :D

Next Page »


Blog Stats

  • 13,713 hits

 

November 2009
S M T W T F S
« Oct    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

sebaran pengunjung