Postingan ini saya buat karena sudah janji kepada mbak Jutek di plurk untuk menuliskan isi “ceramah” ngga genah saya kepada mbak Rukijem tentang Kapel Bayi
Cerita ini saya ambil dari buku Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik karya Michael C. Tang. Berikut ini adalah cerita lengkapnya …
—
Pada zaman dinasti Ming, terdapatlah sebuah biara yang bernama Kuil Lotus dan terletak di kota Nanning di bagian selatan China. Kuil itu memiliki luas beberapa ribu meter persegi dan sejumlah besar bangunan. Ada sekitar ratusan biksu tinggal di kuil tersebut. Pengunjung yang datang biasanya diajak berkeliling dan dilayani dengan sebaik-baiknya.
Yang terkenal dari kuil ini adalah Kapel Bayi-nya. Seorang wanita yang menginginkan anak dapat menjadi hamil jika dia berdoa semalaman di sana. Syaratnya adalah wanita yang datang untuk berdoa haruslah masih muda dan sehat. Mereka harus berpuasa dulu 7 hari di rumah sebelum berdoa di kuil. Di dalam kuil, setiap wanita harus berkonsultasi dulu dengan tongkat suci. Jika diramal bagus oleh tongkat suci, wanita itu boleh menginap semalam di sebuah kamar di Kapel Bayi untuk berdoa sendirian. Jika ramalannya tidak bagus, para biksu akan meminta wanita itu untuk berdoa sungguh2 dan kembali ke rumah dan mulai berpuasa selama 7 hari lagi.
Kamar2 di Kapel Bayi tidak berjendela. Ketika seorang wanita masuk ke kamar itu semalaman, para biksu menyarankan seorang anggota keluarganya untuk berjaga di luar pintu. Kebanyakan wanita2 tersebut hamil dan melahirkan bayi yg sehat setelah berdoa di situ.
Kuil itu sangat terkenal sehingga tidak hanya keluarga di dekat situ yang tertarik untuk berdoa di Kapel Bayi. Setiap hari ada sekumpulan orang pergi bersembahyang di biara itu dan membawa berbagai macam sesajian. Ketika para wanita itu ditanya bagaimana Buddha mengabulkan doa mereka, beberapa dari mereka menjawab bahwa Buddha memberitahu mereka di dalam mimpi bahwa mereka akan segera hamil, beberapa lainnya malu2 dan menolak mengatakan apa2. Beberapa dari para wanita itu tidak pernah lagi datang ke tempat itu, sementara beberapa lainnya rutin datang ke biara itu.
Kabar ini terdengar oleh gubernur baru di distrik itu, Wang Dan. Gubernur Wang merasa curiga, “kenapa para wanita harus menginap semalaman di kuil?”
Diapun pergi ke sana untuk melihatnya sendiri. Tempat itu cukup ramai, dengan dekorasi biara yg cerah dan dikelilingi oleh pohon cemara yg tinggi. Ketika salah seorang biarawan melihat sang gubernur, dia segera memanggil kepala biara dan mengadakan parade untuk menyambutnya. Setelah selesai membakar dupa dan berdoa di hadapan patung Buddha, gubernur Wang berkata kepada sang kepala biara, “Saya mendengar kemasyhuran kuil suci ini, dan bermaksud merekomendasikan anda kepada kaisar untuk menjadi kepala seluruh biarawan di distrik ini.”
Kepala biara sangat senang mendengarnya.
“Saya mendengar Kapel Bayi anda bisa menghasilkan keajaiban, bagaimana cara kerjanya?”
Kepala biara menjawab bahwa para wanita diwajibkan untuk berpuasa selama 7 hari dan apabila mereka benar2 tulus, doa mereka akan terwujud saat bermalam di Kapel Bayi. Gubernur Wang kemudian menanyakan apakah Kapel Bayi dijaga pada malam harinya. Para biarawan menerangkan bahwa tidak ada jalan masuk selain pintu menuju ruang doa, dan ada anggota keluarga yg diminta berjaga semalaman di luar ruangan.
“Kalau begitu,” kata gubernur, “saya juga ingin mengirimkan istri saya kemari.”
“Jika tuanku menginginkan anak,” kata kepala biara, “Istri tuan tidak perlu datang kemari. Cukuplah berdoa sungguh2 di rumah dan saya yakin akan dikabulkan.”
“Tetapi mengapa wanita lain harus datang ke sini?”
“Ketika orang terhormat seperti tuanku gubernur berdoa, saya yakin Buddha akan mendengar doanya secara khusus.”
“Terima kasih,” kata gubernur. “Saya ingin melihat ruangan ajaib itu.”
Ruang aula dipenuhi pengunjung yang berdoa di depan patung Dewi Kuanyin, Dewi Kebajikan, dengan seorang bayi di kedua tangannya dan 4 bayi di sekitar kakinya. Setelah membungkuk sejenak kepada Dewi Kebajikan, gubernur Wang mengunjungi ruang doa. Seluruh ruangan berkarpet. Ranjang, meja, dan kursi sangat bersih dan tertata rapi. Satu2nya pintu masuk hanyalah pintu. Tidak ada retak sedikitpun di dinding sehingga bahkan seekor tikuspun tidak bisa masuk.
Gubernur Wang kemudian pulang dengan masih memendam rasa penasaran tentang keajaiban Kapel Bayi. Dia kemudian menyuruh sekretarisnya untuk membawa dua pelacur kepadanya.
“Minta mereka berpakaian seperti ibu rumah tangga. Kamu sewa mereka dan kirim mereka untuk menginap semalam di Kuil Lotus. Berikan salah satu dari mereka sebotol tinta hitam dan yang lainnya sebotol tinta merah. Jika ada orang mendekati mereka suruh mereka untuk menandai kepala orang tersebut dengan tinta itu.”
Sekretarisnya menemukan 2 pelacur, Zhang Mei dan Li Wan. Sekretaris itu dan seorang pejabat pemerintahan kemudian menyamar sebagai suami kedua pelacur tersebut dan membawa mereka ke biara.
Selain 2 wanita tersebut, ada sekitar selusin wanita yang hendak berdoa di Kapel Bayi. Pada jam 8 malam, semua ruangan dikunci dan anggota keluarga berjaga di luar ruangan. Semua biarawan kembali ke ruangan mereka. Zhang Mei menanggalkan pakaiannya, memadamkan lilin, dan berbaring di tempat tidur. Pada pukul 10, bel berbunyi dan kesunyian kemudian menyelimuti kuil tersebut. Tiba2 Zhang Mei mendengar suara dari bawah ruangan. Kemudian dia melihat salah satu papan lantai bergeser dan seseorang berkepala gundul muncul dari bawah. Itu adalah kepala seorang biarawan.
Zhang Mei tidak bergerak. Biarawan itu berjinjit ke samping ranjang, menanggalkan jubahnya, dan menyusup ke ranjang. Zhang Mei merasakan biarawan itu memegangi kakinya.
“Anda siapa?” tanyanya, mencoba mendorongnya pergi. “Ini adalah kuil suci.”
“Saya dikirim oleh Buddha untuk memberimu anak,” sang biarawan berbisik sambil memeluk erat Zhang Mei.
Merekapun mulai bermain cinta. Rupanya biarawan itu sangat tinggi staminanya sehingga Zhang Mei yg pelacur berpengalaman pun sampai kewalahan. Ketika selesai, Zhang Mei mengoleskan tinta pada kepala si biarawan tanpa ketahuan. Sebelum pergi, biarawan itu memberikan bungkusan kecil.
“Ini adalah pil untuk membantu anda hamil. Minumlah 3/10 ons tiap pagi dengan air selama seminggu dan kamu akan mempunyai anak.”
Kemudian biarawan itu pergi, dan Zhang Mei terkantuk kelelahan. Beberapa saat kemudian dia disentuh oleh seorang biarawan.
“Apa? Kamu lagi?” teriaknya, mengira kalo itu biarawan yg sama. “Saya lelah.”
“Saya adalah orang lain. Saya akan membuatmu merasa bahagia,” kata biarawan itu sambil menyodorkan sebuah bungkusan. “Minumlah pil ini, maka kamu akan merasa segar sepanajng malam.”
Setelah minum pil itu, Zhang Mei merasa seluruh tubuhnya dialiri keangatan yg menyeluruh. Sama seperti biarawan pertama, Zhang Mei juga mengoleskan tinta merah ke kepala si biarawan. Biarawan itu tidak pergi sampai menjelang subuh.
Sementara di kamar lain, Li Wan juga mengalami kejadian serupa. Dia didatangi 2 biarawan secara bergiliran, dan diberi pil pelancar hamil serta pil pelancar bercinta. Li Wan pun tidak lupa memberi tanda ke kepala 2 biarawan yg mendatanginya.
Gubernur Wang meninggalkan kediamannya sekitar pukul 4 pagi disertai seribu pasukan polisi menuju Kuil Lotus. Ketika tiba di biara, mereka mengumumkan kedatangannya dengan memukul pintu keras2. Gubernur langsung menuju ke kediaman kepala biara, yg ternyata sudah bangun. Gubernur Wang lalu memerintahkan membawa surat ijin kuil dan mengumpulkan seluruh biarawan ke halaman depan kuil.
Kepala biara yg panik segera membunyikan bel dan beberapa saat kemudian seluruh biarawan telah berkumpul. Gubernur kemudian memerintahkan pasukannya memeriksa kepala para biarawan. Dua di antara mereka ditemukan tinta merah di kepalanya, sementara dua lainnya tinta hitam.
“Dari mana kalian mendapat tanda itu?” tanya gubernur.
Keempatnya bingung.
“Mungkin ada seseorang yg iseng terhadap kami.”
“Baiklah. Akan kutunjukkan siapa yg iseng.”
Kemudian kedua pelacur itu dibawa masuk. Mereka menceritakan kepada gubernur apa yg terjadi. Seluruh biarawan menjadi panik. Beberapa wanita juga diinterogasi, beberapa mencoba menyangkal. Dari pemeriksaan seluruh badan, ditemukan pil yg sama seperti yg diterima dua pelacur tadi. Para suami menjadi sangat marah dan membawa istri2nya pulang.
Sebuah penyelidikan mengungkapkan bahwa para biarawan sudah melakukan hal itu selama bertahun-tahun. Para wanita haruslah bertubuh sehat dan masih muda, dan para biarawan harus memiliki tubuh kuat dan vitalitas tinggi. Dikombinasikan dengan pil khusus pembantu kehamilan, tingkat kehamilan menjadi tinggi. Ketika para wanita menyadari kalo mereka dilecehkan, hampir semuanya tidak berani menceritakan karena takut merusak reputasi keluarga. Beberapa dari mereka senang2 saja melakukannya dan rutin kembali ke situ.
Gubernur kemudian menahan para biarawan dan membakar habis Kuil Lotus.
—
Jadi, anda berminat membuka usaha “Kapel Bayi”?


terakhir komen